BLITAR KAWENTAR - Dalam forum resmi tersebut, Roni memperkenalkan dirinya sebagai Direktur Utama PT Taspen sejak 17 Desember 2024.
Ia menegaskan bahwa Taspen memiliki dua DNA utama, yakni pelayanan dan investasi.
Menurutnya, digitalisasi layanan Taspen dan klaim pensiun ASN menjadi bagian penting dalam transformasi perusahaan untuk menjawab tantangan zaman.
Saat ini, Taspen melayani sekitar 8,97 juta peserta dengan 4,7 juta peserta aktif dan 3,1 juta pensiunan.
Layanan tersebut didukung 57 kantor cabang, 17 ribu titik layanan, serta kerja sama dengan 44 mitra bayar.
Namun, Roni mengakui bahwa perubahan menuju sistem digital masih belum optimal.
Kondisi Layanan dan Tantangan Digitalisasi
Roni mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan. Dari seluruh pengajuan klaim pensiun, baru sekitar 35 persen yang memanfaatkan layanan digital. Sisanya, yakni sekitar 65 persen, masih menggunakan metode manual.
“Ini menunjukkan bahwa digitalisasi layanan Taspen dan klaim pensiun ASN masih menghadapi tantangan besar, terutama pada aspek literasi digital para pensiunan,” jelasnya dalam rapat tersebut.
Tidak hanya klaim, proses autentifikasi bulanan juga masih didominasi sistem manual. Dari total peserta pensiunan, baru 58 persen yang menggunakan autentifikasi digital berbasis wajah melalui perangkat ponsel. Sisanya masih memilih cara manual karena berbagai alasan, mulai dari ketidaktahuan teknologi hingga kekhawatiran terhadap kesalahan sistem.
Taspen bahkan harus tetap menempatkan banyak tenaga layanan di lapangan, termasuk kunjungan langsung ke rumah pensiunan yang belum melakukan autentifikasi selama tiga bulan berturut-turut.
Layanan dan Transformasi Digital
Meski demikian, PT Taspen terus mendorong inovasi layanan seperti klaim otomatis, layanan satu jam, hingga layanan antar pembayaran pensiun untuk peserta yang belum tersentuh teknologi. Upaya ini merupakan bagian dari percepatan digitalisasi layanan Taspen dan klaim pensiun ASN agar lebih inklusif.
Roni juga menekankan bahwa perusahaan terus meningkatkan kualitas pelayanan berbasis survei kepuasan pelanggan yang dilakukan pihak ketiga. Hasilnya menunjukkan tren peningkatan kepuasan dari tahun ke tahun, meski belum mencapai angka maksimal.
Aset dan Kinerja Taspen
Dari sisi kinerja keuangan, Taspen mencatat total aset yang tergolong besar, mencakup program THT dan akumulasi iuran pensiun (AIP). Aset perusahaan tercatat mencapai lebih dari 149 triliun rupiah untuk program THT dan JKM, sementara dana AIP yang dikelola mencapai sekitar 250 triliun rupiah.
Pertumbuhan aset juga menunjukkan tren positif, dengan THT tumbuh sekitar 2,52 persen dan AIP tumbuh hingga 10,43 persen. Perbedaan pertumbuhan ini dipengaruhi oleh rasio klaim dan pengelolaan dana investasi yang berbeda pada masing-masing program.
Strategi Percepatan Layanan Digital
Ke depan, Taspen menargetkan peningkatan signifikan dalam implementasi digitalisasi layanan Taspen dan klaim pensiun ASN. Fokus utama adalah meningkatkan literasi digital peserta, memperluas layanan digital, serta mengurangi ketergantungan pada sistem manual.
Roni menegaskan bahwa transformasi ini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga perubahan budaya pelayanan. Tantangan terbesar justru ada pada adaptasi pengguna, khususnya pensiunan ASN yang masih terbiasa dengan sistem konvensional.
Dengan berbagai langkah tersebut, Taspen berharap layanan ke depan menjadi lebih cepat, efisien, dan mudah diakses oleh seluruh peserta di Indonesia.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan