Blitar Kawentar– Feda Ega Pratama kembali mencuri perhatian dunia balap internasional setelah berhasil menembus posisi tujuh besar klasemen sementara Moto3 2026. Pembalap muda asal Gunung Kidul tersebut kini mengoleksi 27 poin dan mulai disebut sebagai ancaman serius bagi dominasi rider Eropa di musim debutnya bersama Honda Team Asia.
Performa konsisten Feda Ega Pratama sepanjang awal musim Moto3 2026 membuat namanya semakin diperhitungkan. Meski masih berstatus rookie, rider berusia 17 tahun itu mampu bersaing dengan pembalap-pembalap senior dari Spanyol dan Italia yang selama ini mendominasi kelas Moto3.
Konsistensi Feda terlihat dari beberapa seri awal musim. Ia sukses tampil kompetitif sejak GP Thailand hingga sejumlah balapan Eropa. Bahkan aksinya melakukan comeback dari posisi belakang di Catalunya menjadi salah satu sorotan terbesar media internasional pekan lalu.
Saat ini, persaingan papan atas Moto3 2026 masih dipimpin pembalap muda Spanyol, Maxime Quiles, dengan torehan 65 poin. Namun jarak poin antar pembalap di posisi kedua hingga ketujuh masih cukup ketat sehingga peluang perubahan klasemen masih terbuka lebar.
Feda Ega Pratama Tembus 7 Besar Moto3 2026
Berdasarkan update klasemen terbaru Moto3 2026, Maxime Quiles masih kokoh di posisi pertama dengan koleksi 65 poin. Posisi kedua ditempati Alvaro Carpe dengan 42 poin, disusul Valentin Perrone di urutan ketiga dengan 38 poin.
Baca Juga: Polsek Gencar Patroli untuk Tekan Balap Liar
Sementara itu, Guido Pini berada di posisi keempat dengan 36 poin dan Marco Morelli menempati posisi kelima usai mengoleksi 32 poin. Adrian Fernandez berada tepat di atas Feda Ega Pratama dengan raihan 29 poin.
Feda sendiri kini menghuni posisi ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 dengan 27 poin. Ia unggul atas David Almansa yang berada di posisi kedelapan dengan 25 poin serta Brian Uriarte di urutan kesembilan dengan 22 poin.
Masuknya nama Feda ke jajaran 10 besar dunia menjadi pencapaian luar biasa bagi rider debutan asal Indonesia. Sebab, Moto3 dikenal sebagai kelas yang sangat kompetitif dengan dominasi kuat pembalap Eropa selama bertahun-tahun.
Performa Feda juga dinilai spesial karena ia mampu tampil stabil di tengah tekanan tinggi dan adaptasi motor Honda NSF250R yang dikenal tidak semudah motor KTM dalam urusan top speed di lintasan lurus.
Konsistensi Jadi Kunci Kebangkitan Feda
Keberhasilan Feda Ega Pratama menembus tujuh besar klasemen tidak datang secara instan. Pembalap binaan Astra Honda tersebut menunjukkan perkembangan signifikan sejak seri pembuka musim 2026.
Pada GP Thailand, Feda langsung mengejutkan publik setelah mampu menembus barisan depan saat sesi kualifikasi. Setelah itu, ia terus memperlihatkan kematangan balap yang melampaui usianya.
Baca Juga: 5 Motor Listrik Terbaik dan Awet 2026, Jarak Tempuh Tembus 140 Km, Harga Mulai Rp14 Jutaan
Salah satu penampilan terbaiknya terjadi di Catalunya. Start dari posisi belakang, Feda berhasil melakukan recovery luar biasa hingga finis di zona poin. Aksi overtake agresif namun bersih menjadi salah satu kekuatan utama rider Indonesia tersebut.
Selain cepat, Feda juga dikenal memiliki kemampuan menjaga ritme balap dan manajemen ban yang sangat baik. Hal itu membuatnya mampu tampil kompetitif hingga lap terakhir ketika pembalap lain mulai kehilangan grip ban.
Mentalitas kuat juga menjadi nilai plus bagi rider asal Gunung Kidul itu. Meski beberapa kali mengalami tekanan dan insiden di lintasan, Feda tetap mampu bangkit dan menjaga konsistensi poin di setiap seri.
Persaingan Moto3 2026 Diprediksi Makin Panas
Persaingan Moto3 2026 dipastikan semakin sengit memasuki seri-seri Eropa berikutnya. Selisih poin yang tipis membuat perebutan posisi lima besar dunia masih sangat terbuka.
Feda Ega Pratama berpeluang besar memperbaiki posisinya apabila mampu tampil konsisten dalam beberapa balapan mendatang. Terlebih, jaraknya dengan Adrian Fernandez di posisi keenam hanya terpaut dua poin saja.
Publik Indonesia pun mulai menaruh harapan besar kepada Feda untuk mencetak sejarah di ajang Grand Prix. Banyak pengamat menilai rider Honda Team Asia itu memiliki potensi besar menjadi salah satu pembalap elite dunia di masa depan.
Di sisi lain, dominasi pembalap Spanyol seperti Maxime Quiles dan Alvaro Carpe tetap menjadi tantangan berat bagi Feda. Namun performa impresif sang rookie membuktikan bahwa talenta Asia kini mulai mampu menembus persaingan level tertinggi Moto3.
Dengan musim yang masih panjang, Feda Ega Pratama kini menjadi salah satu nama paling menarik untuk terus dipantau di Moto3 2026.
Editor : Maylanni Diana Fitri