(screenshot youtube)
JAKARTA - Syarat masuk IPDN 2024 menjadi informasi yang paling banyak dicari calon peserta sekolah kedinasan. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menetapkan sejumlah ketentuan mulai dari batas usia, tinggi badan, syarat administrasi hingga tahapan tes berjenjang yang wajib dilalui calon praja.
IPDN merupakan perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Dalam Negeri yang bertujuan mencetak kader pemerintahan profesional dan berkarakter. Setiap tahun, persaingan masuk IPDN selalu ketat karena para peserta yang lolos akan mendapatkan fasilitas pendidikan gratis, asrama, hingga status calon aparatur sipil negara (CASN).
Dalam seleksi IPDN 2024, terdapat tiga kategori persyaratan utama yakni syarat umum, administrasi, dan syarat khusus. Selain itu, peserta juga wajib mengikuti lima tahapan seleksi dengan sistem gugur.
Baca Juga: Pengabdian Masyarakat Poltekkes Malang Kampus 3 Blitar Bentuk Kelompok Keluarga Peduli Diabetes
Syarat Umum dan Administrasi Masuk IPDN 2024
Calon praja IPDN 2024 wajib berstatus warga negara Indonesia (WNI). Batas usia peserta minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun per 1 Agustus 2024.
Ketentuan usia ini menjadi perhatian penting. Peserta yang genap berusia 16 tahun setelah 1 Agustus 2024 dinyatakan belum memenuhi syarat. Sebaliknya, peserta yang telah melewati usia 21 tahun sebelum tanggal tersebut otomatis gugur administrasi.
Selain usia, IPDN juga menetapkan syarat tinggi badan minimal 160 sentimeter untuk pria dan 155 sentimeter bagi wanita.
Pada persyaratan administrasi, peserta diwajibkan memiliki ijazah SMA, MA, atau paket C. Lulusan tahun 2020 hingga 2023 harus memiliki nilai rata-rata ijazah minimal 70,00. Khusus peserta dari Provinsi Papua, batas minimal nilai rata-rata ditetapkan 65,00.
Dokumen lain yang harus dipersiapkan antara lain KTP elektronik atau kartu keluarga, surat keterangan kelas 12 bagi lulusan 2024, pas foto ukuran 4x6 berlatar merah, alamat email aktif, hingga pakta integritas.
“Calon praja juga wajib mengunggah seluruh dokumen melalui portal SSCASN dan laman resmi pendaftaran IPDN,” dijelaskan dalam video informasi seleksi IPDN 2024.
Tahapan Tes IPDN 2024, Mulai Administrasi hingga Pantukhir
Seleksi IPDN 2024 terdiri dari lima tahapan utama dengan sistem gugur. Tahap pertama adalah seleksi administrasi melalui portal SSCASN di laman digdin.bkn.go.id.
Peserta harus membuat akun, mengunggah seluruh berkas persyaratan, serta memastikan data yang dimasukkan sesuai ketentuan. Setelah lolos administrasi, peserta akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
Tes SKD memiliki bobot penilaian terbesar yakni 40 persen. Materi ujian terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Jumlah soal SKD mencapai 110 butir yang harus diselesaikan dalam waktu 100 menit. Komposisinya meliputi 30 soal TWK, 35 soal TIU, dan 45 soal TKP.
Menariknya, persaingan peserta hanya dilakukan dalam lingkup provinsi tempat pendaftaran, bukan secara nasional. Peserta dengan nilai terbaik sesuai kuota provinsi akan melaju ke tahap berikutnya.
Tahapan selanjutnya adalah tes kesehatan pertama atau rikes 1 dengan bobot 20 persen. Pemeriksaan meliputi mata, THT, komposisi tubuh, gigi, tekanan darah, hingga penampilan fisik.
Calon peserta disarankan melakukan medical check-up lebih awal untuk memastikan kondisi kesehatan memenuhi standar IPDN.
Larangan Kacamata hingga Tes Kesamaptaan Jadi Penentu
Selain syarat administrasi dan kesehatan, IPDN juga menerapkan syarat khusus yang cukup ketat. Peserta pria tidak boleh bertato maupun bertindik, kecuali karena alasan adat atau agama.
Calon praja juga dilarang menggunakan kacamata atau lensa kontak. Ketentuan ini menjadi salah satu penyebab banyak peserta gagal pada tahap pemeriksaan kesehatan.
Peserta juga wajib belum pernah menikah. Khusus wanita, tidak boleh pernah hamil atau melahirkan.
Tahap berikutnya adalah tes psikologi dengan bobot 30 persen. Ujian dilakukan menggunakan sistem CAT komputer dan meliputi tes kecerdasan, kepribadian, ketelitian, hingga substansi khusus.
Baca Juga: Chevrolet Spin Diesel LT 2013 Dijual Rp75 Juta, MPV Diesel Irit dengan Mesin Halus dan Body Original
Peserta yang lolos psikotes akan mengikuti tahap akhir yakni pantukhir atau pemantauan akhir. Tahap ini memiliki bobot 10 persen dan terdiri dari tes kesamaptaan seperti lari 12 menit, push up, sit up, shuttle run, serta pemeriksaan kesehatan lanjutan.
Pada rikes kedua, peserta menjalani tes darah, urine, EKG, supervisi kesehatan jiwa, wawancara, dan pemeriksaan antropometri.
Peserta yang berhasil lolos seluruh tahapan dan masuk kuota provinsi akan resmi menjadi praja IPDN 2024. Karena sistem seleksi sangat kompetitif, calon peserta disarankan mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi akademik, fisik, maupun mental.
Editor : Dyah Wulandari