Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Veda Ega Pratama, Bocah 15 Tahun Asal Gunungkidul yang Digadang Jadi Masa Depan MotoGP Indonesia, Ini Rekam Jejaknya

Divka Vance Yandriana • Jumat, 22 Mei 2026 | 20:00 WIB
Veda Ega Pratama tampil impresif di Red Bull Rookies Cup 2024 dan digadang jadi calon pembalap MotoGP Indonesia masa depan.
Veda Ega Pratama tampil impresif di Red Bull Rookies Cup 2024 dan digadang jadi calon pembalap MotoGP Indonesia masa depan.

JAKARTA - Veda Ega Pratama menjadi sorotan pencinta balap motor setelah tampil impresif di ajang Red Bull Rookies Cup 2024. Pembalap muda Indonesia berusia 15 tahun itu dinilai sebagai salah satu talenta terbaik yang berpeluang menembus MotoGP di masa depan berkat performa konsisten dan prestasi gemilang sejak usia dini.

Nama Veda Ega Pratama semakin ramai diperbincangkan setelah sukses menembus barisan depan Red Bull Rookies Cup, kompetisi junior bergengsi yang dikenal sebagai jalur lahirnya banyak pembalap MotoGP dunia. Meski baru pertama kali membalap di Eropa, Veda mampu finis di peringkat kedelapan klasemen akhir dengan koleksi 112 poin.

Prestasi tersebut melengkapi perjalanan karier luar biasa pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, yang sebelumnya sukses menjuarai Asian Talent Cup 2023 secara dominan. Veda bahkan menjadi pembalap Indonesia pertama yang mampu meraih gelar juara di ajang tersebut.

Baca Juga: Pencari Ikan Hanyut di Sungai Brantas Ditemukan Warga 20 Km dari Lokasi Tenggelam

Awal Karier Veda Ega Pratama Dimulai Sejak Usia 5 Tahun

Veda Ega Pratama lahir di Gunungkidul pada 23 November 2008. Dunia balap motor bukan hal asing bagi dirinya karena sang ayah, Sudarmono, merupakan pembalap lokal yang cukup berprestasi di kelas motor bebek dan sport.

Saat berusia lima tahun, Veda sudah mendapatkan motor pertamanya berupa mini motocross untuk latihan dasar mengendarai motor. Bakatnya mulai terlihat ketika tampil di Kejuaraan Nasional Motocross 50 cc pada 2016. Saat itu, Veda yang baru berusia delapan tahun langsung finis di posisi keempat klasemen akhir.

Pada 2017, Veda mulai mencoba berbagai kelas balap nasional, termasuk Motoprix dan Honda Dream Cup. Menggunakan Honda Blade 125 cc dan Honda Sonic 150R, ia berhasil merebut gelar juara di Motoprix 150 cc serta Honda Dream Cup.

Baca Juga: Review Polytron Fox 350: Motor Listrik Rp15 Jutaan Ini Bisa Tempuh 136 Km, Tapi Suspensi dan Jok Jadi Sorotan

Kariernya semakin berkembang ketika lolos masuk Astra Honda Racing School pada 2019. Di ajang tersebut, Veda tampil dominan menggunakan Honda NSF100 dan berhasil keluar sebagai juara. Pada tahun yang sama, ia juga sukses memenangi One Prix Championship kelas beginner serta Honda Dream Cup Rookie Class.

Pandemi COVID-19 sempat menghentikan aktivitas balapnya selama satu musim. Namun setelah kembali turun lintasan pada 2021, Veda langsung mencuri perhatian lewat debut internasional di Asian Talent Cup Mandalika.

Dari tiga balapan wildcard yang diikuti, Veda mampu dua kali finis di posisi 10 besar. Hasil itu membuatnya langsung menempati posisi ke-17 klasemen akhir meski hanya mengikuti sebagian seri.

Baca Juga: 7 Mobil Bekas Paling Layak Dibeli 2026, Honda Brio hingga Innova Reborn Dinilai Awet dan Minim Penyakit

Juara Asian Talent Cup 2023 dengan Rekor Dominan

Musim 2022 menjadi langkah penting bagi Veda Ega Pratama karena untuk pertama kalinya tampil penuh di Asian Talent Cup. Meski absen pada dua balapan awal, Veda berhasil mengakhiri musim di posisi ketiga klasemen akhir dengan raihan 141 poin.

Ia mencatat tiga kemenangan, termasuk dua kemenangan di Sirkuit Mandalika dan satu kemenangan di Thailand. Selain itu, Veda juga sukses merebut gelar juara nasional One Prix Championship menggunakan Honda Supra GTR 150.

Puncak performanya terjadi pada musim 2023. Veda tampil sangat dominan di Asian Talent Cup dengan memenangi sembilan dari total 12 balapan. Ia hanya sekali finis di posisi kedua, sekali finis kelima, dan sekali gagal finis.

Dengan hasil tersebut, Veda menutup musim sebagai juara Asian Talent Cup 2023 dengan selisih 103 poin dari pesaing terdekatnya. Rekor itu menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang meraih gelar juara sekaligus pembalap paling dominan sepanjang sejarah kompetisi tersebut.

Tak hanya bersinar di Asian Talent Cup, Veda juga tampil kompetitif di Asia Road Racing Championship kelas Asia Production 250 menggunakan Honda CBR250RR. Ia sukses meraih tiga kemenangan dan empat podium tambahan sebelum akhirnya finis di posisi ketiga klasemen akhir dengan total 160 poin.

Bersinar di Red Bull Rookies Cup dan Bidik MotoGP

Kesuksesan di Asia membuka jalan Veda Ega Pratama menuju Eropa pada musim 2024. Ia berhasil lolos ke Red Bull Rookies Cup, kompetisi junior yang dikenal melahirkan banyak bintang MotoGP dunia.

Meski belum memiliki pengalaman balapan di sirkuit Eropa, Veda mampu tampil kompetitif. Dari 14 balapan di tujuh sirkuit berbeda, ia berhasil meraih satu podium dan hanya dua kali gagal finis.

Hasil itu membuat Veda menutup musim debutnya di posisi kedelapan klasemen akhir, hanya terpaut satu poin dari pembalap peringkat ketujuh Marco Morelli.

Selain tampil di Red Bull Rookies Cup, Veda juga turun di Asia Road Racing Championship kelas Supersport 600 menggunakan Honda CBR600RR. Dari delapan balapan yang telah berlangsung, ia sukses meraih dua podium di seri Mandalika dan sementara menempati posisi ketujuh klasemen.

Dalam wawancara bersama Red Bull Rookies Cup, Veda mengaku memiliki mimpi besar menjadi pembalap Indonesia pertama yang sukses di MotoGP.

“Pahlawan saya Casey Stoner dan saya ingin menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil menembus MotoGP serta menjadi juara dunia,” ujar Veda.

Perjalanan karier Veda Ega Pratama yang terus menanjak membuat banyak penggemar balap Indonesia berharap lahirnya sejarah baru di ajang MotoGP dunia dalam beberapa tahun ke depan.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Red Bull Rookies Cup 2026 #veda ega pratama #motogGP