Blitar Kawentar - Keputusan Wilda Siti Nurfadilah mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia SEA Games 2025 mengejutkan banyak pihak, terutama para Volimania yang selama ini mengikuti perjalanan karier mantan kapten tim nasional tersebut.
Kabar mundurnya Wilda Siti Nurfadilah dari posisi asisten pelatih Timnas Voli Putri Indonesia memunculkan berbagai spekulasi. Tak sedikit yang menduga adanya persoalan internal di tubuh tim jelang persiapan SEA Games 2025. Namun, Wilda akhirnya buka suara terkait alasan sebenarnya di balik keputusan tersebut.
Penyebab Wilda Siti Nurfadilah mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia SEA Games 2025 ternyata bukan karena konflik ataupun ketidakharmonisan dengan jajaran pelatih. Legenda voli nasional itu mengaku memiliki agenda lain yang waktunya bersamaan dengan persiapan SEA Games.
Bentrok Jadwal Jadi Alasan Utama
Wilda sebelumnya dipercaya bergabung dalam staf kepelatihan Timnas Voli Putri Indonesia di bawah komando pelatih kepala Marco Sugiama. Penunjukan tersebut disambut positif oleh pecinta voli Indonesia karena pengalaman dan prestasi Wilda dianggap sangat berharga bagi regenerasi atlet nasional.
Bahkan, perempuan kelahiran Bandung, 7 Februari 1995 itu telah mempersiapkan diri untuk peran barunya dengan mengikuti kursus pelatih internasional FIVB yang digelar di Padepokan Voli Sentul, Bogor.
Namun, menjelang SEA Games 2025 yang akan berlangsung pada Desember mendatang, Wilda memilih untuk mengundurkan diri.
"Terkait timnas voli putri, saya mengundurkan diri karena ada hal yang jadwal berbarengan," ujar Wilda saat dihubungi Tribunnews.com.
Pernyataan tersebut sekaligus membantah berbagai dugaan liar yang sempat berkembang di media sosial.
Belum Tahu Soal Pengganti
Meski memutuskan mundur, Wilda mengaku belum mengetahui apakah PBVSI sudah menentukan sosok pengganti untuk mengisi posisi yang ditinggalkannya sebagai asisten pelatih.
Menurutnya, federasi tentu memiliki banyak pilihan untuk mencari figur terbaik demi mendampingi Timnas Voli Putri Indonesia menghadapi persaingan ketat di SEA Games 2025.
"Saya kurang tahu untuk itu atau penggantinya, tetapi mungkin ada penggantinya," sambung Wilda.
Pernyataan tersebut menunjukkan sikap profesional Wilda yang tetap mendukung tim meskipun tidak lagi berada di dalam jajaran kepelatihan.
Rekam Jejak Gemilang Wilda Siti Nurfadilah
Kehilangan Wilda tentu menjadi sorotan karena dirinya merupakan salah satu atlet voli putri tersukses yang pernah dimiliki Indonesia.
Selama berkarier sebagai pemain profesional, Wilda pernah memperkuat sejumlah klub besar seperti Alko Bandung, Manokwari Valeria Papua Barat, Jakarta Elektrik PLN, Jakarta Popsivo Polwan, Jakarta Pertamina Energi, Bandung BJB Tandamata, Jakarta BIN, hingga Jakarta Livin Mandiri.
Prestasinya di Proliga pun sangat impresif. Wilda sukses menembus final Proliga sebanyak 10 kali secara beruntun. Dari pencapaian tersebut, tujuh di antaranya berhasil berbuah gelar juara.
Tak hanya itu, kemampuan bloknya yang luar biasa membuat Wilda meraih penghargaan individu sebagai Best Blocker sebanyak empat kali, yakni pada 2015, 2016, 2019, dan 2022.
Pilar Penting Timnas Indonesia
Di level internasional, Wilda telah memperkuat Timnas Voli Putri Indonesia sejak tahun 2011. Ia tampil dalam berbagai ajang bergengsi seperti SEA Games, ASEAN Grand Prix, Piala VTV, hingga AVC Women's Nation Cup.
Pengalaman panjang yang dimilikinya membuat Wilda menjadi salah satu figur penting dalam perkembangan voli putri Indonesia.
Meski kini memilih mundur dari kursi asisten pelatih Timnas Voli Putri Indonesia SEA Games 2025, dedikasi dan kontribusinya terhadap dunia voli nasional tetap mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat.
Kini, perhatian publik tertuju kepada PBVSI untuk menentukan sosok pengganti yang mampu melanjutkan tugas Wilda dan membantu Timnas Voli Putri Indonesia meraih prestasi terbaik di SEA Games 2025.
Editor : M. Helmi Nurhisam