Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Hasil AP250 ARRC Sepang: Gary Salim Finis Posisi Kedua, Razer Danica Bersinar di Tengah Hujan Insiden Pebalap Unggulan

Maylanni Diana Fitri • Selasa, 16 Juni 2026 | 19:44 WIB
Hasil AP250 ARRC Sepang diwarnai banyak insiden. Gary Salim finis kedua, Razer Danica tampil dominan. (Pinterest)
Hasil AP250 ARRC Sepang diwarnai banyak insiden. Gary Salim finis kedua, Razer Danica tampil dominan. (Pinterest)

Blitar Kawentar - Hasil AP250 ARRC Sepang kembali menyajikan tontonan penuh drama. Balapan kelas Asia Production 250 (AP250) di Sirkuit Sepang, Malaysia, berlangsung sengit dengan sejumlah insiden yang melibatkan pebalap unggulan. Di tengah kekacauan tersebut, veteran Indonesia Gary Salim sukses mencuri perhatian setelah finis di posisi kedua.

Sejak awal balapan, hasil AP250 ARRC Sepang sudah menghadirkan kejutan. Razer Danica Arenas yang memulai lomba dari pole position langsung melesat tanpa hambatan berarti. Mantan juara AP250 itu menunjukkan kelasnya dengan menjaga posisi di kelompok terdepan.

Sementara itu, persaingan antara kubu Yamaha dan Honda kembali menjadi sajian utama. Duel antarpabrikan berlangsung ketat sejak lap pembuka dan membuat jalannya lomba sulit diprediksi hingga garis finis.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Jadi Magnet Baru Moto3, Paket Misterius HRC di Garasi Honda Team Asia Picu Spekulasi Jelang GP Ceko

Razer Danica Tampil Tenang Sejak Start

Razer Danica Arenas menunjukkan mengapa dirinya layak diperhitungkan sebagai salah satu kandidat juara musim ini. Start sempurna membuatnya mampu mengendalikan ritme balapan.

Berbeda dengan Jessel Jurado yang mengalami awal kurang ideal, Razer justru tampil konsisten menjaga jarak dengan para pesaing. Ia tak terburu-buru melakukan manuver agresif dan lebih memilih bertahan di grup depan sambil menunggu momentum terbaik.

Para komentator bahkan menilai pebalap tersebut sengaja menyimpan tenaga untuk melancarkan serangan pada saat yang tepat.

Baca Juga: Trenggalek Njenggelek! Ramadhipa Bikin Dunia Balap Geger di Brno, Menang Dramatis hingga Dijuluki Superstar Baru Indonesia

Insiden Ristya Hera Rugikan Chandra Hermawan

Drama besar terjadi tidak lama setelah balapan dimulai.

Ristya Hera kembali menjadi sorotan setelah terlibat insiden yang berdampak pada Chandra Hermawan. Kontak antarkedua pebalap membuat Chandra harus mengakhiri perlombaan lebih awal.

"Kami selalu mengatakan sesuatu sering terjadi ketika Ristya Hera berada di lintasan," ujar komentator dalam siaran langsung.

Belum reda insiden tersebut, Musyvi juga mengalami kecelakaan pada momen berikutnya. Akibatnya, tiga nama besar harus tersingkir sangat cepat dari persaingan.

Situasi itu mengubah peta kompetisi dan membuka peluang bagi pebalap lain untuk naik ke barisan depan.

Abdul Razak Buktikan Kematangan di Usia 14 Tahun

Sorotan berikutnya tertuju kepada Abdul Razak.

Pebalap Honda Racing Thailand bernomor 12 itu tampil luar biasa meski baru berusia 14 tahun. Cara membalapnya dinilai sangat dewasa dan minim kesalahan.

Abdul Razak mampu menjaga konsentrasi di tengah tekanan para pebalap senior. Penampilannya menjadi salah satu kejutan terbesar dalam balapan kali ini.

Kematangan tersebut membuat banyak pihak menilai dirinya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di Asia.

 

 

Fadli Imammuddin Kehilangan Momentum

Indonesia juga sempat menaruh harapan kepada Fadli Imammuddin.

Pebalap bernomor 45 tersebut tampil cukup solid sebagai pendukung rekan setimnya di kelompok depan. Namun, memasuki lap-lap akhir, Fadli mulai kehilangan ritme.

Menjelang Tikungan 9, Daniel Sharil melakukan manuver yang memaksa Fadli bekerja ekstra keras mempertahankan posisi.

Fadli sempat mengalami momen yang cukup mengkhawatirkan. Beruntung, insiden yang dialaminya tidak separah kecelakaan sebelumnya sehingga diharapkan tetap dapat tampil optimal pada balapan berikutnya.

Gary Salim Manfaatkan Peluang

Drama kembali terjadi ketika Fahami Basam mengalami kecelakaan.

Pebalap bernomor 222 itu diduga kehilangan daya cengkeram ban setelah melewati area hijau di sisi lintasan. Padahal, saat itu Fahami berada dalam posisi yang cukup menjanjikan.

Kegagalannya dimanfaatkan oleh Kritchaporn Kaewson, runner-up musim lalu, untuk memperbaiki posisi.

Namun, sosok yang paling mencuri perhatian adalah Gary Salim.

Tanpa banyak sorotan sepanjang balapan, veteran Indonesia tersebut perlahan merangkak naik. Berbekal pengalaman dan ketenangan, Gary mampu menghindari kesalahan dan memanfaatkan insiden yang terjadi di depannya.

Usahanya berbuah manis setelah berhasil mengamankan posisi kedua.

Hasil AP250 ARRC Sepang kali ini membuktikan bahwa balapan bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga konsistensi, strategi, serta kemampuan mengambil peluang di tengah situasi sulit. Razer Danica tampil impresif di barisan depan, sementara Gary Salim menunjukkan bahwa pengalaman masih menjadi senjata ampuh untuk bersaing di level Asia.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Abdul Razak #Hasil AP250 ARRC Sepang #Razer Danica Arenas #Gary Salim #AP250 Asia Road Racing Championship