Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Veda Ega Pratama Bikin Moto3 2026 Kembali Ramai Ditonton Indonesia, Rookie 17 Tahun Ini Langsung Tembus Podium dan Kejutkan Eropa

Divka Vance Yandriana • Jumat, 22 Mei 2026 | 20:15 WIB
Veda Ega Pratama tampil sensasional di Moto3 2026 dengan podium bersejarah dan jadi kandidat Rookie of The Year.
Veda Ega Pratama tampil sensasional di Moto3 2026 dengan podium bersejarah dan jadi kandidat Rookie of The Year.

JAKARTA - Veda Ega Pratama sukses menghidupkan kembali antusiasme masyarakat Indonesia terhadap balap Grand Prix lewat penampilan sensasionalnya di Moto3 2026. Pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu langsung mencuri perhatian pada musim debutnya setelah tampil konsisten di barisan depan dan meraih podium hanya dalam dua seri awal.

Nama Veda Ega Pratama kini menjadi pembicaraan hangat di kalangan pecinta MotoGP Indonesia. Di usia 17 tahun, ia bukan hanya sekadar pembalap debutan, tetapi mulai dianggap sebagai calon bintang baru balap dunia setelah mencatat sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang mampu naik podium Grand Prix Moto3.

Kehadiran Veda di Moto3 2026 bahkan disebut membawa kembali atmosfer era awal 2000-an saat Valentino Rossi menjadi magnet utama penggemar balap motor Indonesia. Bedanya, kali ini perhatian publik tertuju pada pembalap Merah Putih yang tampil kompetitif di lintasan dunia.

Baca Juga: Polytron Fox R 2025 Resmi Hadir dengan 3 Warna Baru, Motor Listrik Murah Ini Makin Stylish dan Cocok Buat Touring

Veda Ega Pratama Langsung Tampil Kompetitif di Moto3 2026

Penampilan Veda Ega Pratama pada awal musim Moto3 2026 langsung membuat banyak pihak terkejut. Berbeda dengan kebanyakan rookie yang membutuhkan waktu satu hingga dua musim untuk beradaptasi, Veda justru mampu langsung bersaing di grup depan.

Pada seri kedua musim ini di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Brasil, Veda berhasil finis di posisi ketiga. Hasil tersebut menjadi podium Grand Prix pertama bagi pembalap Indonesia di kelas Moto3.

Komentator MotoGP bahkan menyebut pencapaian itu sebagai momen bersejarah bagi Indonesia.

Baca Juga: 7 Mobil Bekas Paling Layak Dibeli Tahun 2026, Honda Brio hingga HR-V Disebut Awet dan Harga Jual Stabil

“Indonesia kini punya bintang baru,” ujar salah satu komentator saat Veda menyentuh garis finis podium di Brasil.

Prestasi tersebut bukan hadir secara instan. Veda diketahui mulai berlatih balap sejak usia lima tahun di area parkiran Pasar Si, Gunungkidul. Perjalanan panjang itu kini membawanya menjadi salah satu rookie paling diperhatikan di Moto3 2026.

Sebelum Veda, Indonesia memang pernah memiliki wakil di Grand Prix seperti Doni Tata, Rafid Topan, Dimas Ekky Pratama, Andi Gilang, hingga Mario Aji yang kini tampil di Moto2. Namun, performa Veda dinilai menjadi yang paling berhasil menyedot perhatian publik luas.

Baca Juga: Daihatsu Sirion 2019 Bekas Masih Layak Dibeli ? Review Interior dan Fitur Ini Jadi Alasannya

Gaya Balap Agresif Veda Disebut Mirip Marc Marquez

Selain cepat, daya tarik utama Veda Ega Pratama terletak pada gaya membalapnya yang agresif dan berani mengambil risiko. Banyak penggemar MotoGP mulai membandingkan karakter balap Veda dengan Marc Marquez.

Pada musim debutnya, Veda tampil konsisten menggunakan motor Honda NSF250RW milik Honda Team Asia. Ia memulai debut Moto3 di Buriram dengan start dari posisi kelima dan finis di urutan yang sama.

Setelah itu, Veda dua kali start dari posisi keempat pada GP Brasil dan GP Amerika. Adaptasinya dengan motor Moto3 dinilai jauh lebih cepat dibanding rookie lain yang menggunakan motor serupa.

Namun gaya agresif tersebut juga membawa risiko tinggi. Pada GP Austin, Amerika Serikat, Veda mengalami high side keras saat berada di grup depan dan gagal meraih poin.

Insiden serupa kembali terjadi di sesi kualifikasi GP Spanyol yang membuatnya harus memulai balapan dari posisi ke-17. Meski demikian, pembalap muda Indonesia itu kembali menunjukkan mental kuat.

Dari posisi ke-17, Veda mampu menyalip total 11 pembalap dan finis di posisi keenam. Hasil tersebut dinilai sebagai salah satu comeback terbaik rookie Moto3 musim ini.

Pengamat MotoGP menilai keberanian Veda dalam duel balapan menjadi faktor yang membuatnya menarik untuk ditonton. Ia dikenal tidak ragu menusuk celah sempit saat menyalip lawan, karakter yang identik dengan gaya balap modern MotoGP.

Jadi Kandidat Rookie of The Year, Veda Mulai Dilirik Tim Elite Eropa

Hingga empat seri awal Moto3 2026, Veda Ega Pratama sudah mengoleksi 37 poin dan menempati posisi keenam klasemen sementara. Capaian itu membuatnya masuk dalam daftar kandidat terkuat perebutan gelar Rookie of The Year.

Di usia yang masih 17 tahun, banyak pihak menilai ruang perkembangan Veda masih sangat besar. Ia kini bukan lagi pembalap pelengkap grid, melainkan rider muda yang mulai diperhitungkan tim-tim elite Eropa.

Musim Moto3 2026 sendiri masih panjang dengan jadwal balapan yang akan memasuki sirkuit-sirkuit klasik Eropa seperti Le Mans dan Mugello. Konsistensi Veda dalam meraih poin akan menjadi penentu langkahnya ke depan.

Jika mampu menjaga performa dan mengurangi kesalahan saat balapan, bukan tidak mungkin Veda Ega Pratama akan menjadi pembalap Indonesia pertama yang benar-benar mampu bersaing di papan atas Grand Prix dunia.

Kehadirannya kini bukan hanya membangkitkan antusiasme penonton MotoGP Indonesia, tetapi juga membuka harapan baru lahirnya era emas balap motor Tanah Air di level internasional.

Editor : Divka Vance Yandriana
#veda ega pratama #moto3 2026 #rookie of the year