Blitar Kawentar – Nama Veda Ega Pratama kini semakin dikenal pecinta balap motor internasional. Pembalap muda asal Gunung Kidul, Yogyakarta itu sukses menorehkan sejarah setelah berhasil menjadi juara Asia Talent Cup 2023 di usia yang masih sangat muda.
Prestasi tersebut membuat Veda Ega Pratama disebut sebagai harapan baru Indonesia untuk bisa bersaing di ajang balap motor dunia, termasuk Moto3 hingga MotoGP di masa depan. Kiprahnya yang terus berkembang membuat banyak penggemar otomotif mulai menaruh perhatian besar terhadap talenta muda asal Wonosari tersebut.
Veda Ega Pratama lahir di Wonosari pada 23 November 2008. Meski usianya masih sangat muda, kemampuan balapnya sudah terlihat sejak kecil. Bahkan saat berusia empat tahun, Veda sudah mulai mengenal dunia balap motor dan menunjukkan bakat luar biasa di lintasan.
Bakat balap Veda tidak lepas dari peran besar sang ayah, Sudarmono, yang merupakan mantan pembalap nasional. Sudarmono menjadi sosok penting yang membimbing sekaligus mengembangkan kemampuan Veda sejak dini melalui sekolah balap Mons54.
Baca Juga: Suzuki Karimun 2026 Makin Menarik, City Car Irit dan Modern Ini Siap Jadi Mobil Favorit Anak Muda
Diasah Lewat Astra Honda Racing School
Perjalanan karier Veda semakin serius ketika dirinya bergabung dengan Astra Honda Racing School atau AHRS pada 2019. Program binaan PT Astra Honda Motor tersebut memang dikenal sebagai tempat pembinaan pembalap muda berbakat Indonesia untuk berkiprah di level nasional hingga internasional.
Melalui AHRS, kemampuan Veda terus berkembang pesat. Ia kemudian mendapatkan kesempatan tampil di ajang Idemitsu Asia Talent Cup atau IATC, sebuah kompetisi balap bergengsi yang diselenggarakan Dorna Sports sebagai promotor MotoGP dan World Superbike.
Ajang Asia Talent Cup sendiri dikenal sebagai jalur pembinaan pembalap muda Asia menuju level lebih tinggi seperti JuniorGP, Moto3, hingga MotoGP. Banyak pembalap berbakat dunia lahir dari kompetisi tersebut.
Cetak Sejarah untuk Indonesia
Pada musim 2022, Veda tampil impresif sebagai salah satu pembalap termuda di Asia Talent Cup. Dari sejumlah balapan yang dijalani, ia berhasil mengoleksi enam podium dengan tiga kemenangan.
Performa luar biasa itu terus berlanjut pada musim 2023. Veda Ega Pratama tampil dominan dengan meraih tujuh kemenangan dan satu podium kedua dari total 10 balapan yang digelar.
Berkat hasil gemilang tersebut, Veda sukses mengunci gelar juara Asia Talent Cup 2023 meski masih menyisakan satu seri balapan di Qatar. Prestasi itu menjadi sejarah penting karena Veda menjadi pembalap Indonesia pertama yang berhasil menjuarai Asia Talent Cup.
Keberhasilan tersebut langsung mendapat sambutan hangat dari masyarakat Indonesia. Banyak yang menilai pencapaian Veda menjadi tonggak penting bagi perkembangan dunia balap motor Tanah Air.
Berpeluang Menuju MotoGP
Kesuksesan di Asia Talent Cup membuat nama Veda mulai disejajarkan dengan sejumlah mantan juara yang kini sukses di level Grand Prix dunia. Beberapa di antaranya adalah Somkiat Chantra dan Ayumu Sasaki yang mampu bersaing di kelas Moto2 dan Moto3.
Meski demikian, perjalanan Veda menuju MotoGP masih panjang. Ia tetap harus bekerja keras dan terus mengasah kemampuan agar bisa bersaing di level yang lebih tinggi.
Saat ini regulasi Moto3 menetapkan batas minimal usia pembalap adalah 18 tahun. Karena itu, Veda masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri sebelum benar-benar menembus ajang Grand Prix dunia.
Banyak pengamat menilai Veda memiliki modal besar untuk berkembang karena selain cepat di lintasan, ia juga dikenal disiplin dan memiliki mental bertanding yang kuat.
Biodata Veda Ega Pratama
Berikut biodata singkat Veda Ega Pratama:
Nama lengkap: Veda Ega Pratama
Tempat lahir: Wonosari
Tanggal lahir: 23 November 2008
Umur: 17 tahun
Agama: Islam
Instagram: @veda_54
Kini masyarakat Indonesia menaruh harapan besar kepada Veda Ega Pratama agar mampu melanjutkan prestasi hingga level Moto3, Moto2, bahkan MotoGP. Jika terus berkembang secara konsisten, bukan tidak mungkin pembalap muda asal Gunung Kidul itu akan menjadi salah satu ikon baru balap motor Indonesia di masa depan.
Editor : M. Helmi Nurhisam