Blitar Kawentar – Nama Geri Salim sudah tidak asing di dunia balap Indonesia. Pembalap asal Surabaya itu pernah mencatat sejarah sebagai juara Asia AP250 pertama dari Indonesia, tampil sebagai wildcard di Moto3 dan Moto2, hingga bangkit dari cedera parah yang nyaris mengakhiri kariernya.
Dalam program "Lebih Dekat" bersama Bola.com, Geri Salim menceritakan perjalanan panjangnya di lintasan balap. Kisahnya dimulai dari kecintaannya terhadap dunia otomotif yang diwariskan dari keluarga.
Ayahnya merupakan mantan pembalap motocross, sementara sang kakak, Tommy Salim, masih aktif di dunia balap. Berawal dari melihat kakaknya berlatih, Geri kecil akhirnya tertarik untuk mengikuti jejak tersebut.
"Awalnya melihat kakak latihan dan ikut balap itu seru. Akhirnya saya minta ke orang tua untuk ikut balapan," ujar Geri.
Motor balap pertamanya bukan motor baru. Ia menggunakan Suzuki Smash milik Tommy karena saat itu belum memiliki kendaraan sendiri. Seluruh kebutuhan balap, mulai motor hingga biaya latihan, ditanggung oleh orang tuanya.
Karier Geri mulai menanjak ketika mengikuti seleksi Astra Honda Racing School pada 2010 sebagai perwakilan Jawa Timur. Dari sana, bakatnya semakin terasah hingga berhasil menjadi juara nasional motor bebek pada 2011.
Runner-up Asia Dream Cup Jadi Titik Balik
Tahun 2013 menjadi momen penting bagi Geri Salim. Ia dipercaya Astra Honda untuk tampil di Asia Dream Cup menggunakan Honda CBR250R.
Meski awalnya kesulitan beradaptasi dengan motor sport dan sirkuit internasional, Geri mampu menunjukkan perkembangan pesat. Setelah finis keempat pada seri pembuka, ia konsisten naik podium hingga akhirnya menjadi runner-up Asia Dream Cup.
Prestasi tersebut membuka jalan menuju level yang lebih tinggi.
Cetak Sejarah di Asia Road Racing Championship
Pada 2016, Geri dipercaya tampil di kelas Supersport 600 Asia Road Racing Championship (ARRC). Meski minim pengalaman menggunakan motor 600 cc, persiapan matang membuahkan hasil luar biasa.
Di Sirkuit Sentul, Geri mencatat sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang menyapu bersih kemenangan Race 1 dan Race 2 di kelas Supersport 600.
Setahun berselang, sejarah yang lebih besar kembali ditorehkan.
Juara Asia AP250 Pertama dari Indonesia
Musim 2017 menjadi puncak karier Geri Salim. Ia turun ke kelas Asia Production 250 (AP250) menggunakan Honda CBR250RR buatan Indonesia.
Target Astra Honda sangat jelas: menjadi juara.
Geri sukses memenuhi ekspektasi tersebut. Ia meraih sejumlah kemenangan dan akhirnya keluar sebagai juara Asia AP250. Gelar itu menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang berhasil menjadi juara Asia di kelas tersebut.
Kesuksesan Geri kemudian menjadi pembuka jalan bagi pembalap Indonesia lain seperti Rheza Danica, Awhin Sanjaya, hingga Herjun Atna Firdaus untuk berprestasi di level Asia.
Nyaris Cetak Poin di Moto3
Pada 2019, Geri mendapat kesempatan emas tampil sebagai pengganti Ai Ogura di Moto3.
Berlaga di Sirkuit Mugello, Italia, Geri tampil kompetitif. Ia finis di posisi ke-16 dan hanya terpaut satu peringkat dari zona poin.
"Harusnya bisa dapat poin kalau bisa memanfaatkan slipstream," kenangnya.
Pada tahun yang sama, ia juga sempat menjalani tes Moto2 sebagai pengganti Dimas Ekky.
Bangkit dari Cedera Parah
Perjalanan karier Geri tidak selalu mulus. Pada ARRC Sugo 2023, ia mengalami kecelakaan hebat saat balapan dalam kondisi hujan.
Insiden tersebut menyebabkan rahang retak serta cedera di beberapa bagian kepala. Berat badannya bahkan turun hingga 10 kilogram selama masa pemulihan.
Dokter sempat melarangnya balapan selama satu tahun. Namun, semangat sebagai pembalap membuat Geri kembali berlatih dan akhirnya kembali ke lintasan beberapa bulan kemudian.
Prediksi MotoGP: Marc Marquez Favorit Juara
Menjelang MotoGP 2025, Geri Salim memprediksi persaingan akan semakin menarik.
Menurutnya, Marc Marquez yang kini bersama Ducati memiliki peluang besar merebut gelar juara dunia.
"Kalau melihat ambisi Marc Marquez dan dukungan motor pabrikan, saya rasa dia bakal tampil sangat kuat," katanya.
Meski begitu, Geri berharap persaingan tidak hanya didominasi Ducati. Ia ingin melihat Yamaha, KTM, hingga Aprilia mampu memberikan tontonan yang lebih kompetitif sepanjang musim.
Perjalanan Geri Salim menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa diraih melalui kerja keras, disiplin, dan keberanian untuk bangkit setelah terjatuh.
Editor : Maylanni Diana Fitri