Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Veda Ega Pratama Bukan Lagi Sekadar Rookie Moto3, Pembalap Indonesia Ini Mulai Dianggap Penantang Gelar

Maylanni Diana Fitri • Jumat, 22 Mei 2026 | 17:52 WIB
Veda Ega Pratama tampil konsisten di Moto3 2026 dan mulai dianggap sebagai penantang serius meski masih rookie.(pinterest)
Veda Ega Pratama tampil konsisten di Moto3 2026 dan mulai dianggap sebagai penantang serius meski masih rookie.(pinterest)

Blitar Kawentar - Veda Ega Pratama terus mencuri perhatian dunia balap setelah tampil konsisten pada musim debut Moto3 2026. Meski masih berstatus rookie, pembalap muda Indonesia itu mulai dianggap sebagai penantang serius usai mencatat hasil impresif sejak awal musim, mulai dari podium di Brasil hingga comeback sensasional di Catalunya.

Performa Veda Ega Pratama sepanjang Moto3 2026 memang menjadi sorotan besar publik Indonesia. Rider Honda Team Asia tersebut tampil mengejutkan dengan kemampuan adaptasi cepat di tengah ketatnya persaingan Grand Prix.

Dari Thailand, Brasil, Le Mans, hingga Catalunya, Veda menunjukkan perkembangan signifikan. Banyak pihak kini menilai pembalap asal Gunung Kidul itu datang ke Moto3 bukan sekadar untuk belajar, melainkan untuk langsung bersaing di papan atas.

Veda Ega Pratama Tampil Konsisten Sejak Debut Moto3 2026

Musim debut biasanya menjadi fase berat bagi seorang pembalap rookie. Namun situasi berbeda justru dialami Veda Ega Pratama di Moto3 2026.

Baca Juga: Rekomendasi Motor Listrik Terbaik 2026 yang Bagus dan Awet, Polytron Fox 500 hingga Uwinfly M110G Jadi Buruan Baru

Sejak seri pembuka di Thailand, Veda langsung memperlihatkan potensi besar. Ia berhasil tampil kompetitif dan mampu bersaing dengan rider-rider Eropa yang lebih berpengalaman.

Penampilan apik itu berlanjut di Moto3 Brasil ketika Veda sukses meraih podium pertamanya musim ini. Hasil tersebut menjadi pencapaian luar biasa bagi rider debutan asal Indonesia.

Tak berhenti di situ, Veda kembali menunjukkan konsistensi saat finis posisi empat di Le Mans. Ia juga tampil sensasional di Moto3 Catalunya setelah melakukan comeback besar dari posisi start belakang hingga finis di urutan kedelapan.

Rangkaian hasil tersebut membuat nama Veda mulai diperhitungkan di paddock Moto3 internasional.

“Veda datang ke Moto3 bukan untuk belajar. Ia datang sebagai penantang,” menjadi narasi yang ramai dibicarakan penggemar balap setelah melihat performanya musim ini.

Rookie Indonesia Mulai Jadi Ancaman Baru di Moto3

Kecepatan adaptasi Veda Ega Pratama menjadi salah satu faktor utama yang membuat banyak pihak terkejut. Biasanya rookie membutuhkan waktu panjang untuk memahami karakter motor Moto3 dan ritme balapan Grand Prix.

Namun Veda justru mampu langsung kompetitif sejak seri awal musim. Ia terlihat tenang saat duel posisi dan cukup matang dalam mengatur race pace.

Baca Juga: Review Polytron Fox Air Setelah 26.000 Km, Pemilik Bongkar Kerusakan hingga Biaya Perawatan: Masih Worth It Dipakai Harian?

Performa stabil tersebut membuat pembalap Indonesia mulai dianggap sebagai ancaman baru di Moto3 2026.

Apalagi Moto3 selama ini didominasi pembalap asal Spanyol dan Italia. Dalam beberapa dekade terakhir, sangat sedikit rider Asia yang mampu tampil konsisten di papan atas.

Karena itu, kemunculan Veda menjadi angin segar bagi dunia balap Indonesia sekaligus Asia Tenggara.

Honda Team Asia juga disebut puas dengan perkembangan pembalap mudanya tersebut. Dukungan teknis terus diberikan agar Veda mampu menjaga performa hingga akhir musim.

Selain kemampuan balap, mental bertanding Veda juga mendapat banyak pujian. Ia dinilai tidak mudah panik meski harus memulai race dari posisi kurang ideal.

Hal itu terlihat jelas di Catalunya ketika Veda mampu menyalip banyak pembalap dan finis di zona top 10.

Indonesia Kini Punya Harapan Baru di Grand Prix

Kemunculan Veda Ega Pratama di Moto3 2026 membuat publik Indonesia kembali memiliki harapan besar di ajang Grand Prix. Setelah cukup lama tidak memiliki rider yang kompetitif di level dunia, kini nama Indonesia mulai kembali diperhitungkan.

Dukungan untuk Veda terus mengalir di media sosial setiap kali balapan berlangsung. Banyak penggemar menilai pembalap asal Gunung Kidul itu memiliki potensi besar untuk mencetak sejarah baru bagi Indonesia.

Apalagi usianya masih sangat muda, yakni 17 tahun. Artinya, peluang berkembang dan naik level ke kelas yang lebih tinggi masih terbuka sangat lebar.

Meski begitu, perjalanan Moto3 musim ini masih panjang. Persaingan papan atas juga sangat ketat dengan dominasi pembalap Eropa yang belum sepenuhnya runtuh.

Namun satu hal yang mulai terlihat jelas, Veda bukan lagi sekadar rookie biasa. Ia perlahan berubah menjadi salah satu pembalap muda paling menjanjikan di Moto3 2026.

Apapun hasil yang diraih pada setiap balapan, dukungan publik Indonesia dipastikan akan terus mengiringi perjalanan Veda Ega Pratama di Grand Prix. Pembalap muda itu kini membawa harapan baru bagi Merah Putih di lintasan balap dunia.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#rookie moto3 2026 #Honda Team Asia #veda ega pratama #moto3 2026 #pembalap Indonesia Moto3