Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Direktur Utama Taspen Ungkap Fakta Mengejutkan, Mayoritas Pensiunan ASN Masih Pilih Cara Manual Meski Layanan Digital Terus Ditekan

Muhamad Ahsanul Wildan • Senin, 22 Juni 2026 | 13:03 WIB
Direktur Utama Taspen mengungkap mayoritas pensiunan ASN masih memilih layanan manual dibanding digital. (Ilustrasi Gemini AI)
Direktur Utama Taspen mengungkap mayoritas pensiunan ASN masih memilih layanan manual dibanding digital. (Ilustrasi Gemini AI)

BLITAR KAWENTAR - Direktur Utama PT Taspen (Persero), Roni, mengungkapkan bahwa mayoritas pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) masih memilih layanan manual dibandingkan layanan digital yang telah disediakan perusahaan.

Fakta tersebut disampaikan dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI saat memaparkan kondisi terkini Taspen beserta berbagai inovasi pelayanan yang telah dikembangkan.

Dalam paparannya, Roni menjelaskan bahwa Taspen saat ini melayani sekitar 7,8 juta peserta yang terdiri dari 4,7 juta peserta aktif dan 3,1 juta penerima pensiun.

Untuk mendukung pelayanan tersebut, Taspen memiliki 57 kantor cabang, 17.000 titik layanan, serta bekerja sama dengan 44 mitra bayar di seluruh Indonesia.

Menurut Roni, transformasi digital terus menjadi fokus utama perusahaan.

Namun, tingkat pemanfaatan layanan digital oleh peserta masih belum maksimal.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Taspen dalam meningkatkan efisiensi pelayanan kepada peserta.

Baca Juga: Gaji Pensiunan Juni 2026 Dikabarkan Cair 22 Juni Selama 6 Bulan, Taspen Akhirnya Buka Suara dan Ungkap Fakta Sebenarnya

Mayoritas Klaim Pensiun Masih Dilakukan Secara Manual

Roni mengungkapkan bahwa pengajuan klaim pensiun melalui sistem digital baru dimanfaatkan sekitar 35 persen peserta. Sementara itu, sekitar 65 persen lainnya masih memilih datang langsung atau menggunakan mekanisme manual.

Fenomena tersebut juga terlihat pada proses autentikasi penerima pensiun yang wajib dilakukan secara berkala. Saat ini, hanya sekitar 58 persen pensiunan yang memanfaatkan autentikasi digital melalui telepon genggam. Sisanya, sekitar 42 persen, masih melakukan autentikasi secara manual.

Menurutnya, sebagian pensiunan masih merasa lebih nyaman menggunakan metode konvensional karena belum terbiasa dengan teknologi digital. Selain itu, masih terdapat kekhawatiran terkait kesalahan penggunaan aplikasi maupun risiko penipuan digital.

“Kami memahami bahwa sebagian pensiunan masih belum terbiasa menggunakan teknologi sehingga lebih memilih layanan manual,” jelas Roni dalam rapat tersebut.

Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa sekitar 70 persen dari total 1.344 pegawai Taspen ditempatkan di kantor cabang yang tersebar di berbagai daerah.

Taspen Datangi Rumah Pensiunan yang Tidak Aktif

Sebagai bentuk pelayanan kepada peserta, Taspen juga memiliki program khusus untuk mendatangi pensiunan yang tidak melakukan autentikasi selama tiga bulan berturut-turut.

Petugas Taspen akan melakukan verifikasi langsung guna memastikan status penerima manfaat masih sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Langkah ini juga dilakukan untuk memastikan pembayaran pensiun tetap tepat sasaran.

Selain itu, perusahaan masih menyediakan layanan antar pembayaran pensiun kepada peserta yang mengalami keterbatasan akses teknologi maupun kondisi tertentu yang menyulitkan mereka untuk datang ke kantor layanan.

Taspen juga mengembangkan berbagai inovasi pelayanan seperti layanan tanpa dokumen, autentikasi digital, Taspen One Hour Online Service, layanan klaim otomatis, hingga layanan klaim satu jam.

Tingkat Kepuasan Peserta Terus Meningkat

Di tengah tantangan transformasi digital, Taspen mengklaim tingkat kepuasan peserta terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Penilaian tersebut dilakukan oleh lembaga independen melalui survei Customer Satisfaction Index (CSI). Pada tahun 2024, survei dilakukan oleh pihak ketiga untuk mengukur kualitas pelayanan yang diterima peserta.

Roni menjelaskan bahwa peningkatan kepuasan peserta didorong oleh berbagai inovasi layanan yang terus disempurnakan. Meski belum mencapai angka sempurna, tren kepuasan peserta menunjukkan peningkatan yang konsisten.

Ia juga mempersilakan anggota Komisi XI DPR RI untuk melakukan pengecekan langsung kepada Korpri maupun peserta guna memastikan kualitas layanan yang diberikan Taspen.

Kelola Dana Hingga Ratusan Triliun Rupiah

Selain pelayanan, investasi menjadi DNA kedua perusahaan sebagaimana disampaikan Direktur Utama Taspen.

Dalam paparannya, Roni menjelaskan bahwa aset program Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM) yang dikelola Taspen mencapai Rp149,53 triliun.

Sementara itu, dana Akumulasi Iuran Pensiun (AIP) yang dikelola perusahaan mencapai Rp250,77 triliun. Dengan jumlah tersebut, total dana yang dikelola Taspen mencapai ratusan triliun rupiah.

Besarnya dana kelolaan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membuat Taspen terus berupaya menjaga keseimbangan antara peningkatan pelayanan kepada peserta dan optimalisasi pengelolaan investasi demi keberlanjutan program pensiun ASN di Indonesia.

Baca Juga: Gaji Pensiunan Juni 2026 Dikabarkan Cair 22 Juni Selama 6 Bulan, Taspen Akhirnya Buka Suara dan Ungkap Fakta Sebenarnya

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#layanan digital Taspen #autentikasi digital #taspen #Pensiunan ASN #komisi xi dpr ri