BLITAR KAWENTAR – Kesiapan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kota dan Kabupaten Blitar mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Asisten Perencanaan Umum (Asrenum) Panglima TNI Letjen TNI Candra Wijaya bersama rombongan melakukan kunjungan kerja untuk meninjau progres pembangunan dan kesiapan operasional sejumlah KDKMP, Jumat (12/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga didampingi Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, serta pejabat dari kementerian dan instansi terkait.
Rombongan mendarat menggunakan helikopter di Markas Yonif 511/DY, Kota Blitar. Mereka disambut oleh jajaran Forkopimda Kota dan Kabupaten Blitar, di antaranya Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, Bupati Blitar Rijanto, Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan, serta unsur TNI, Polri, dan kejaksaan.
Baca Juga: BRI Siapkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham hingga Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang
Rangkaian peninjauan dimulai dari KDKMP Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Di lokasi tersebut, rombongan melihat kesiapan operasional koperasi sekaligus mengunjungi stan UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan masyarakat.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan peninjauan ke KDKMP Kelurahan Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, sebelum menutup kegiatan dengan mengecek pembangunan KDKMP Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.
Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bentuk pengawasan sekaligus evaluasi dari pemerintah pusat terhadap kesiapan KDKMP sebagai salah satu program strategis nasional.
“Dari hasil peninjauan, secara umum pembangunan dan persiapan operasional KDKMP berjalan dengan baik. Namun, masih perlu beberapa penyempurnaan, terutama terkait sistem pengelolaan, ketersediaan barang, dan kesiapan operasional agar dapat berjalan secara optimal,” ujarnya.
Menurut Virlani, keberadaan KDKMP tidak hanya menjadi tempat penyedia kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pemasaran bagi produk-produk lokal.
Produk UMKM yang telah memenuhi standar nantinya akan diprioritaskan untuk masuk dalam rantai distribusi KDKMP.
“Di Karangsari tadi ada produk UMKM. Arahan dari tim pusat nanti akan dibuat aturan agar UMKM yang sudah layak dapat menjadi mitra KDKMP dan produknya bisa langsung dibeli,” jelasnya.
Selain produk UMKM, hasil peternakan masyarakat seperti telur ayam juga berpeluang masuk dalam sistem distribusi KDKMP. Komoditas tersebut nantinya dapat disalurkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun kebutuhan masyarakat lainnya.
“Telur yang selama ini menjadi perhatian terkait harga juga bisa masuk ke KDKMP, kemudian disuplai untuk MBG atau kebutuhan lain sehingga dapat membantu peternak,” katanya.
Virlani menyebut Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara telah memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut dan akan segera menindaklanjuti agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
“Terutama LPG 3 kilogram yang memang banyak dicari masyarakat. Hal itu sudah menjadi perhatian dan akan segera dilakukan pemenuhan serta sosialisasi kepada masyarakat,” tandasnya.(jar/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah