BLITAR KAWENTAR - PT Taspen (Persero) mengungkapkan nilai aset yang dikelola perusahaan telah mencapai lebih dari Rp400 triliun.
Fakta tersebut disampaikan Direktur Utama Taspen, Roni, dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI saat memaparkan kondisi perusahaan serta pengelolaan dana pensiun ASN di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Roni memperkenalkan jajaran direksi sekaligus menjelaskan fokus utama Taspen sebagai badan pengelola jaminan sosial bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menurutnya, terdapat dua fondasi utama yang menjadi DNA perusahaan, yakni pelayanan kepada peserta dan pengelolaan investasi.
Kedua aspek tersebut menjadi penopang keberlangsungan program pensiun dan tabungan hari tua yang dikelola Taspen.
Kelola Jutaan Peserta di Seluruh Indonesia
Saat ini Taspen melayani sekitar 7,8 juta peserta yang terdiri atas 4,7 juta peserta aktif dan 3,1 juta penerima pensiun.
Untuk menjangkau seluruh peserta, perusahaan mengoperasikan 57 kantor cabang, 17.000 titik layanan, serta menjalin kerja sama dengan 44 mitra bayar. Selain itu, Taspen juga menempatkan petugas pada berbagai Mal Pelayanan Publik yang kini mulai bertransformasi menuju layanan digital.
Jumlah peserta yang sangat besar tersebut membuat Taspen harus terus melakukan inovasi agar pelayanan dapat berjalan efektif dan efisien.
Program Utama Dana Pensiun ASN
Roni menjelaskan bahwa program utama yang dikelola Taspen terbagi dalam beberapa skema perlindungan. Namun, dua program terbesar adalah Tabungan Hari Tua (THT) dan program pensiun ASN.
Program THT memperoleh iuran sebesar 3,25 persen dari gaji pokok dan tunjangan peserta. Sementara program pensiun mendapatkan iuran sebesar 4,75 persen yang kemudian dikelola dalam Akumulasi Iuran Pensiun (AIP).
Selain itu, Taspen juga mengelola program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) serta Jaminan Kematian (JKM) yang menjadi bagian dari perlindungan bagi ASN.
Aset Taspen Tembus Ratusan Triliun Rupiah
Dalam pemaparannya, Roni mengungkapkan bahwa aset program THT, JKK, dan JKM mencapai Rp149,53 triliun.
Sementara dana Akumulasi Iuran Pensiun yang dipercayakan kepada Taspen untuk dikelola mencapai Rp250,77 triliun.
Jika digabungkan, total dana yang berada dalam pengelolaan perusahaan mencapai lebih dari Rp400 triliun. Nilai tersebut menunjukkan besarnya tanggung jawab Taspen dalam menjaga keberlangsungan dana pensiun jutaan ASN di Indonesia.
Pertumbuhan Aset dan Tantangan Klaim
Taspen mencatat pertumbuhan aset yang berbeda pada masing-masing program. Program THT mengalami pertumbuhan sekitar 2,52 persen, sedangkan Akumulasi Iuran Pensiun mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni sekitar 10,43 persen.
Perbedaan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya tingkat pembayaran klaim yang harus dipenuhi perusahaan kepada peserta.
Di sisi lain, Taspen juga masih menghadapi tantangan dalam mendorong transformasi digital. Hingga saat ini, mayoritas pengajuan klaim pensiun masih dilakukan secara manual meskipun berbagai layanan digital telah tersedia.
Karena itu, perusahaan terus memperkuat inovasi layanan seperti autentikasi digital, klaim otomatis, layanan satu jam, hingga layanan daring untuk memudahkan peserta.
Dengan aset yang terus tumbuh dan jumlah peserta yang sangat besar, Taspen menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pelayanan sekaligus memastikan pengelolaan investasi berjalan optimal demi menjamin keberlangsungan dana pensiun ASN di masa mendatang.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan