Blitar Kawentar - Moto3 Ceko 2026 menyajikan banyak cerita menarik. Selain kemenangan pembalap Malaysia Hakim Danish, perhatian penggemar balap justru tertuju kepada aksi sensasional Veda Ega Pratama. Pembalap muda Indonesia itu memang gagal meraih podium, tetapi penampilannya di Sirkuit Automotodrom Brno dinilai sebagai salah satu yang terbaik sepanjang musim.
Moto3 Ceko 2026 menjadi pembuktian bahwa Veda Ega Pratama mampu bersaing dengan para pembalap papan atas dunia. Memulai balapan dari posisi ke-20 akibat penalti, rider Honda Team Asia tersebut mampu finis di posisi kelima setelah melakukan sejumlah manuver berani sepanjang lomba.
Penampilan Veda Ega Pratama di Moto3 Ceko 2026 bahkan membuat banyak penggemar menilai bahwa pembalap asal Gunungkidul itu layak disebut sebagai bintang sesungguhnya di Brno. Sebab, apa yang dilakukannya bukanlah sesuatu yang mudah di kelas Moto3 yang dikenal memiliki persaingan sangat ketat.
Baca Juga: WTP 10 Tahun Beruntun, Pemkab Blitar Siapkan Pemanfaatan Silpa Rp 393 Miliar
Start dari Barisan Belakang, Veda Tak Menyerah
Veda sebenarnya memiliki modal bagus setelah tampil kompetitif pada sesi kualifikasi. Pembalap berusia 17 tahun itu sukses menempati posisi kedelapan dan memiliki peluang untuk bersaing di barisan depan.
Namun, penalti yang diterimanya membuat posisi start turun hingga urutan ke-20. Situasi tersebut jelas menjadi tantangan besar bagi pembalap debutan di Kejuaraan Dunia Moto3.
Alih-alih menyerah, Veda justru menunjukkan mental petarung. Sejak lap pertama, ia langsung tampil agresif dan mulai memangkas jarak dengan kelompok depan.
Sempat Berebut Podium
Kecepatan Veda semakin terlihat ketika balapan memasuki pertengahan lomba. Secara perlahan, satu demi satu rival berhasil dilewati hingga dirinya mampu menembus posisi tiga besar.
Momen tersebut menjadi salah satu sorotan utama Moto3 Ceko 2026. Pasalnya, sangat jarang seorang pembalap yang memulai balapan dari posisi ke-20 mampu bersaing dalam perebutan podium.
Namun ketatnya pertarungan pada lap terakhir membuat Veda harus kehilangan beberapa posisi. Pada akhirnya, pembalap Honda Team Asia itu mengakhiri balapan di posisi kelima.
Sementara itu, Hakim Danish sukses mengamankan kemenangan setelah tampil impresif sepanjang balapan.
Catatan Statistik yang Membuat Kagum
Meski tidak naik podium, statistik justru memperlihatkan betapa luar biasanya penampilan Veda. Dari posisi start ke-20, ia berhasil finis kelima atau naik sebanyak 15 posisi.
Jumlah tersebut menjadi peningkatan posisi terbesar yang dicatatkan pembalap mana pun di Moto3 Ceko 2026. Bahkan, jumlah lawan yang berhasil dilewati Veda lebih banyak dibandingkan sang juara, Hakim Danish.
Tak hanya itu, Veda juga menjadi pembalap Honda terbaik di Brno. Empat pembalap yang finis di depannya semuanya berasal dari pabrikan KTM.
Ancaman Serius di Seri Berikutnya
Hasil di Brno menjadi sinyal bahwa Veda Ega Pratama memiliki potensi besar untuk menjadi ancaman serius pada seri-seri berikutnya.
Kecepatan, keberanian, dan mentalitas pantang menyerah yang dimilikinya menjadi modal penting untuk bersaing di papan atas. Jika mampu menghindari kesalahan yang berujung penalti, peluang meraih podium bahkan kemenangan bukan sesuatu yang mustahil.
Kini para penggemar Indonesia berharap penampilan gemilang tersebut bisa berlanjut pada Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen. Dengan performa yang terus meningkat, Veda Ega Pratama berpeluang kembali membuat kejutan dan mengibarkan Merah Putih di ajang Kejuaraan Dunia Moto3.
Editor : M. Helmi Nurhisam