Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Perjalanan Mario Suryo Aji Menuju Moto3 Dunia, Pembalap Asal Magetan yang Dapat Dukungan Marc Marquez dan Pol Espargaro

Maylanni Diana Fitri • Selasa, 16 Juni 2026 | 18:52 WIB
Perjalanan Mario Suryo Aji menuju Moto3 dunia penuh perjuangan. Ia bahkan mendapat dukungan langsung dari Marc Marquez.(pinterest)
Perjalanan Mario Suryo Aji menuju Moto3 dunia penuh perjuangan. Ia bahkan mendapat dukungan langsung dari Marc Marquez.(pinterest)

 

Blitar Kawentar - Nama Mario Suryo Aji kini identik dengan kebangkitan pembalap Indonesia di ajang balap motor dunia. Namun sebelum dikenal luas sebagai rider yang tampil di level Grand Prix, pembalap asal Magetan, Jawa Timur tersebut harus melalui perjalanan panjang sejak usia muda.

Kisah Mario Suryo Aji menjadi inspirasi bagi banyak talenta muda Indonesia. Berbekal bakat dan kerja keras, ia berhasil menembus kompetisi internasional hingga mendapat kesempatan tampil di ajang Moto3 World Championship.

Perjalanan Mario menuju panggung dunia tidak terjadi dalam semalam. Berbagai jenjang kompetisi telah dilaluinya sejak masih berstatus pembalap binaan Astra Honda Racing School.

Awal Karier Mario Suryo Aji di Kancah Internasional

Mario Suryo Aji mulai menarik perhatian ketika bergabung dalam program pembinaan Astra Honda Racing School. Program tersebut menjadi pintu masuk bagi banyak pembalap muda Indonesia untuk mengembangkan kemampuan di level yang lebih tinggi.

Baca Juga: 9 Pevoli Putri Indonesia yang Jadi Sorotan di Luar Lapangan, dari Yolla Yuliana hingga Shella Bernadetha

Pada 2017, Mario mulai menjajal kompetisi internasional melalui Thailand Talent Cup. Keikutsertaannya dalam kejuaraan tersebut menjadi langkah awal yang penting dalam perjalanan karier balapnya.

Setelah mendapatkan pengalaman berharga di Thailand Talent Cup, Mario melanjutkan kiprahnya di ajang Asia Talent Cup dan Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas AP250 pada 2018.

Di Asia Talent Cup, Mario mampu bersaing dengan para pembalap muda terbaik Asia dan berhasil menembus posisi lima besar klasemen. Sementara di ARRC AP250, ia mengakhiri musim dengan hasil yang cukup menjanjikan di jajaran enam besar.

Tampil di FIM CEV Moto3 Junior World Championship

Perkembangan performa Mario membuat dirinya mendapat kesempatan untuk naik ke level yang lebih tinggi pada 2019. Ia bergabung dengan Astra Honda Racing Team untuk berkompetisi di FIM CEV Moto3 Junior World Championship.

Baca Juga: Pensiun dari Voli Profesional, Wilda Nurfadilah Tinggalkan Warisan Emas untuk Indonesia: 7 Gelar Proliga dan 10 Final Beruntun

Kejuaraan tersebut dikenal sebagai salah satu jalur utama menuju Moto3 World Championship karena banyak pembalap top dunia lahir dari ajang tersebut.

Selama beberapa musim berkompetisi di FIM CEV Moto3, Mario terus menunjukkan perkembangan signifikan. Ia mampu bersaing dengan pembalap-pembalap muda berbakat dari berbagai negara.

Salah satu hasil terbaik yang diraihnya adalah finis di posisi keempat pada seri Estoril. Selain itu, Mario juga berhasil meraih hasil positif di seri Catalunya yang semakin mengukuhkan potensinya sebagai calon pembalap masa depan Indonesia.

Dapat Kesempatan Wild Card Moto3

Penampilan konsisten Mario sepanjang musim membuat dirinya mendapatkan kesempatan istimewa pada 2021. Pembalap asal Magetan tersebut memperoleh jatah wild card untuk tampil di Moto3 World Championship.

Kesempatan itu diberikan pada seri Emilia Romagna dan Algarve. Bagi Mario, peluang tampil di kejuaraan dunia merupakan momen yang sangat berharga sekaligus langkah besar dalam kariernya.

Saat itu, Mario mengaku sangat senang dan antusias menerima kesempatan tersebut. Ia bertekad memberikan penampilan terbaik demi mengharumkan nama Indonesia di ajang balap motor dunia.

Tak hanya itu, Mario juga diproyeksikan bergabung dengan Honda Team Asia, tim yang selama ini menjadi wadah bagi pembalap Asia untuk berkembang di Grand Prix.

Dukungan Langsung dari Marc Marquez

Menjelang debutnya di Moto3, Mario mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan. Ia memperoleh dukungan dan motivasi langsung dari dua pembalap MotoGP, yakni Marc Marquez dan Pol Espargaro.

Keduanya memberikan semangat kepada Mario agar terus berjuang mengejar impiannya sebagai pembalap profesional di level dunia.

Dukungan dari dua nama besar MotoGP tersebut menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi Mario yang saat itu masih berusia 17 tahun.

Harapan Besar untuk Masa Depan

Saat menjalani musim 2021 di FIM CEV Moto3 Junior World Championship, Mario masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisinya di klasemen dan menembus lima besar.

Meski menghadapi persaingan ketat, performanya yang terus meningkat membuat banyak pihak optimistis terhadap masa depannya.

Perjalanan Mario Suryo Aji dari Magetan menuju panggung dunia menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level internasional. Dengan pengalaman, dukungan tim, dan mental yang terus berkembang, Mario kini menjadi salah satu aset penting balap motor Indonesia untuk masa depan.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Moto3 World Championship #FIM CEV Moto3 Junior World Championship #mario suryo aji #Honda Team Asia #marc marquez