Blitar Kawentar - Mario Suryo Aji kembali menjadi sorotan pada gelaran Moto2 Brasil 2026 setelah menunjukkan performa konsisten sejak sesi latihan bebas. Pembalap andalan Indonesia tersebut berhasil menembus barisan depan dan bersaing ketat dengan sejumlah kandidat juara dunia.
Penampilan Mario Suryo Aji di Moto2 Brasil 2026 menjadi bukti bahwa dirinya semakin nyaman berkompetisi di kelas menengah Kejuaraan Dunia Balap Motor. Setelah menunjukkan progres positif pada seri pembuka di Thailand, pembalap Honda Team Asia itu kembali tampil menjanjikan di Brasil.
Sejak sesi free practice pertama, Mario langsung memperlihatkan kecepatannya. Ia berhasil mengakhiri sesi di posisi ketiga dengan catatan waktu yang sangat kompetitif. Hasil tersebut membuat namanya masuk dalam daftar pembalap yang berpotensi memberikan kejutan sepanjang akhir pekan balapan.
Tampil Kompetitif Sejak Hari Pertama
Pada sesi latihan bebas pertama, Mario mampu bersaing dengan para pembalap berpengalaman yang selama ini menjadi langganan papan atas Moto2.
Posisi tercepat ditempati Alex Escrig, sementara Izan Guevara berada di posisi kedua. Di belakang mereka, Mario Suryo Aji sukses mengamankan posisi ketiga dengan selisih waktu yang sangat tipis.
Catatan tersebut menjadi sinyal bahwa Mario memiliki paket motor dan performa yang cukup kompetitif untuk bertarung di kelompok depan.
Tidak hanya sekali, konsistensi pembalap asal Magetan itu kembali terlihat pada sesi practice berikutnya. Mario mampu mempertahankan ritme balapnya dan kembali finis di posisi lima besar.
Hasil tersebut semakin memperkuat keyakinan bahwa perkembangan Mario musim ini bukanlah kebetulan.
Adaptasi Motor Berjalan Positif
Usai menjalani sesi latihan, Mario mengungkapkan bahwa dirinya merasa lebih nyaman dibandingkan sebelumnya. Ia mengaku telah mencoba beberapa penyesuaian, termasuk mengubah gaya berkendara agar bisa mendapatkan performa terbaik dari motornya.
Perubahan tersebut terbukti memberikan dampak positif. Mario terlihat lebih percaya diri saat memasuki tikungan maupun ketika melaju di lintasan lurus.
Kemajuan itu kembali terlihat pada sesi free practice kedua. Mario sukses mengamankan posisi ketiga dengan catatan waktu 1 menit 21,690 detik.
Ia hanya berada di belakang Izan Guevara dan Manuel Gonzalez yang menjadi dua pembalap tercepat pada sesi tersebut.
Keberhasilan menembus tiga besar di salah satu sesi penting menunjukkan bahwa Mario memiliki kecepatan yang cukup untuk bersaing dalam perebutan posisi terdepan.
Modal Besar Menuju Kualifikasi
Sesi kualifikasi sempat mengalami penundaan akibat kendala teknis di sirkuit. Meski demikian, hasil yang diraih Mario sepanjang latihan menjadi modal berharga untuk menghadapi penentuan posisi start.
Posisi start yang baik sangat penting di kelas Moto2 karena persaingan berlangsung sangat ketat sejak lap pertama.
Dengan performa yang ditunjukkan sejauh ini, Mario memiliki peluang untuk mengamankan grid yang kompetitif dan membuka kesempatan bertarung di kelompok depan saat balapan utama berlangsung.
Harapan Podium Bersejarah
Musim 2026 menjadi salah satu musim paling menjanjikan bagi Mario Suryo Aji sejak berkarier di ajang Grand Prix. Konsistensinya masuk dalam jajaran sepuluh besar menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibanding musim-musim sebelumnya.
Bagi penggemar balap motor Indonesia, perkembangan tersebut menghadirkan optimisme baru. Banyak yang berharap Mario mampu mengakhiri balapan di posisi podium dan mencatatkan sejarah baru bagi Indonesia.
Jika berhasil naik podium, Mario akan menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih pencapaian tersebut di kelas Moto2 Kejuaraan Dunia.
Meski tantangan dari para rival seperti Izan Guevara, Manuel Gonzalez, dan Alex Escrig tidak bisa dianggap remeh, performa yang ditunjukkan Mario sepanjang akhir pekan membuat peluang itu tetap terbuka.
Kini perhatian publik Indonesia tertuju ke Brasil. Setelah tampil impresif sejak sesi latihan, Mario Suryo Aji tinggal membuktikan bahwa dirinya mampu menerjemahkan kecepatan tersebut menjadi hasil besar saat balapan utama digelar.
Editor : Maylanni Diana Fitri