BLITAR KAWENTAR – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kembali melanjutkan penyaluran berbagai program bantuan sosial atau Bansos Kemensos Juni 2026 secara bertahap kepada masyarakat di seluruh Indonesia.
Penyaluran Bansos Kemensos Juni 2026 dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu kelompok rentan memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari kebutuhan pangan, pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui status kepesertaan, kini pengecekan Bansos Kemensos Juni 2026 dapat dilakukan secara mandiri melalui ponsel atau HP tanpa harus datang ke kantor dinas sosial. Kemensos telah menyediakan layanan pengecekan melalui aplikasi dan situs resmi yang dapat diakses kapan saja.
Cara Cek Bansos Kemensos Juni 2026 Lewat HP
Pemerintah mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi bantuan sosial melalui aplikasi resmi Cek Bansos.
Untuk melakukan pengecekan, masyarakat cukup mengunduh aplikasi Cek Bansos melalui Play Store maupun App Store. Setelah aplikasi terpasang, pengguna dapat langsung melakukan verifikasi status penerima bantuan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Berikut langkah-langkah pengecekannya:
-
Unduh aplikasi Cek Bansos melalui Play Store atau App Store.
-
Buka aplikasi dan pilih menu "Cek Bansos".
-
Masukkan NIK sesuai data pada KTP.
-
Klik tombol "Cari Data".
-
Tunggu hingga sistem menampilkan hasil pencarian.
Apabila terdaftar sebagai penerima manfaat, sistem akan menampilkan informasi lengkap mengenai nama penerima, jenis bantuan yang diterima, kategori desil kesejahteraan, serta periode pencairan bantuan.
Alternatif Cek Bansos Melalui Situs Resmi
Selain menggunakan aplikasi, masyarakat juga dapat mengecek status bantuan sosial melalui situs resmi Kemensos.
Caranya cukup mudah. Pengguna hanya perlu membuka laman resmi cek bansos, kemudian memasukkan data yang diminta oleh sistem.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
-
Buka situs resmi cek bansos Kemensos.
-
Masukkan NIK sesuai KTP.
-
Isi kode captcha atau kode verifikasi yang muncul di layar.
-
Klik tombol "Cari Data".
Setelah proses selesai, sistem akan menampilkan informasi mengenai status kepesertaan bantuan sosial yang dimiliki.
Jenis Bansos yang Masih Disalurkan Juni 2026
Pada Juni 2026, terdapat beberapa program bantuan sosial yang masih berjalan dan menjadi bagian dari perlindungan sosial pemerintah.
Program-program tersebut meliputi:
Program Keluarga Harapan (PKH)
PKH merupakan bantuan sosial bersyarat yang diberikan kepada keluarga miskin yang memiliki komponen kesehatan, pendidikan, maupun kesejahteraan sosial seperti ibu hamil, anak sekolah, lansia, dan penyandang disabilitas.
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
BPNT diberikan dalam bentuk bantuan pangan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Program ini dikenal juga sebagai Program Sembako.
Bantuan Pangan Beras
Pemerintah juga menyalurkan bantuan beras kepada keluarga penerima manfaat sebagai upaya menjaga ketahanan pangan dan membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
PBI JKN atau BPJS PBI
Program Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional diberikan kepada masyarakat kurang mampu agar tetap memperoleh akses layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan yang iurannya ditanggung pemerintah.
Status Penerima Bisa Berubah
Kemensos menjelaskan bahwa penyaluran bansos saat ini mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah terintegrasi dengan data kependudukan berbasis NIK.
Karena menggunakan sistem pembaruan data secara berkala, status penerima bantuan sosial dapat berubah sewaktu-waktu sesuai hasil verifikasi dan validasi terbaru. Masyarakat yang sebelumnya menerima bantuan belum tentu tetap menjadi penerima apabila kondisi sosial ekonominya dinilai sudah meningkat.
Sebaliknya, warga yang memenuhi syarat dan masuk dalam hasil pemutakhiran data berpeluang menjadi penerima bantuan baru.
Besaran bantuan yang diterima setiap keluarga juga berbeda-beda tergantung jenis program dan kategori penerima manfaat yang terdaftar dalam sistem Kemensos.
Editor : Gita Dwi Nuraini