JAKARTA - Kiandra Ramadipa sukses mencuri perhatian dunia balap setelah menjuarai European Talent Cup (ETC) 2026 di Sirkuit Catalunya, Barcelona. Hebatnya, pembalap muda Indonesia itu meraih kemenangan usai memulai balapan dari posisi ke-24, sebuah comeback yang langsung dibandingkan dengan aksi legendaris Valentino Rossi.
Kemenangan Kiandra Ramadipa di European Talent Cup menjadi pembicaraan hangat di paddock balap junior Eropa. Pembalap berusia 15 tahun tersebut tampil luar biasa dengan menyalip satu per satu rivalnya hingga finis pertama di garis akhir Catalunya.
Aksi sensasional itu membuat banyak pengamat menyebut Kiandra sebagai “Valentino Rossi dari Indonesia” karena kemampuannya bangkit dari posisi belakang dan tetap mampu merebut kemenangan dramatis.
Baca Juga: Pencari Ikan Hanyut di Sungai Brantas Ditemukan Warga 20 Km dari Lokasi Tenggelam
Kiandra Ramadipa Tampil Gila di Catalunya
Balapan European Talent Cup di Catalunya pada 2 November 2026 menjadi titik balik besar dalam karier Kiandra Ramadipa. Pembalap Honda Asia Dream Racing Junior Team itu harus memulai balapan dari posisi ke-24 usai mengalami hasil buruk pada sesi kualifikasi.
Dalam dunia balap, start dari posisi paling belakang biasanya membuat peluang podium nyaris tertutup. Namun Kiandra justru membalikkan keadaan dengan performa agresif sepanjang 13 lap balapan.
Overtake demi overtake berhasil dilakukan pembalap muda Indonesia tersebut. Ia tampil tenang di tikungan teknis Catalunya sambil terus memangkas jarak dengan rombongan depan.
Memasuki tiga lap terakhir, Kiandra mulai bertarung langsung dengan Carlos Cano dalam perebutan posisi terdepan. Duel berlangsung ketat hingga tikungan terakhir sebelum akhirnya Kiandra memanfaatkan slipstream untuk menyalip tepat menjelang garis finis.
Kiandra mencatat waktu 24 menit 24,7 detik untuk memastikan kemenangan fantastisnya di European Talent Cup 2026.
Komentator balapan bahkan menyebut aksi tersebut sebagai “Drive of The Day” karena dianggap sebagai salah satu comeback terbaik musim ini di ajang pembinaan menuju MotoGP.
Perjalanan Kiandra Ramadipa Menuju Podium Dunia
Nama Kiandra Ramadipa sebenarnya sudah mulai diperhitungkan sejak awal musim European Talent Cup 2026. Meski sempat kesulitan beradaptasi di Estoril, Portugal dan Jerez, Spanyol, performanya perlahan meningkat drastis.
Momentum kebangkitan mulai terlihat saat seri Magny-Cours, Prancis. Di sana, Kiandra sukses menjadi pembalap Indonesia pertama yang memenangkan balapan di European Talent Cup.
Setelah itu performanya semakin stabil. Ia tampil kompetitif di Aragon dan Misano hingga akhirnya mencapai puncak performa di Catalunya.
Berdasarkan klasemen resmi FIM JuniorGP per 3 November 2026, Kiandra Ramadipa menutup musim di posisi ketiga dunia dengan total 129 poin.
Ia hanya kalah dari dua pembalap Spanyol, Carlos Cano dengan 145 poin dan Fernando Bujoza dengan 144 poin.
Prestasi tersebut menempatkan Kiandra sebagai salah satu pembalap Asia paling sukses dalam sejarah European Talent Cup. Pencapaian itu juga memperkuat reputasi Indonesia sebagai negara yang mulai serius melahirkan talenta menuju MotoGP.
“Alhamdulillah ini untuk Indonesia dan keluarga saya. Saya harus start dari nomor 24, tapi hari ini untuk Indonesia,” ujar Kiandra usai balapan.
Tangisan Kiandra dan Jalan Menuju Moto3
Momen paling emosional terjadi setelah balapan selesai. Kiandra terlihat menangis di paddock sambil membawa bendera Merah Putih usai memastikan kemenangan bersejarah di Catalunya.
Tangisan itu bukan sekadar luapan kebahagiaan, tetapi simbol perjuangan panjang seorang pembalap muda Indonesia yang harus beradaptasi dengan kerasnya persaingan Eropa.
Kiandra juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, tim, dan Astra Honda Racing Team yang terus mendukung perjalanan kariernya.
Kini banyak pihak mulai memprediksi masa depan besar Kiandra Ramadipa. Dengan usia yang baru menginjak 15 tahun, ia dinilai memiliki peluang besar naik ke JuniorGP pada musim 2026.
Jalur tersebut sebelumnya juga ditempuh oleh Veda Ega Pratama sebelum melangkah ke Moto3.
Jika mampu mempertahankan performa konsisten, Kiandra disebut berpotensi mengikuti jejak pembalap Indonesia lainnya menuju kejuaraan dunia Moto3 bahkan MotoGP.
Musim 2026 pun menjadi bukti bahwa Indonesia kini memiliki generasi baru pembalap muda yang siap bersaing di level internasional.
Dari Estoril hingga Catalunya, Kiandra Ramadipa telah menunjukkan bahwa posisi start bukan segalanya. Bahkan dari urutan ke-24, pembalap Indonesia itu tetap mampu berdiri di podium tertinggi Eropa.
Editor : Divka Vance Yandriana