Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Veda Ega Pratama Disebut Berpeluang Digaji Rp1,4 Miliar-Rp3 Miliar di Moto3, Dapat Dukungan Khusus Honda dan Santi Hernandez Jadi Sorotan

Divka Vance Yandriana • Minggu, 31 Mei 2026 | 20:31 WIB
Veda Ega Pratama disebut berpeluang digaji miliaran rupiah di Moto3 dengan dukungan Honda dan sorotan besar dunia balap.
Veda Ega Pratama disebut berpeluang digaji miliaran rupiah di Moto3 dengan dukungan Honda dan sorotan besar dunia balap.

JAKARTA – Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar balap motor internasional. Pembalap muda asal Indonesia itu disebut memiliki peluang besar mendapatkan kontrak profesional yang menjanjikan di Moto3 setelah tampil impresif pada ajang Red Bull Rookies Cup dan berbagai kompetisi junior internasional.

Dalam sebuah ulasan yang beredar di kanal YouTube otomotif, Veda Ega Pratama dinilai berada dalam posisi yang berbeda dibanding banyak pembalap muda lainnya yang berjuang menembus ajang Moto3. Tidak sedikit rider muda yang harus membawa sponsor pribadi atau bahkan mengeluarkan biaya sendiri demi mendapatkan kursi balap di kejuaraan dunia.

Fenomena tersebut dikenal dengan istilah pay rider, yaitu pembalap yang harus membayar demi mendapatkan kesempatan tampil. Sebaliknya, hanya segelintir rider yang berstatus paid rider atau menerima gaji langsung dari tim karena dianggap memiliki potensi dan prestasi yang menjanjikan.

Baca Juga: Bocoran Daftar Pemain Baru Persib 2026/2027: Bintang Liga Inggris dan La Liga Masuk Radar, Maung Bandung Siap Mengguncang Asia!

Bagi Veda Ega Pratama, pencapaiannya sebagai salah satu talenta muda Asia yang mencuri perhatian membuat posisinya dinilai lebih kuat dibanding mayoritas rookie lainnya.

Moto3 Disebut Bukan Sekadar Balapan, tetapi Ajang Bertahan Hidup

Di balik gemerlap dunia Grand Prix, Moto3 dikenal sebagai kelas yang sangat kompetitif. Banyak pembalap muda harus menghadapi tantangan finansial yang tidak ringan, mulai dari biaya pelatih pribadi, logistik perjalanan, hingga kebutuhan teknis selama satu musim balap.

Meski demikian, pembalap yang berhasil menembus tim besar biasanya memiliki peluang memperoleh pendapatan dari berbagai sumber. Selain gaji pokok, mereka juga berpotensi mendapatkan bonus podium, kontrak sponsor pribadi, hingga kerja sama promosi di media sosial.

Baca Juga: Daftar Pemain Persib Terbaru 2026-2027: Bintang Top Hengkang, Maung Bandung Siapkan Skuad Juara

Dalam era digital saat ini, popularitas pembalap menjadi faktor penting. Jumlah pengikut di platform media sosial bahkan dapat membuka peluang kerja sama komersial yang nilainya cukup besar.

Karena itu, performa di lintasan dan citra di luar lintasan kini menjadi dua aspek yang saling melengkapi dalam membangun karier seorang rider muda.

Peluang Gaji Veda Ega Pratama di Moto3

Berdasarkan analisis yang disampaikan dalam video tersebut, Veda Ega Pratama disebut berpeluang memperoleh pendapatan sekitar 70.000 hingga 150.000 euro per musim apabila mendapatkan kontrak sebagai pembalap yang digaji tim.

Baca Juga: Hasil Sprint MotoGP Italia 2026, Raul Fernandez Juara, Marco Bezzecchi Tetap Puncaki Klasemen, Marc Marquez Gagal Tembus Lima Besar

Jika dikonversikan ke mata uang Indonesia, nilainya berada di kisaran Rp1,4 miliar hingga Rp3 miliar per tahun, tergantung kontrak dan bonus yang diterima.

Angka tersebut memang masih jauh dibandingkan pembalap MotoGP yang bisa memperoleh jutaan euro setiap musim. Namun untuk ukuran rookie Moto3, nominal tersebut dianggap cukup kompetitif dan menunjukkan kepercayaan besar dari tim.

Selain itu, peluang tambahan dari sponsor pribadi dan bonus prestasi juga dapat meningkatkan total pendapatan secara signifikan apabila performa Veda terus berkembang.

Dukungan Honda dan Santi Hernandez Jadi Perhatian

Salah satu aspek yang paling banyak dibahas adalah kemungkinan dukungan penuh dari lingkungan tim Honda. Dalam ulasan tersebut disebutkan bahwa Veda berpotensi mendapatkan fasilitas yang jauh lebih lengkap dibanding pembalap yang berada di tim independen.

Fasilitas tersebut meliputi dukungan teknis, analis data, program pengembangan fisik, hingga pendampingan psikolog olahraga untuk membantu pembalap menghadapi tekanan kompetisi internasional.

Nama Santi Hernandez, sosok yang dikenal luas sebagai kepala kru yang pernah bekerja bersama juara dunia MotoGP Marc Márquez, juga disebut dalam pembahasan tersebut. Kehadirannya dianggap sebagai sinyal keseriusan dalam pengembangan talenta muda.

Meski demikian, berbagai spekulasi mengenai peran Hernandez maupun dukungan khusus kepada Veda masih menjadi perbincangan di kalangan pengamat dan belum dapat dipastikan sebagai informasi resmi dari pihak terkait.

Tantangan Besar Menanti Veda Ega Pratama

Di tengah meningkatnya ekspektasi publik, tantangan terbesar bagi Veda Ega Pratama bukan hanya soal kecepatan di lintasan. Pembalap muda Indonesia itu juga harus mampu menghadapi tekanan dari media, persaingan dengan rider Eropa yang lebih berpengalaman, serta tuntutan untuk tampil konsisten sepanjang musim.

Banyak pengamat menilai bahwa kombinasi bakat, dukungan teknis yang tepat, dan mental yang kuat akan menjadi faktor penentu perjalanan kariernya di level dunia.

Jika mampu memanfaatkan peluang yang ada, Veda tidak hanya berpotensi mencatat prestasi pribadi, tetapi juga membuka jalan bagi lebih banyak pembalap Indonesia dan Asia Tenggara untuk bersaing di panggung Grand Prix.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Veda Ega Pratama Moto3 2026 #Veda Ega Pratama 2026 #veda ega pratama