(screenshot youtube)
JAKARTA - Tren Toyota Kijang LGX bergaya estetik makin ramai di kalangan pecinta mobil lawas. Mobil keluarga legendaris milik Toyota ini kini bukan sekadar kendaraan harian, tetapi juga jadi bahan modifikasi simpel yang tetap nyaman dipakai keluarga.
Salah satu contohnya datang dari Toyota Kijang LGX tahun 2000 milik Indra. Mobil kapsul tersebut sukses mencuri perhatian karena tampil bersih, fitment pas, dan tetap fungsional untuk penggunaan sehari-hari.
Menariknya, biaya modifikasi Toyota Kijang LGX ini ternyata tidak terlalu mahal. Dengan modal sekitar Rp15 juta, tampilannya berubah drastis menjadi lebih modern dan estetik tanpa kehilangan karakter asli Kijang kapsul.
“Pilih Kijang karena komunitasnya banyak, spare part gampang, terus muat banyak buat keluarga,” ujar Indra dalam kanal YouTube otomotif.
Toyota Kijang LGX miliknya dibeli pada 2022 dengan harga sekitar Rp80 juta. Saat dibeli, kondisi mobil sebenarnya sudah cukup bagus, namun beberapa bagian tetap direvisi agar sesuai konsep yang diinginkan.
Menurut Indra, konsep modifikasi yang dipilih memang sederhana. Fokus utamanya adalah membuat mobil tampil keren tanpa mengorbankan kenyamanan keluarga.
Pakai Velg Mercy S-Class, Tampilan Kijang Langsung Naik Kelas
Salah satu sektor yang paling mencolok ada di bagian kaki-kaki. Toyota Kijang LGX ini memakai velg Mercedes-Benz S-Class magnesium ring 16 dengan lebar 7,5 inci.
Velg tersebut dipasang menggunakan adaptor karena pola baut bawaan Kijang berbeda. Kombinasi ban juga dibuat berbeda antara depan dan belakang demi mendapatkan tampilan fitment yang lebih padat.
Bagian depan menggunakan ban GT Radial GTX Pro ukuran 195/50 R16, sedangkan belakang memakai ukuran 205/50 R16.
“Banyak yang bilang velg S-Class itu obat ganteng buat mobil,” kata Indra sambil tertawa.
Suspensi juga dibuat lebih pendek menggunakan metode torsion adjustment khas Kijang. Menariknya, shockbreaker masih mempertahankan versi standar agar kenyamanan tetap terjaga.
Selain itu, bagian belakang juga sudah melakukan modifikasi cuak sasis supaya gardan tidak mentok saat mobil membawa banyak penumpang.
Hasilnya cukup memuaskan. Mobil tetap tampil ceper, tetapi masih aman dipakai full penumpang hingga sembilan orang tanpa gesrot.
Modifikasi Simpel tapi Detail
Pada sektor eksterior, Toyota Kijang LGX ini memakai grill milik Kijang Krista dan bumper facelift 2003-2004 yang plug and play tanpa ubahan besar.
Detail unik lain terlihat di lampu depan. Alih-alih memakai stiker smoke, Indra memilih menggunakan cat semprot warna Yamaha Orange yang dipernis agar hasilnya lebih awet dan natural.
“Kalau stiker lama-lama burem, jadi lebih bagus dicat,” jelasnya.
Spion juga diganti menggunakan milik Honda Odyssey RB1 agar bentuknya lebih membulat mengikuti bodi Kijang kapsul. Sementara bagian belakang mendapat tambahan rear spoiler dan wiper Avanza yang ternyata bisa dipasang plug and play.
Meski banyak memakai komponen campuran dari mobil lain, konsep yang dipilih tetap minimalis dan tidak berlebihan.
Interior dan Mesin Tetap Mengutamakan Fungsi
Masuk ke kabin, nuansa sederhana tetap dipertahankan. Jok depan menggunakan model Recaro LX versi lokal dengan model jaring ala mobil era 90-an.
Setir juga memakai model Nardi lokal yang tampilannya menyerupai versi asli. Menurut Indra, dirinya memang lebih mengutamakan fungsi dibanding gengsi.
“Yang penting fungsi, enak dilihat, keluarga nyaman,” ujarnya.
Pada bagian mesin, Toyota Kijang LGX ini masih mempertahankan mesin standar 1.800 cc berkode 7K. Modifikasi hanya dilakukan ringan seperti penggunaan koil dan kabel busi Blue Fire serta tambahan grounding kabel enam titik.
Ada juga tambahan klakson telolet yang sengaja dipasang untuk hiburan di jalan.
Meski minim ubahan mesin, karakter Toyota Kijang LGX yang terkenal bandel tetap jadi alasan banyak orang masih memburunya sampai sekarang.
Konsumsi BBM Jadi Konsekuensi
Soal konsumsi bahan bakar, Indra mengaku Toyota Kijang LGX miliknya memang cukup boros. Dalam penggunaan luar kota, konsumsi BBM berada di kisaran 1:10 hingga 1:11 km per liter.
Namun menurutnya, biaya perawatan mobil ini masih tergolong murah dibanding mobil modern. Spare part juga masih mudah dicari dan komunitasnya sangat aktif.
Dengan total biaya sekitar Rp95 juta termasuk harga beli mobil, Toyota Kijang LGX ini berhasil tampil estetik tanpa menghilangkan fungsi utama sebagai mobil keluarga yang nyaman dan muat banyak
Baca Juga: Review Maka Cavalry: Motor Listrik “Paling Enak” dengan Top Speed 108 Km/Jam dan Jarak Tempuh 120 Km
Editor : Dyah Wulandari