Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kiandra Ramadipa vs Veda Ega Pratama, Siapa Lebih Hebat? Kemenangan Dramatis di Barcelona Bikin Indonesia Punya Dua Calon Bintang MotoGP

Divka Vance Yandriana • Jumat, 22 Mei 2026 | 19:22 WIB
Kiandra Ramadipa menang dramatis di Barcelona, sementara Veda Ega Pratama bersiap tampil di Moto3 2026. Siapa lebih hebat?
Kiandra Ramadipa menang dramatis di Barcelona, sementara Veda Ega Pratama bersiap tampil di Moto3 2026. Siapa lebih hebat?

JAKARTA - Nama Kiandra Ramadipa kembali menjadi sorotan usai meraih kemenangan dramatis di ajang European Talent Cup Barcelona. Pembalap muda Indonesia itu sukses mengalahkan rival-rival kuat Eropa lewat duel ketat hingga garis finis, sementara Veda Ega Pratama terus menunjukkan perkembangan pesat menuju Moto3 2026. Persaingan keduanya kini ramai disebut sebagai era baru kebangkitan balap Indonesia di level internasional.

Kemenangan Kiandra Ramadipa di Barcelona menjadi perbincangan luas karena diraih dengan cara spektakuler. Dalam balapan penuh drama, Kiandra mampu menyalip lawan-lawannya sejak awal hingga akhirnya menang tipis atas Carlos Cano dalam duel photo finish yang menegangkan.

Hasil tersebut semakin memperkuat anggapan bahwa Indonesia kini memiliki dua talenta besar yang sedang meniti jalan menuju MotoGP, yakni Kiandra Ramadipa dan Veda Ega Pratama.

Baca Juga: Tiga Jemaah Haji Lansia asal Blitar Sempat Alami Kelelahan, Kemenhaj: Alhamdulillah Mereka Sudah Pulih, Lanjut Terbang ke Tanah Suci

Kiandra Ramadipa Menang Dramatis di Barcelona

Balapan European Talent Cup di Barcelona berlangsung sengit sejak lap pertama. Carlos Cano sempat memimpin lomba, sementara Kiandra Ramadipa perlahan merangsek ke barisan depan meski harus menghadapi tekanan dari sejumlah pembalap papan atas.

Persaingan makin panas memasuki lap-lap akhir. Kiandra beberapa kali terlibat duel posisi dengan Carlos Cano, Alvaro Lucas, hingga Travis Bohorquez. Bahkan sempat terjadi kontak antarpembalap ketika perebutan posisi semakin agresif.

Pada dua lap terakhir, Kiandra berhasil mengambil alih posisi terdepan. Namun Carlos Cano tidak menyerah begitu saja. Keduanya terlibat pertarungan sengit hingga tikungan terakhir sebelum akhirnya balapan ditentukan melalui drag race menuju garis finis.

Baca Juga: Review Polytron Fox R: Motor Listrik Murah Rp20 Jutaan Ini Ternyata Punya Top Speed 97 Km/Jam, Tapi Ada Kekurangan yang Bikin Kaget

Hasilnya, Kiandra Ramadipa menang dengan selisih sangat tipis, yakni hanya 0,007 detik. Kemenangan tersebut langsung menjadi sorotan karena menunjukkan mental bertarung pembalap Indonesia di level Eropa.

“Saya masih tidak percaya dengan hasil balapan ini karena sangat sulit dan sangat ketat,” ujar Kiandra usai lomba.

Pembalap binaan Astra Honda Racing Team itu juga menyampaikan rasa syukur dan mempersembahkan kemenangan untuk Indonesia serta keluarganya.

Baca Juga: 8 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta yang Minim Penyakit, Avanza hingga Honda Jazz Masih Layak Dibeli 2026

“Alhamdulillah, ini untuk Indonesia dan keluarga saya,” katanya.

Veda Ega Pratama Tetap Jadi Andalan Indonesia di Moto3 2026

Di tengah sorotan terhadap Kiandra Ramadipa, nama Veda Ega Pratama tetap menjadi perhatian besar publik balap nasional. Pembalap muda asal Indonesia tersebut diproyeksikan tampil penuh di Moto3 musim 2026 bersama Honda Team Asia.

Veda sebelumnya dikenal sebagai salah satu pembalap paling dominan di Asia Talent Cup. Ia bahkan berhasil menjadi runner-up Red Bull Rookies Cup 2025, sebuah pencapaian penting yang membuka jalannya menuju level dunia.

Dalam berbagai tes pramusim Moto3 2026, Veda juga menunjukkan perkembangan cukup menjanjikan. Ia beberapa kali mampu bersaing di papan tengah hingga mendekati barisan depan melawan rider-rider Eropa yang lebih berpengalaman.

Kehadiran Veda di Moto3 2026 menjadi momentum penting bagi Indonesia karena sudah lama publik menanti pembalap Tanah Air tampil konsisten di kejuaraan dunia Grand Prix.

Tak hanya itu, gaya balap Veda yang agresif namun stabil membuat banyak penggemar optimistis dirinya bisa berkembang lebih cepat dalam beberapa musim mendatang.

Moto3 sendiri dikenal sebagai kelas paling kompetitif dalam jenjang Grand Prix karena diisi pembalap muda terbaik dari berbagai negara.

Rivalitas Kiandra dan Veda Dinilai Jadi Era Baru Balap Indonesia

Munculnya Kiandra Ramadipa dan Veda Ega Pratama dianggap sebagai titik penting kebangkitan balap Indonesia di kancah internasional. Selama ini Indonesia dikenal memiliki basis penggemar MotoGP terbesar di dunia, tetapi minim prestasi di lintasan balap dunia.

Kini situasinya mulai berubah. Kiandra tampil impresif di European Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup, sementara Veda sudah selangkah lebih maju menuju Moto3 2026.

Keduanya juga memiliki jalur karier berbeda. Veda berkembang dari Asia Talent Cup sebelum menembus Eropa, sedangkan Kiandra lebih cepat beradaptasi di kompetisi Eropa melalui European Talent Cup.

Meski sering dibandingkan, rivalitas keduanya justru dinilai sehat dan positif bagi perkembangan motorsport Indonesia. Banyak pengamat menilai persaingan dua rider muda ini dapat memotivasi pembalap Indonesia lain untuk berani bersaing di level internasional.

Data musim 2025 menunjukkan Kiandra sukses meraih kemenangan di European Talent Cup serta podium di Red Bull Rookies Cup. Sementara Veda berhasil menjaga konsistensi hingga menembus grid Moto3 2026.

Keberhasilan mereka menjadi sinyal bahwa Indonesia mulai memiliki regenerasi pembalap berkualitas dunia.

Publik kini menantikan bagaimana kiprah Kiandra Ramadipa dan Veda Ega Pratama dalam beberapa tahun ke depan. Jika perkembangan keduanya terus meningkat, bukan tidak mungkin Indonesia benar-benar memiliki wakil kuat di MotoGP pada masa mendatang.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Kiandra Ramadhipa #veda ega pratama #moto3 2026