Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kisah Geri Salim: Juara Asia Pertama AP250, Nyaris Raih Poin Moto3 hingga Bangkit Usai Kecelakaan Mengerikan di Jepang

Maylanni Diana Fitri • Selasa, 16 Juni 2026 | 19:48 WIB
Kisah Geri Salim dari juara Asia AP250, nyaris raih poin Moto3 hingga bangkit usai kecelakaan hebat di Jepang. (Pinterest)
Kisah Geri Salim dari juara Asia AP250, nyaris raih poin Moto3 hingga bangkit usai kecelakaan hebat di Jepang. (Pinterest)

Blitar Kawentar - Nama Geri Salim menjadi salah satu pembalap Indonesia yang memiliki perjalanan karier paling lengkap di ajang balap motor Asia. Tak hanya sukses mencatat sejarah sebagai juara Asia AP250, Geri juga pernah mencicipi atmosfer Moto3 dan Moto2 Kejuaraan Dunia melalui kesempatan wildcard.

Dalam perbincangan di kanal Bola.com, pembalap asal Surabaya tersebut menceritakan perjalanan panjangnya sejak mengenal dunia balap hingga bangkit dari cedera parah yang sempat mengancam kariernya.

Kecintaan Geri Salim terhadap balap ternyata berasal dari lingkungan keluarga. Ayahnya merupakan mantan pembalap motocross sekaligus mekanik, sedangkan sang kakak, Tommy Salim, masih aktif membalap hingga saat ini.

"Awalnya lihat kakak latihan dan ikut balap. Rasanya seru dan penuh tantangan. Akhirnya saya minta ke orang tua untuk ikut balap juga," ujar Geri.

Baca Juga: Heboh Jelang GP Ceko! Veda Ega Pratama Jadi Idola Baru Moto3, Paket Rahasia HRC di Honda Team Asia Bikin Publik Bertanya-tanya

Awal Karier Bersama Astra Honda

Geri mulai terjun ke dunia balap saat duduk di bangku sekolah dasar. Pada 2010, dirinya mendapat kesempatan mengikuti Astra Honda Racing School sebagai wakil Jawa Timur.

Kesempatan tersebut menjadi titik balik kariernya. Pada 2011, ia berhasil menjadi juara nasional balap motor bebek. Dua tahun berselang, Geri tampil di Asia Dream Cup menggunakan Honda CBR250R.

Meski sempat kesulitan beradaptasi dengan motor sport dan sirkuit internasional, Geri mampu finis sebagai runner-up Asia Dream Cup 2013.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Jadi Magnet Baru Moto3, Paket Misterius HRC di Garasi Honda Team Asia Picu Spekulasi Jelang GP Ceko

Mencetak Sejarah di Asia

Puncak prestasi Geri datang pada 2017. Ia menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih gelar juara Asia di kelas AP250 Asia Road Racing Championship.

Saat itu, Geri membela Astra Honda Racing Team menggunakan Honda CBR250RR produksi Indonesia.

"Target dari tim memang harus juara. Motor bagus, tim kompak, dan persiapan matang. Akhirnya bisa terwujud," katanya.

Prestasi tersebut sekaligus membuka jalan bagi pembalap Indonesia lainnya seperti Rheza Danica, Herjun Atna Firdaus, hingga AM Fadly untuk meraih gelar juara Asia.

Nyaris Cetak Poin di Moto3

Berkat prestasinya di Asia, Geri mendapat kesempatan tampil sebagai wildcard Moto3 pada 2019 di Sirkuit Mugello, Italia.

Ia menggantikan Ai Ogura yang mengalami cedera. Meski minim persiapan, Geri mampu finis di posisi ke-16, hanya terpaut satu tingkat dari zona poin.

"Waktu itu sebenarnya grup saya sampai posisi 20 masih berdekatan. Selisihnya tipis sekali," ungkapnya.

Pada tahun yang sama, Geri juga sempat menggantikan Dimas Ekky di Moto2.

Bangkit dari Cedera Parah

Tantangan terberat dalam karier Geri datang pada ARRC Sugo 2023. Ia mengalami kecelakaan hebat saat balapan dalam kondisi hujan.

Akibat insiden tersebut, rahang kiri dan bagian tengah wajahnya mengalami patah. Bahkan terdapat retakan di area kepala yang membuatnya harus menjalani perawatan intensif di Jepang selama satu bulan.

Dokter sempat menyarankan Geri untuk tidak membalap selama setahun penuh.

Namun semangatnya untuk kembali ke lintasan jauh lebih besar.

"Saya pelan-pelan latihan lagi. Akhirnya beberapa bulan kemudian sudah bisa balap lagi," tuturnya.

Berat badannya bahkan sempat turun hingga 10 kilogram akibat proses pemulihan.

Masih Ingin Membalap

Kini Geri Salim berstatus sebagai instruktur Astra Honda Racing School. Meski demikian, hasratnya sebagai pembalap belum padam.

"Jiwa saya tetap pembalap. Jadi instruktur iya, tapi kalau ada kesempatan balap tentu masih ingin terus membalap," ujarnya.

Musim ini, Geri mengaku akan fokus mengikuti sejumlah kejuaraan nasional dan berharap kembali mendapat kesempatan tampil sebagai wildcard di ajang Asia Road Racing Championship.

Perjalanan Geri Salim membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan keberanian untuk bangkit setelah terjatuh menjadi kunci utama bertahan di dunia balap. Dari Surabaya hingga panggung internasional, namanya tetap menjadi salah satu inspirasi bagi generasi pembalap Indonesia berikutnya.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Asia Road Racing Championship #Geri Salim #Geri Salim AP250 #moto3 #astra honda racing team