JAKARTA - Feda Ega Pratama sukses mencuri perhatian pada sesi kualifikasi Moto3 Spanish Grand Prix 2026 setelah finis di posisi kedua dan hanya terpaut 0,013 detik dari pembalap tercepat David Almansa. Kebangkitan rider muda Indonesia itu langsung menjadi sorotan, terutama setelah sebelumnya mengalami crash di Circuit of The Americas (COTA), Amerika Serikat.
Performa impresif Feda Ega Pratama di Sirkuit Jerez menjadi pembicaraan hangat di paddock Moto3. Pembalap muda Indonesia tersebut tampil tenang dan agresif sepanjang sesi Q2 hingga mampu mengamankan front row untuk balapan utama Moto3 Spanyol 2026.
Catatan waktunya bahkan mengungguli sejumlah nama besar seperti Maximo Quiles, Brian Uriarte, hingga Hakim Danish. Situasi itu membuat nama Feda semakin diperhitungkan sebagai salah satu rookie paling menjanjikan musim ini.
Baca Juga: Pencari Ikan Hanyut di Sungai Brantas Ditemukan Warga 20 Km dari Lokasi Tenggelam
Feda Ega Pratama Bangkit Dramatis usai Crash di Amerika
Kebangkitan Feda Ega Pratama terasa spesial karena datang setelah hasil buruk di seri Amerika Serikat. Pada balapan di COTA Austin, rider asal Indonesia itu mengalami crash pada lap kelima ketika sedang bersaing di barisan depan.
Insiden tersebut sempat memunculkan keraguan terkait mental dan konsistensinya. Namun, Feda menjawab semua keraguan lewat performa luar biasa di Jerez.
Dalam sesi kualifikasi Moto3 Spanish Grand Prix 2026, Feda tampil sangat matang. Ia tidak langsung memaksakan catatan waktu sejak awal sesi, melainkan membangun ritme sebelum melesat pada lap krusial.
Strategi itu terbukti efektif. Feda mencatatkan waktu nyaris sempurna dan hanya kalah 0,013 detik dari David Almansa yang merebut pole position.
Tak hanya cepat, gaya balapnya juga terlihat bersih dan presisi. Pengereman tajam, racing line rapi, serta akselerasi agresif membuat banyak pihak mulai melirik potensinya sebagai calon bintang masa depan MotoGP.
Sebelumnya, Feda juga sempat tampil impresif di awal musim Moto3 2026. Ia finis kelima di Buriram, Thailand dan meraih podium ketiga di Brasil. Hasil itu membuatnya sempat masuk radar rookie terbaik musim ini.
Bos Ducati Disebut Kagum dengan Mental Feda
Sorotan terhadap Feda Ega Pratama ternyata tidak berhenti di paddock Moto3. Nama rider Indonesia itu bahkan disebut menarik perhatian petinggi Ducati Corse, Luigi Dall’Igna.
Dalam narasi yang beredar di paddock, Dall’Igna dikabarkan kagum dengan cara Feda bangkit setelah insiden crash di Amerika Serikat. Menurutnya, kemampuan untuk kembali tampil kompetitif setelah kegagalan besar merupakan kualitas penting bagi pembalap elite.
“Yang paling mengesankan bukan hanya waktunya, tetapi cara dia mencapainya,” demikian pernyataan yang disebut-sebut datang dari sosok penting Ducati tersebut.
Feda dinilai memiliki kematangan yang jarang dimiliki rider muda Moto3. Ia dianggap mampu membaca situasi balapan dengan baik dan tidak terbawa tekanan saat sesi kualifikasi berlangsung.
Bahkan, muncul spekulasi bahwa pembalap Indonesia itu bisa menjadi incaran tim besar dalam beberapa tahun ke depan jika terus mempertahankan performanya.
Meski demikian, perlu digarisbawahi bahwa sebagian narasi mengenai komentar petinggi Ducati dalam video tersebut bersifat opini dan harapan kreator konten, bukan pernyataan resmi dari Ducati Corse.
Statistik Feda Ega Pratama Semakin Menguatkan Potensi Besarnya
Jika melihat statistik musim ini, performa Feda Ega Pratama memang cukup menjanjikan. Meski gagal finis di Amerika Serikat, ia tetap menunjukkan kecepatan kompetitif.
Di COTA Austin, Feda mencatat fastest lap 2 menit 13,844 detik yang menempatkannya di posisi keempat tercepat dalam balapan. Dari sisi top speed, ia juga mampu mencatat kecepatan maksimum 237,5 km/jam.
Data tersebut menunjukkan bahwa crash di Amerika bukan disebabkan minimnya performa, melainkan murni insiden balap.
Saat ini, Feda masih bertahan di posisi ketujuh klasemen Moto3 2026 dengan koleksi 27 poin. Ia juga menyandang status rookie terbaik sementara, unggul atas Brian Uriarte dan Rico Salmela.
Hasil kualifikasi di Jerez semakin memperkuat anggapan bahwa Feda bukan sekadar pembalap pendatang baru biasa. Ia mulai dianggap sebagai ancaman serius di kelas Moto3.
Kini perhatian tertuju pada balapan utama Moto3 Spanish Grand Prix 2026. Publik Indonesia berharap Feda mampu menerjemahkan performa kualifikasi menjadi podium atau bahkan kemenangan pertamanya musim ini.
Jika mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin nama Feda Ega Pratama akan semakin diperhitungkan di level balap motor dunia dalam beberapa tahun mendatang.
Editor : Divka Vance Yandriana