Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dirut Taspen Bongkar Data Terbaru di DPR: Kelola Dana Rp400 Triliun, Layani 7,8 Juta Peserta dan 3,1 Juta Pensiunan

Gita Dwi Nuraini • Rabu, 24 Juni 2026 | 23:21 WIB
Dirut Taspen mengungkap data terbaru di DPR. Dana kelolaan hampir Rp400 triliun dengan 7,8 juta peserta dan 3,1 juta pensiunan.(Gemini AI)
Dirut Taspen mengungkap data terbaru di DPR. Dana kelolaan hampir Rp400 triliun dengan 7,8 juta peserta dan 3,1 juta pensiunan.(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - Direktur Utama PT Taspen (Persero), Roni, memaparkan kondisi terkini perusahaan di hadapan Komisi XI DPR RI. Dalam rapat kerja tersebut, Taspen mengungkapkan data terbaru mengenai jumlah peserta, layanan digital, hingga total dana kelolaan yang kini mencapai hampir Rp400 triliun.

Paparan tersebut menjadi perhatian karena menyangkut pelayanan kepada jutaan aparatur sipil negara (ASN) aktif maupun pensiunan yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam kesempatan itu, Roni menegaskan bahwa fokus utama Taspen saat ini bertumpu pada dua aspek utama, yakni pelayanan dan investasi.

Menurut Roni, sejak dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama pada 17 Desember 2024, dirinya terus mendorong peningkatan kualitas layanan kepada peserta sekaligus menjaga pengelolaan investasi dana pensiun agar tetap sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga: Indomobil eMotor Quty Cuma Rp15 Jutaan, Motor Listrik Retro Futuristik yang Bikin Nongkrong dan Mobilitas Anak Muda Makin Satset

Taspen Layani 7,8 Juta Peserta di Seluruh Indonesia

Dalam pemaparannya, Roni menyebutkan bahwa hingga saat ini Taspen melayani sekitar 7,8 juta peserta yang terdiri atas peserta aktif dan penerima pensiun.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 4,7 juta merupakan peserta aktif, sementara sekitar 3,1 juta lainnya merupakan penerima pensiun. Untuk menjangkau seluruh peserta, Taspen mengoperasikan 57 kantor cabang yang tersebar di berbagai daerah.

Selain itu, perusahaan juga didukung oleh lebih dari 17.000 titik layanan, bekerja sama dengan 44 mitra bayar, serta menempatkan personel pada 128 Mal Pelayanan Publik (MPP) di seluruh Indonesia.

Roni menjelaskan bahwa transformasi layanan terus dilakukan, termasuk melalui pengembangan Mal Pelayanan Publik Digital guna memudahkan akses peserta terhadap berbagai layanan Taspen.

Baca Juga: Indomobil eMotor Quty Pro Tampil Mencuri Perhatian, Motor Listrik Rp15 Jutaan Ini Cocok untuk Mahasiswa dan Ibu Rumah Tangga

Digitalisasi Terus Didorong, Namun Layanan Manual Masih Dominan

Meski telah mengembangkan berbagai layanan berbasis digital, Taspen mengakui sebagian besar peserta masih memilih layanan manual.

Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa baru sekitar 35 persen peserta yang memanfaatkan pengajuan klaim pensiun secara digital. Sementara itu, sekitar 65 persen lainnya masih menggunakan mekanisme manual.

Kondisi serupa juga terlihat pada layanan otentikasi penerima pensiun. Saat ini, sekitar 58 persen pensiunan telah menggunakan sistem otentikasi digital melalui aplikasi dan perangkat telepon genggam.

Namun, sebanyak 42 persen lainnya masih memilih melakukan otentikasi secara langsung karena berbagai alasan, mulai dari keterbatasan pemahaman teknologi hingga kekhawatiran terhadap risiko penipuan digital.

"Masih banyak pensiunan yang merasa lebih nyaman dengan layanan manual sehingga petugas Taspen tetap memberikan pelayanan langsung ke kantor cabang maupun ke rumah peserta tertentu," jelas Roni.

Baca Juga: Indomobil eMotor Quty Cuma Rp15 Jutaan, Skutik Listrik Imut dengan Jarak Tempuh 135 Km dan Fitur NFC Ini Bikin Penasaran

Empat Program Utama Taspen

Dalam rapat tersebut, Taspen juga menjelaskan empat program utama yang dikelolanya.

Dua program terbesar adalah Tabungan Hari Tua (THT) dan Program Pensiun. Untuk THT, iuran peserta sebesar 3,25 persen dari gaji pokok dan tunjangan. Sementara Program Pensiun memperoleh iuran sebesar 4,75 persen dari gaji pokok dan tunjangan keluarga.

Selain itu, Taspen juga mengelola program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang menjadi bagian dari perlindungan bagi ASN.

Dana yang terkumpul dari berbagai program tersebut kemudian dikelola dan dikembangkan melalui berbagai instrumen investasi guna menjamin keberlanjutan manfaat bagi peserta.

Kelola Dana Hampir Rp400 Triliun

Salah satu poin penting yang disampaikan dalam rapat adalah besarnya aset yang saat ini dikelola oleh Taspen.

Berdasarkan data terbaru, aset program THT, JKK, dan JKM mencapai Rp149,53 triliun. Sementara itu, dana Akumulasi Iuran Pensiun (AIP) yang dipercayakan kepada Taspen untuk dikelola mencapai Rp250,77 triliun.

Dengan demikian, total dana yang dikelola perusahaan pelat merah tersebut mendekati Rp400 triliun.

Roni menjelaskan bahwa pertumbuhan aset juga menunjukkan tren positif. Program THT dan perlindungan sosial mencatat pertumbuhan aset rata-rata tahunan sebesar 2,52 persen, sedangkan dana AIP tumbuh lebih tinggi dengan rata-rata mencapai 10,43 persen.

Selain fokus pada pengelolaan investasi, Taspen juga terus meningkatkan kualitas pelayanan. Hal itu tercermin dari indeks kepuasan peserta yang terus meningkat dari tahun ke tahun berdasarkan hasil survei pihak independen.

Taspen berharap transformasi layanan dan pengelolaan investasi yang berkelanjutan dapat semakin memperkuat kepercayaan jutaan ASN dan pensiunan yang menjadi peserta perusahaan tersebut.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#dirut taspen #dana pensiun asn #taspen #Pensiunan ASN #komisi xi dpr ri