BLITAR KAWENTAR – Kabar baik kembali datang bagi keluarga penerima manfaat (KPM). Penyaluran PKH dan BPNT tahap 2 susulan masih terus berlangsung di sejumlah daerah pada Juni 2026. Sejumlah penerima dilaporkan telah menerima bantuan melalui rekening KKS dari beberapa bank penyalur, termasuk BRI, BNI, dan Mandiri.
Informasi mengenai PKH dan BPNT tahap 2 susulan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang hingga saat ini masih menunggu pencairan bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos). Proses penyaluran dilakukan secara bertahap sehingga waktu pencairan antarwilayah maupun antarbank penyalur bisa berbeda.
Dalam laporan terbaru yang beredar di kalangan KPM, sejumlah penerima manfaat mengaku saldo bantuan telah masuk ke rekening mereka dengan nominal yang bervariasi sesuai komponen bantuan yang diterima.
KPM Lansia Terima Rp1,2 Juta Lewat Bank BRI
Salah satu pencairan yang terpantau terjadi berasal dari penyaluran PKH dan BPNT tahap 2 susulan melalui Bank BRI. Seorang KPM dengan komponen lansia dilaporkan telah menerima bantuan dengan total nilai mencapai Rp1.200.000.
Pencairan tersebut menjadi bukti bahwa proses distribusi bansos tahap kedua masih terus berjalan bagi penerima yang sebelumnya belum mendapatkan bantuan pada gelombang awal.
Selain komponen lansia, berbagai kategori penerima PKH lainnya juga masih berpeluang menerima pencairan susulan selama proses penyaluran belum resmi ditutup oleh pemerintah.
BPNT Tahap 2 Susulan Cair Rp600 Ribu
Kabar pencairan juga datang dari penerima BPNT tahap 2 susulan melalui Bank Mandiri. Salah satu KPM dilaporkan telah menerima bantuan sebesar Rp600.000.
Nominal tersebut sesuai dengan alokasi bantuan pangan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat penerima manfaat yang telah memenuhi syarat dan masih tercatat aktif dalam data sosial nasional.
Pemerintah terus berupaya mempercepat distribusi bantuan agar seluruh penerima yang berhak dapat memperoleh haknya sebelum memasuki periode penyaluran berikutnya.
Ada KPM Terima Hingga Rp2,1 Juta
Selain pencairan melalui Bank Mandiri dan BRI, laporan lain juga menyebutkan adanya penyaluran PKH dan BPNT tahap 2 susulan melalui Bank BNI dan Bank BRI.
Seorang KPM dilaporkan menerima bantuan sebesar Rp2.100.000 melalui rekening BNI. Sementara penerima lainnya memperoleh bantuan Rp600.000 melalui rekening Bank BRI.
Besaran bantuan yang diterima setiap KPM memang tidak sama. Perbedaan nominal dipengaruhi oleh kategori penerima, jumlah komponen keluarga yang terdaftar dalam program PKH, serta jenis bantuan yang diterima.
Karena itu, masyarakat tidak perlu membandingkan nominal bantuan yang diterima dengan KPM lainnya karena setiap keluarga memiliki komponen dan hak bantuan yang berbeda.
Bantuan Beras dan Minyak Goreng Masih Disalurkan
Di tengah proses pencairan bansos reguler, pemerintah juga masih melanjutkan distribusi bantuan pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia. Masyarakat yang belum menerima surat undangan atau pemberitahuan diminta untuk bersabar menunggu jadwal distribusi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.
KPM Diminta Rutin Cek Rekening
Bagi masyarakat yang hingga saat ini belum menerima bantuan, Kemensos mengimbau agar tetap tenang dan tidak panik. Penyaluran bansos dilakukan secara bertahap sehingga tidak semua penerima mendapatkan bantuan pada waktu yang sama.
KPM disarankan melakukan pengecekan rekening secara berkala, cukup satu hingga dua kali dalam sehari. Pemeriksaan saldo yang terlalu sering tidak akan mempercepat proses pencairan bantuan.
Selain itu, penerima manfaat juga harus memastikan status kepesertaan masih aktif dan rekening KKS tidak mengalami masalah. Rekening pasif, kartu rusak, kartu hilang, atau ketidaksesuaian data dapat menyebabkan saldo bantuan tertahan.
Pemerintah memastikan proses penyaluran PKH dan BPNT tahap 2 susulan masih berlangsung. Karena itu, masyarakat yang belum menerima bantuan diminta tetap bersabar sambil menunggu giliran pencairan sesuai mekanisme yang berlaku.
Editor : Gita Dwi Nuraini