Blitar Kawentar - Arema FC tampil impresif saat menaklukkan PSM Yogyakarta dengan skor meyakinkan 3-1 dalam lanjutan kompetisi Super League. Bermain di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, tim berjuluk Singo Edan menunjukkan ketajaman lini serang mereka melalui penampilan gemilang Dalberto, Joao Vinicius, dan Valdesi.
Sejak peluit awal dibunyikan, Arema FC langsung tampil agresif. Duet cepat Dalberto, Joao Vinicius, dan Gabriel Silva menjadi ancaman serius bagi lini pertahanan PSM Yogyakarta. Bahkan di bangku cadangan, Arema masih memiliki sejumlah opsi berbahaya seperti Raka Cahyana, Rifa Adi Farizasudin, hingga target man Nermin Haljeta.
Dominasi Arema FC langsung membuahkan hasil saat pertandingan baru berjalan beberapa menit. Kesalahan pemain belakang PSM Yogyakarta berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Dalberto yang merebut bola di area berbahaya.
Joao Vinicius Buka Keunggulan Cepat
Setelah berhasil merebut bola, Dalberto mengirimkan umpan matang yang langsung diselesaikan dengan sempurna oleh Joao Vinicius. Gol tersebut membuat Arema FC unggul 1-0 sekaligus menggetarkan Stadion Kanjuruhan.
Gol itu juga menjadi koleksi gol ke-16 Joao Vinicius di ajang Super League musim ini. Ketajamannya kembali menjadi bukti bahwa ia merupakan salah satu striker paling berbahaya di kompetisi.
Keunggulan tersebut membuat Arema FC semakin percaya diri dalam mengendalikan jalannya pertandingan. Serangan demi serangan terus dilancarkan untuk menekan pertahanan lawan.
Dalberto Tambah Derita PSM Yogyakarta
Memasuki pertengahan babak pertama, Arema FC kembali menunjukkan efektivitas serangan mereka. Berawal dari duel yang dimenangkan Bettinho di lini tengah, bola kemudian dialirkan cepat ke lini depan.
Dalberto yang berada di posisi ideal berhasil menyelesaikan peluang tersebut menjadi gol kedua bagi Arema FC. Skor berubah menjadi 2-0 dan membuat tim tamu semakin tertekan.
Pergerakan cepat serta insting predator yang dimiliki Dalberto menjadi faktor utama keberhasilan Arema FC membongkar pertahanan lawan. Penyerang asal Brasil tersebut tampil sangat dominan sepanjang laga.
PSM Yogyakarta Sempat Bangkit
Meski tertinggal dua gol, PSM Yogyakarta tidak menyerah begitu saja. Tim tamu berhasil memperkecil ketertinggalan melalui kombinasi apik yang dibangun Yusaku Yamadera dan Z Valente.
Skema serangan yang rapi berakhir dengan gol yang dicetak Dary Corvei. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 2-1 dan menghidupkan kembali peluang PSM Yogyakarta untuk mengejar ketertinggalan.
Momentum tersebut sempat membuat pertandingan berjalan lebih terbuka. Kedua tim saling melancarkan serangan demi menciptakan peluang tambahan.
Valdesi Kunci Kemenangan Singo Edan
Saat PSM Yogyakarta berusaha mencari gol penyeimbang, Arema FC justru mampu memanfaatkan ruang yang tersedia di lini belakang lawan.
Dalberto kembali menjadi aktor penting dalam proses serangan sebelum bola akhirnya jatuh ke kaki Valdesi. Tanpa ragu, pemain tersebut melepaskan tendangan keras yang gagal dihentikan penjaga gawang lawan.
Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 3-1 dan praktis mengunci kemenangan Arema FC. Tendangan Valdesi sekaligus menjadi gol penutup dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut.
Hasil ini menjadi bukti bahwa lini serang Arema FC sedang berada dalam performa terbaiknya. Kombinasi Dalberto, Joao Vinicius, Gabriel Silva, hingga Valdesi sukses menjadi mimpi buruk bagi pertahanan lawan.
Dengan kemenangan ini, Arema FC semakin percaya diri menghadapi laga-laga berikutnya dan menjaga peluang mereka untuk bersaing di papan atas klasemen Super League musim ini.
Editor : M. Helmi Nurhisam