Blitar Kawentar- Bursa transfer Liga Indonesia menjelang musim 2026-2027 semakin memanas. Salah satu klub yang paling banyak diperbincangkan adalah Arema FC yang dikabarkan tengah menyiapkan perombakan besar-besaran untuk membangun skuad baru yang lebih kompetitif.
Setelah melepas sejumlah pemain, manajemen Singo Edan dirumorkan mulai bergerak mencari amunisi baru. Menariknya, hampir seluruh nama yang dikaitkan dengan klub asal Malang tersebut berasal dari luar negeri dan memiliki pengalaman bermain di berbagai kompetisi profesional.
Tak tanggung-tanggung, terdapat delapan pemain asing yang disebut masuk radar Arema FC. Mulai dari striker tajam, gelandang kreatif hingga bek berpengalaman dikabarkan berpeluang mengenakan jersey biru kebanggaan Aremania pada musim depan.
Mateus Pato Jadi Nama yang Paling Mencuri Perhatian
Nama pertama yang ramai diperbincangkan adalah Mateus Pato. Penyerang asal Brasil itu disebut menjadi salah satu target utama Singo Edan untuk memperkuat lini depan.
Pemain berusia 30 tahun tersebut dikenal sebagai striker yang memiliki insting gol tinggi dan kemampuan menyelesaikan peluang dengan baik. Kehadirannya diyakini bisa menjadi solusi ketajaman Arema FC musim depan.
Careca dan Berguinho Masuk Radar
Selain Mateus Pato, Arema FC juga dirumorkan membidik Careca. Gelandang serang asal Brasil tersebut memiliki kemampuan mengatur ritme permainan sekaligus membantu serangan dari lini kedua.
Nama lain yang tak kalah menarik adalah Berguinho. Pemain berusia 29 tahun itu dikenal sebagai gelandang serang kreatif dengan nilai pasar yang cukup tinggi.
Jika kedua pemain tersebut berhasil direkrut, lini tengah Arema FC berpotensi memiliki kreativitas yang lebih baik dibanding musim sebelumnya.
Marcos Vinicius Tambah Daya Ledak Sayap
Untuk sektor sayap, Singo Edan dikaitkan dengan Marcos Vinicius Silvestre Gaspar.
Winger asal Brasil itu dikenal memiliki kecepatan, kemampuan dribel, dan agresivitas dalam menyerang. Pada usia 27 tahun, Marcos masih berada dalam fase terbaik kariernya sehingga dianggap cocok untuk memperkuat lini serang Arema FC.
Igor Sergeev Jadi Target Paling Mewah
Dari seluruh nama yang beredar, Igor Sergeev menjadi salah satu pemain dengan nilai pasar tertinggi.
Striker asal Uzbekistan tersebut memiliki pengalaman panjang di level internasional dan dikenal sebagai penyerang yang tajam di depan gawang. Usianya yang sudah 33 tahun tidak mengurangi kualitasnya sebagai mesin gol.
Kehadirannya diyakini akan menjadi transfer spektakuler apabila benar-benar berhasil diwujudkan oleh manajemen Arema FC.
Carlos Franca Berpotensi Kembali Meramaikan Liga Indonesia
Nama Carlos Franca juga masuk dalam daftar rumor transfer Arema FC.
Penyerang asal Brasil tersebut dikenal cukup akrab dengan atmosfer sepak bola Indonesia. Pengalamannya bermain di kompetisi nasional membuat proses adaptasi diyakini tidak akan menjadi masalah jika transfer ini terjadi.
Daisuke Sato Jadi Solusi Sektor Kiri
Tak hanya memburu pemain depan, Arema FC juga disebut mengincar Daisuke Sato.
Pemain Timnas Filipina tersebut berposisi sebagai bek kiri dan dikenal memiliki kemampuan bertahan maupun membantu serangan. Pengalamannya di level internasional menjadi nilai tambah yang membuat namanya menarik perhatian Singo Edan.
Diego Landis Perkuat Benteng Pertahanan
Sementara itu, sektor pertahanan disebut akan diperkuat oleh Diego Landis. Bek tengah asal Brasil tersebut memiliki postur ideal dengan tinggi mencapai 193 sentimeter.
Kemampuan duel udara serta kekuatan fisiknya membuat Diego dianggap cocok untuk memperkuat lini belakang Arema FC yang musim lalu masih menjadi sorotan.
Arema FC Siapkan Tim Bertabur Pemain Asing?
Meski belum ada pengumuman resmi dari manajemen klub, sederet nama yang muncul menunjukkan keseriusan Arema FC dalam membangun tim yang lebih kompetitif untuk musim 2026-2027.
Apabila sebagian besar pemain tersebut berhasil didatangkan, Singo Edan berpotensi menjadi salah satu klub dengan aktivitas transfer paling agresif di Liga Indonesia. Aremania pun kini menunggu kepastian, apakah rumor-rumor tersebut akan berubah menjadi kenyataan saat kompetisi resmi dimulai.
Editor : Maylanni Diana Fitri