Blitar Kawentar – Klasemen Moto3 2026 terbaru kembali menghadirkan persaingan sengit di papan atas. Pembalap muda Indonesia, Feda Ega Pratama, kini menempati posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 37 poin dan terus membayangi para rider elite Eropa di musim debutnya bersama Honda Team Asia.
Performa konsisten Feda Ega Pratama sepanjang awal Moto3 2026 membuat namanya semakin diperhitungkan di level dunia. Rider asal Gunung Kidul tersebut hanya terpaut delapan poin dari posisi lima besar yang saat ini ditempati Marco Morelli.
Di sisi lain, Maximo Quiles masih terlalu tangguh bagi rival-rivalnya. Pembalap Spanyol itu kokoh di puncak klasemen sementara Moto3 2026 dengan raihan 90 poin setelah tampil dominan dalam beberapa seri terakhir.
Persaingan papan atas Moto3 musim ini diprediksi semakin panas karena selisih poin antar pembalap di posisi kedua hingga kedelapan masih cukup rapat. Satu hasil podium saja bisa langsung mengubah posisi klasemen secara drastis.
Maximo Quiles Masih Kuasai Puncak Klasemen
Maximo Quiles tampil luar biasa sejak awal musim Moto3 2026. Rider CFMoto Aspar Team tersebut berhasil mengoleksi 90 poin dan nyaman memimpin klasemen sementara.
Posisi kedua ditempati Alvaro Carpe dengan 53 poin. Pembalap Red Bull KTM Ajo itu terus menjadi rival terdekat Quiles meski selisih poin keduanya cukup jauh.
Sementara Adrian Fernandez berada di posisi ketiga dengan 49 poin. Rider Leopard Racing tersebut masih konsisten berada di papan atas dan menjadi salah satu kandidat kuat perebutan gelar juara dunia Moto3 musim ini.
Valentin Perrone menempati posisi keempat dengan 47 poin. Sedangkan Marco Morelli berada di urutan kelima usai mengumpulkan 45 poin.
Dominasi rider Spanyol memang masih terasa sangat kuat di Moto3 2026. Namun kehadiran Feda Ega Pratama mulai menjadi ancaman baru yang mengganggu persaingan para pembalap Eropa tersebut.
Feda Ega Pratama Jadi Rookie Paling Menarik
Feda Ega Pratama kini menghuni posisi keenam klasemen Moto3 2026 dengan raihan 37 poin. Pencapaian itu sangat impresif mengingat musim ini menjadi debut perdananya di kelas Grand Prix.
Rider Honda Team Asia tersebut tampil konsisten dalam beberapa balapan terakhir. Gaya balap agresif, kemampuan overtaking, serta mental kuat menjadi nilai plus yang membuat Feda mulai mendapat sorotan internasional.
Di bawah Feda terdapat Guido Pini di posisi ketujuh dengan 36 poin. David Almansa berada di urutan kedelapan dengan 33 poin, sedangkan Brian Uriarte menempati posisi kesembilan dengan 28 poin.
David Munoz melengkapi daftar 10 besar klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 22 poin.
Selisih poin yang tipis membuat persaingan perebutan lima besar dunia masih sangat terbuka. Feda bahkan berpeluang besar naik klasemen apabila mampu tampil impresif di seri-seri Eropa berikutnya.
Banyak pengamat menilai pembalap Indonesia itu memiliki potensi besar menjadi salah satu rider elite masa depan MotoGP apabila terus berkembang secara konsisten.
Peluang Feda Menembus Lima Besar Dunia
Dengan musim yang masih panjang, peluang Feda Ega Pratama untuk masuk lima besar klasemen dunia masih sangat terbuka. Apalagi performanya terus menunjukkan peningkatan dari seri ke seri.
Feda hanya terpaut delapan poin dari Marco Morelli di posisi kelima. Jarak tersebut bisa dipangkas hanya dalam satu balapan apabila rider Honda Team Asia itu mampu meraih podium atau finis di posisi depan.
Seri-seri berikutnya seperti Catalunya dan Mugello akan menjadi ujian penting bagi Feda. Dua sirkuit Eropa tersebut dikenal sangat teknikal dan menuntut kemampuan racecraft yang matang.
Namun melihat perkembangan performanya sejauh ini, publik Indonesia punya alasan besar untuk optimistis. Feda Ega Pratama kini bukan sekadar pelengkap di Moto3 2026, melainkan ancaman nyata bagi dominasi pembalap Eropa.
Editor : Maylanni Diana Fitri