Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Media Italia Mulai Kagum, Feda Ega Pratama Tembus 5 Besar Moto3 2026 usai Comeback Gila di Catalunya

M. Helmi Nurhisam • Selasa, 26 Mei 2026 | 14:52 WIB
Feda Ega Pratama tembus 5 besar Moto3 2026 usai comeback luar biasa di Catalunya dan mulai dipuji media Italia serta Honda Team Asia.(Pinterest)
Feda Ega Pratama tembus 5 besar Moto3 2026 usai comeback luar biasa di Catalunya dan mulai dipuji media Italia serta Honda Team Asia.(Pinterest)

Blitar Kawentar - Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan dunia balap setelah sukses menembus posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai tampil luar biasa di GP Catalunya. Pembalap muda Indonesia itu melakukan comeback sensasional dari posisi start ke-20 hingga finis di posisi kedelapan, membuat media Italia dan pengamat MotoGP Eropa mulai memberikan perhatian besar terhadap performanya.

Hasil di Catalunya menjadi bukti bahwa Feda Ega Pratama bukan sekadar rookie biasa di Moto3 musim 2026. Di tengah persaingan brutal kelas ringan Grand Prix, rider Honda Team Asia tersebut justru mampu menunjukkan mental petarung dan konsistensi yang mulai membuat rival-rivalnya waspada.

Dengan tambahan poin dari Catalunya, Feda kini bertahan di papan atas klasemen sementara Moto3 2026 dan memimpin persaingan rookie of the year.

Baca Juga: Feda Eka Pratama Bikin Geger MotoGP Italia 2026, Rookie Indonesia Ini Lampaui Catatan Fabio Quartararo di Moto3

Comeback Brutal Feda di Catalunya Bikin Moto3 Heboh

Balapan Moto3 Catalunya 2026 menjadi salah satu penampilan terbaik Feda musim ini. Memulai race dari posisi ke-20, banyak pihak awalnya meragukan peluang pembalap Indonesia tersebut untuk bisa menembus rombongan depan.

Namun situasi berubah total sejak lap pertama. Feda langsung tampil agresif dengan gaya balap khasnya yang berani saat cornering dan late braking. Meski motor Honda Team Asia terlihat kalah kompetitif di trek lurus dibanding KTM dan CFMoto, Feda mampu menutupi kekurangan itu lewat keberanian di tikungan.

Lap demi lap, posisinya terus naik. Dari luar 20 besar, lalu masuk 15 besar hingga akhirnya sukses finis di posisi kedelapan.

Penampilan tersebut langsung memancing sorotan media Italia. Beberapa media Eropa bahkan mulai menyebut Feda sebagai salah satu rookie paling menarik di Moto3 musim ini.

Italia sendiri dikenal sangat kritis terhadap pembalap muda. Karena itu, pujian dari media Negeri Pizza dianggap sebagai sinyal bahwa performa Feda benar-benar mulai diperhitungkan di level dunia.

Balapan Catalunya akhirnya dimenangkan oleh Maximo Quiles, namun aksi comeback Feda justru menjadi salah satu cerita paling ramai dibahas sepanjang akhir pekan.

Hiroshi Aoyama Bongkar Mental Juara Feda Ega Pratama

Bos Honda Team Asia Hiroshi Aoyama juga ikut memberikan pujian besar kepada pembalap asal Gunungkidul tersebut. Menurut mantan rider MotoGP asal Jepang itu, Feda memiliki mentalitas yang sangat jarang dimiliki rookie.

Aoyama mengaku kagum dengan cara Feda menghadapi tekanan sepanjang akhir pekan Catalunya, terutama setelah harus start dari posisi belakang akibat sesi kualifikasi yang sulit.

“Ia tidak mudah menyerah, tetap tenang dalam situasi sulit, dan selalu percaya diri,” ungkap Aoyama.

Aoyama bahkan menyebut Feda memiliki semangat “ngeyel” yang positif. Artinya, pembalap muda Indonesia itu terus melawan keadaan meski situasi tampak tidak menguntungkan.

Mentalitas seperti itu dianggap sangat penting di Moto3 karena kelas tersebut dikenal sebagai salah satu kategori paling brutal di dunia balap motor. Satu kesalahan kecil saja bisa membuat pembalap kehilangan banyak posisi atau gagal finis.

Musim ini Feda memang mulai dikenal sebagai rider dengan kemampuan comeback luar biasa. Beberapa kali gagal mendapat posisi start ideal, namun tetap mampu tampil kompetitif saat race utama berlangsung.

Tembus 5 Besar Moto3 2026, Feda Jadi Ancaman Baru

Kini Feda Ega Pratama mulai dipandang sebagai ancaman serius di Moto3 2026. Rider Indonesia tersebut sukses menembus lima besar klasemen sementara dan masih memimpin persaingan rookie of the year.

Nama-nama seperti Hakim Danish dan Brian Uriarte memang terus mencoba mengejar, namun hingga saat ini Feda masih menjadi rookie paling konsisten musim ini.

Banyak pengamat juga mulai melihat perubahan besar dalam gaya balapnya. Jika di awal musim Feda sering terlalu emosional saat duel, kini ia mulai mampu mengontrol ritme balapan dengan lebih matang.

Ia tahu kapan harus menyerang dan kapan harus menjaga ban hingga akhir race. Kemampuan membaca situasi itu menjadi salah satu alasan performanya terus meningkat dari seri ke seri.

Perhatian kini tertuju pada seri berikutnya di Mugello, Italia. Karakter sirkuit cepat dengan tikungan flowing diyakini cocok dengan gaya balap agresif Feda.

Jika kembali tampil impresif di Mugello, peluang Feda untuk naik lebih tinggi di klasemen Moto3 2026 akan semakin terbuka lebar.

Saat ini, banyak fans MotoGP Indonesia mulai berani bermimpi lebih jauh. Bukan hanya soal rookie terbaik, tetapi peluang Feda Ega Pratama menembus Moto2 bahkan MotoGP di masa depan.

Perjalanan memang masih panjang. Namun satu hal mulai terlihat jelas, Feda bukan lagi sekadar kejutan dari Indonesia. Ia perlahan berubah menjadi ancaman nyata di Moto3 dunia.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Klasemen Moto3 2026 #Moto3 Catalunya 2026 #Honda Team Asia #moto3 2026 #Feda Ega Pratama