Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Demi Balap di World Supersport 300, Galang Hendra Rela Rogoh Tabungan Sendiri hingga Rp70 Juta, Ini Kisah di Baliknya

Maylanni Diana Fitri • Selasa, 16 Juni 2026 | 19:36 WIB
Galang Hendra ungkap perjuangan tampil di World Supersport 300. Habiskan hampir Rp70 juta per seri demi balapan di Eropa.(pinterest)
Galang Hendra ungkap perjuangan tampil di World Supersport 300. Habiskan hampir Rp70 juta per seri demi balapan di Eropa.(pinterest)

 

Blitar Kawentar - Kesempatan tampil di kejuaraan dunia ternyata harus dibayar mahal oleh Galang Hendra Pratama. Pembalap Indonesia itu mengungkap perjuangan di balik comeback-nya ke ajang World Supersport 300 musim ini, termasuk mengeluarkan dana pribadi puluhan juta rupiah demi menjaga mimpinya tetap hidup.

Galang menjadi salah satu pembalap Indonesia yang kembali mendapat kesempatan tampil di pentas dunia setelah menerima tawaran dari tim MS Racing. Menariknya, kesempatan tersebut datang secara tak terduga saat dirinya masih fokus menjalani musim balap di Asia.

Pembalap asal Yogyakarta itu mengaku awalnya tidak menyangka akan kembali berlaga di World Supersport 300. Tawaran tersebut muncul setelah dirinya menjalani balapan di Mandalika dan sempat berkomunikasi dengan pemilik tim yang juga terlibat di ajang World Superbike.

Bagi Galang, kesempatan itu terlalu berharga untuk dilewatkan. Apalagi tidak banyak pembalap Indonesia yang bisa mendapatkan kursi balap di level dunia pada usia yang sudah tidak lagi tergolong sangat muda untuk kelas tersebut.

Dapat Motor Gratis, Tapi Harus Biayai Diri Sendiri

Meski mendapat dukungan penuh dari tim terkait motor dan kebutuhan teknis balapan, Galang tetap harus mempersiapkan biaya operasional secara mandiri.

Baca Juga: Jarak Tempuh Polytron Fox 350 Jadi Sorotan, Cukupkah 130 Km Sekali Cas untuk Aktivitas Sehari-hari?

Tim menyediakan motor, mekanik, kru, hingga menanggung risiko kerusakan saat balapan. Namun tiket pesawat, penginapan, makan, transportasi, dan kebutuhan harian selama berada di Eropa harus ditanggung sendiri.

Situasi itulah yang membuat Galang harus menguras tabungannya saat berangkat mengikuti seri World Supersport 300 di Catalunya, Spanyol.

Ia bahkan mengaku langsung menerima tawaran tersebut tanpa memikirkan terlebih dahulu bagaimana cara mencari biaya keberangkatan.

“Saya langsung bilang iya. Kesempatan seperti ini sangat jarang datang dua kali,” ungkapnya.

Tiket Pesawat Saja Hampir Rp40 Juta

Persiapan menuju Eropa juga berlangsung dalam waktu yang sangat singkat. Galang harus mengurus visa dalam hitungan hari sebelum keberangkatan.

Karena dilakukan secara mendadak, harga tiket pesawat melonjak tinggi. Untuk perjalanan pulang-pergi Indonesia-Spanyol, dirinya harus mengeluarkan dana hampir Rp40 juta.

Belum berhenti sampai di situ, biaya hotel selama berada di Eropa juga menguras kantong hingga lebih dari Rp10 juta. Sementara kebutuhan transportasi dan makan menambah pengeluaran yang tidak sedikit.

Jika dihitung secara keseluruhan, Galang mengaku hampir menghabiskan Rp70 juta hanya untuk menjalani satu seri balapan.

Angka tersebut belum termasuk biaya yang biasanya harus dibayarkan pembalap kepada tim apabila tidak mendapatkan dukungan khusus seperti yang ia terima dari MS Racing.

Banyak Pembalap Dunia Ternyata Bayar Sendiri

Galang juga mengungkap fakta yang jarang diketahui publik. Menurutnya, tidak semua pembalap di kejuaraan dunia menerima gaji besar.

Justru banyak pembalap yang harus membawa sponsor atau dana pribadi agar bisa mendapatkan tempat di tim.

Fenomena payment rider masih banyak ditemukan di berbagai kelas balap internasional, mulai dari World Supersport hingga Moto2 dan Moto3.

Bahkan sebelum bergabung dengan MS Racing, Galang mengaku sempat menerima beberapa tawaran dari tim lain yang meminta dana hingga miliaran rupiah.

“Kalau mau masuk ke tim tertentu bisa sampai Rp1 miliar sampai Rp3 miliar,” katanya.

Cari Sponsor Jadi Kunci Bertahan

Setelah pulang dari seri pertamanya di Eropa, Galang langsung bergerak mencari sponsor tambahan. Ia menghubungi berbagai pihak untuk memperkenalkan program balap yang sedang dijalaninya.

Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah beberapa sponsor memberikan dukungan. Meski demikian, kebutuhan biaya selama satu musim tetap menjadi tantangan besar.

Galang menilai dukungan sponsor sangat penting bagi pembalap Indonesia yang ingin menembus kejuaraan dunia. Tanpa bantuan finansial yang kuat, perjuangan akan menjadi jauh lebih berat.

Karena itu, ia berpesan kepada para pembalap muda agar lebih fokus membangun prestasi dibanding hanya mengejar kesempatan tampil di luar negeri.

Menurutnya, prestasi yang konsisten akan membuka jalan menuju dukungan sponsor maupun pabrikan.

“Kalau ingin ke sana, fokus dulu ke prestasi. Buktikan kemampuan supaya ada yang percaya dan mau mendukung,” tegas Galang.

Di tengah berbagai keterbatasan, perjuangan Galang Hendra menjadi gambaran nyata bahwa jalan menuju kejuaraan dunia tidak hanya membutuhkan bakat dan kecepatan. Dibutuhkan keberanian mengambil risiko, pengorbanan finansial, serta keyakinan untuk terus mengejar mimpi meski harus dimulai dari kantong sendiri.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Galang Hendra #World Supersport 300 #MS Racing #balap motor Eropa #pembalap indonesia