BLITAR KAWENTAR – Pemerintah menyiapkan kebijakan baru terkait THR ASN 2026 dengan skema pencairan yang lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya tunjangan hari raya diberikan menjelang Idul Fitri, tahun depan pembayaran dirancang mulai dilakukan sejak awal Ramadan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian nasional.
Kebijakan percepatan pencairan THR ASN 2026 ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat konsumsi rumah tangga pada kuartal pertama tahun depan. Selain membantu aparatur negara memenuhi kebutuhan selama Ramadan, langkah tersebut diharapkan mampu memberikan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemerintah bahkan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran THR ASN 2026. Nilai tersebut meningkat sekitar 10,22 persen dibandingkan alokasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp49,9 triliun.
Anggaran Naik dan Jangkau 10,5 Juta Penerima
Berdasarkan rencana pemerintah, total penerima THR tahun depan mencapai sekitar 10,5 juta orang. Mereka terdiri atas pegawai negeri sipil (PNS), calon pegawai negeri sipil (CPNS), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), prajurit TNI, anggota Polri, hakim, pejabat negara, pensiunan, hingga penerima pensiun.
Anggaran THR tersebut masuk dalam paket belanja pemerintah pada kuartal pertama 2026 yang nilainya mencapai Rp809 triliun. Dana itu juga akan digunakan untuk berbagai program stimulus ekonomi guna menjaga pertumbuhan nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menyampaikan bahwa percepatan pencairan dilakukan agar masyarakat memiliki waktu lebih panjang untuk mengatur kebutuhan belanja selama Ramadan.
Dengan pencairan lebih awal, masyarakat diharapkan tidak melakukan pembelian secara bersamaan menjelang Lebaran yang berpotensi memicu kenaikan harga barang dan tekanan inflasi.
Diperkirakan Cair Akhir Februari 2026
Ramadan tahun 2026 diperkirakan dimulai pada 19 Februari. Jika mengikuti skenario yang sedang disiapkan pemerintah, pencairan THR dapat dimulai sekitar 26 Februari 2026 atau pada pekan pertama bulan puasa.
Meski demikian, jadwal resmi masih menunggu penyelesaian regulasi berupa Peraturan Pemerintah (PP) serta Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Pemerintah juga menegaskan bahwa pengumuman final akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Saat ini, proses administrasi dan penyusunan aturan teknis disebut telah memasuki tahap akhir sehingga masyarakat hanya tinggal menunggu keputusan resmi pemerintah.
Komponen THR ASN 2026
Mengacu pada pola pemberian THR tahun sebelumnya, komponen yang akan diterima ASN mencakup beberapa unsur penghasilan.
Komponen tersebut meliputi gaji pokok sesuai golongan dan pangkat, tunjangan keluarga, tunjangan suami atau istri, tunjangan anak, tunjangan pangan atau beras, serta tunjangan jabatan atau tunjangan umum.
Selain itu, pemerintah juga merencanakan pemberian tunjangan kinerja (tukin) sebesar 100 persen bagi ASN pusat, anggota TNI, Polri, dan hakim. Sementara untuk ASN daerah, besarannya akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing pemerintah daerah.
Adapun bagi CPNS, THR diberikan sebesar 80 persen dari komponen gaji yang diterima. Sedangkan pensiunan akan memperoleh THR setara dengan besaran uang pensiun bulanan yang biasa diterima.
Dorong Konsumsi dan Perkuat UMKM
Pemerintah menilai pencairan THR lebih awal akan memberikan dampak positif yang lebih luas terhadap perekonomian nasional.
Masyarakat dapat mengatur pengeluaran secara bertahap selama Ramadan tanpa harus menunggu menjelang Lebaran. Pola konsumsi yang lebih merata diyakini mampu mengurangi tekanan harga barang kebutuhan pokok.
Selain itu, pelaku UMKM, pedagang pasar, dan usaha kecil lainnya berpotensi menikmati perputaran uang lebih cepat. Kondisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi sejak awal Ramadan.
Keuntungan lainnya adalah mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman atau utang konsumtif untuk memenuhi kebutuhan selama bulan puasa dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dengan suntikan dana mencapai Rp55 triliun ke masyarakat sejak awal Ramadan, pemerintah optimistis konsumsi rumah tangga tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi nasional dapat terdorong lebih kuat pada awal tahun 2026.
Sementara itu, masyarakat kini menunggu pengumuman resmi dari Presiden terkait jadwal pasti pencairan THR serta rincian lengkap mekanisme pembayaran yang akan diterapkan pemerintah.
Editor : Gita Dwi Nuraini