Blitar Kawentar - Atlet voli nasional Yolla Yuliana mengungkap sisi lain kehidupannya sebagai pemain profesional. Di balik popularitas dan sederet prestasi yang diraih, Yolla mengaku tubuhnya kini tidak lagi berada dalam kondisi terbaik akibat cedera yang terus menghantui.
Pengakuan tersebut disampaikan Yolla saat menjadi bintang tamu dalam sebuah podcast. Ia bercerita mengenai perjalanan kariernya, kondisi fisik saat ini, hingga rencana setelah pensiun dari dunia voli.
Dalam perbincangan itu, Yolla mengaku mulai menyadari bahwa usia dan cedera menjadi tantangan besar bagi seorang atlet profesional. Bahkan, ia merasa performanya saat ini sudah berbeda dibanding beberapa tahun lalu.
"Aku emang sekarang sudah turun performanya. Soalnya ada cedera bahu," ujar Yolla.
Cedera tersebut ternyata cukup serius. Ia mengungkapkan mengalami robekan pada bagian bahu kanan dengan beberapa titik sobekan sekaligus.
Cedera Bahu Ganggu Permainan
Menurut Yolla, cedera yang dialaminya bukan sekadar rasa nyeri biasa. Ia juga mengalami bursitis, yaitu kondisi peradangan pada bantalan sendi yang berfungsi sebagai pelindung antar tulang.
Akibatnya, kekuatan pukulan yang dulu menjadi andalannya mulai berkurang.
"Dulu aku main lebih ke power. Sekarang power-nya sudah enggak seperti dulu," katanya.
Sebagai atlet yang telah lama berkecimpung di dunia voli, kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, Yolla tetap berusaha tampil maksimal setiap kali dipercaya memperkuat tim.
Atlet Voli Tidak Bisa Selamanya Bermain
Yolla juga menyoroti anggapan sebagian masyarakat yang menganggap profesi atlet tidak menjanjikan untuk masa depan.
Menurutnya, menjadi atlet saat ini cukup mampu memberikan kehidupan yang layak. Namun, setiap atlet tetap harus memiliki rencana cadangan.
"Jadi atlet itu menghidupkan. Tapi kita juga harus punya plan B. Enggak mungkin mandangin medali doang di rumah," tuturnya.
Ia menilai atlet harus mulai memikirkan investasi atau bisnis sejak masih aktif bertanding. Hal itu penting karena karier olahraga memiliki batas waktu.
Yolla memperkirakan rata-rata atlet voli putri pensiun pada usia 32 hingga 34 tahun.
Mulai Memikirkan Masa Pensiun
Meski belum memutuskan kapan benar-benar gantung sepatu, Yolla mengakui dirinya tidak ingin terlalu lama memaksakan kondisi tubuh.
Apalagi, cedera yang dialami membuat proses latihan menjadi lebih berat dibanding sebelumnya.
Ia pun mulai memikirkan aktivitas setelah pensiun nanti. Salah satu pilihan yang terpikir adalah menjadi pelatih.
Meski begitu, Yolla juga menyadari karakter tegas yang dimilikinya mungkin akan menjadi tantangan tersendiri jika harus melatih pemain muda.
"Aku galak kalau jadi pelatih," ujarnya sambil tertawa.
Selain menjadi pelatih, Yolla juga membuka peluang menjajal dunia hiburan. Ia mengaku tertarik mencoba bermain film apabila mendapat kesempatan yang sesuai.
Tetap Bersyukur dengan Perjalanan Karier
Terlepas dari berbagai tantangan yang dihadapi, Yolla tetap bersyukur atas perjalanan panjangnya sebagai atlet voli Indonesia.
Ia telah meraih berbagai prestasi, mulai dari medali SEA Games hingga gelar juara Proliga bersama klub yang dibelanya.
Bagi Yolla, kemenangan memang patut dirayakan. Namun kekalahan juga harus diterima sebagai bagian dari proses seorang atlet.
Pengalaman panjang itu membuatnya belajar bahwa karier olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga tentang kesiapan menghadapi perubahan.
Kini, di tengah cedera dan rencana pensiun yang mulai dipikirkan, Yolla Yuliana memilih menikmati setiap kesempatan yang masih dimiliki di lapangan voli sambil mempersiapkan masa depan dengan lebih matang.
Editor : M. Helmi Nurhisam