Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

PT Taspen Kelola Dana Rp400 Triliun Lebih, Begini Cara Layani 7,8 Juta ASN dan Pensiunan di Seluruh Indonesia

Cholifatun Nisak • Senin, 29 Juni 2026 | 16:25 WIB
PT Taspen mengelola dana lebih dari Rp400 triliun dan melayani hampir 7,9 juta ASN serta pensiunan di seluruh Indonesia.
PT Taspen mengelola dana lebih dari Rp400 triliun dan melayani hampir 7,9 juta ASN serta pensiunan di seluruh Indonesia.

 

BLITAR KAWENTARPT Taspen mengungkapkan kondisi terkini pengelolaan dana dan layanan kepada jutaan aparatur sipil negara (ASN) serta pensiunan dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI. Direktur Utama PT Taspen, Rony, menyebut perusahaan saat ini mengelola aset dan dana program senilai lebih dari Rp400 triliun serta melayani hampir 7,9 juta peserta di seluruh Indonesia.

Dalam paparannya, Rony menjelaskan bahwa PT Taspen memiliki dua fokus utama, yakni pelayanan kepada peserta dan pengelolaan investasi. Kedua aspek tersebut menjadi fondasi utama perusahaan dalam menjalankan program jaminan sosial bagi ASN aktif maupun pensiunan.

Menurutnya, hingga saat ini jumlah peserta Taspen mencapai sekitar 7,87 juta orang. Rinciannya terdiri atas sekitar 4,7 juta peserta aktif dan lebih dari 3,1 juta penerima pensiun. Untuk menjangkau seluruh peserta tersebut, PT Taspen mengoperasikan 57 kantor cabang, sekitar 17 ribu titik layanan, bekerja sama dengan 44 mitra bayar, serta menempatkan petugas di 128 Mal Pelayanan Publik di berbagai daerah.

Baca Juga: Prediksi Kuda Hitam Piala Dunia 2026, Bukan Argentina atau Prancis, Tim Ini Berpeluang Bikin Kejutan Besar

Digitalisasi Layanan Terus Diperkuat

Seiring perkembangan teknologi, Taspen terus mengembangkan berbagai layanan digital untuk mempermudah peserta memperoleh haknya. Beragam inovasi telah diterapkan, mulai dari layanan tanpa dokumen, autentikasi digital, Taspen One Hour Online Service, layanan klaim otomatis, hingga penyelesaian klaim dalam waktu satu jam.

Selain itu, perusahaan juga menyediakan layanan antar pembayaran pensiun bagi peserta yang mengalami keterbatasan akses teknologi maupun kondisi kesehatan sehingga tidak memungkinkan datang langsung ke kantor cabang.

Meski demikian, Rony mengakui pemanfaatan layanan digital belum sepenuhnya optimal. Data perusahaan menunjukkan baru sekitar 35 persen peserta yang mengajukan klaim pensiun secara digital. Sisanya masih memilih mengurus klaim secara manual.

Kondisi serupa juga terjadi pada proses autentikasi penerima pensiun. Hingga kini baru sekitar 58 persen pensiunan yang memanfaatkan autentikasi digital menggunakan telepon seluler. Sementara sekitar 42 persen lainnya masih melakukan verifikasi secara langsung di kantor cabang atau melalui kunjungan petugas Taspen.

Masih Banyak Pensiunan Memilih Cara Manual

Menurut Rony, rendahnya penggunaan layanan digital tidak lepas dari karakteristik sebagian besar pensiunan yang belum terbiasa menggunakan teknologi.

Sebagian peserta masih merasa lebih aman melakukan proses administrasi secara langsung karena khawatir melakukan kesalahan atau menjadi korban penipuan digital.

Karena itu, Taspen tetap mempertahankan layanan tatap muka agar seluruh peserta tetap memperoleh pelayanan secara optimal tanpa terkendala kemampuan menggunakan teknologi.

Perusahaan juga memiliki layanan khusus bagi penerima pensiun yang belum melakukan autentikasi selama tiga bulan berturut-turut. Dalam kondisi tersebut, petugas akan mendatangi peserta untuk memastikan status penerima manfaat sekaligus membantu proses administrasi yang diperlukan.

Baca Juga: Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru, Lionel Messi Masih Teratas, Bagan 32 Besar Resmi Terbentuk dan Jadwal Babak Gugur Siap Dimulai

Program Utama Taspen

Dalam pemaparannya, Rony menjelaskan program utama Taspen terdiri atas empat layanan. Namun, dua program terbesar adalah Tabungan Hari Tua (THT) dan Program Pensiun.

Program THT berasal dari iuran sebesar 3,25 persen dari gaji pokok beserta tunjangan peserta. Sementara Program Pensiun memperoleh iuran sebesar 4,75 persen dari gaji pokok dan tunjangan keluarga yang kemudian dikelola dalam Akumulasi Iuran Pensiun (AIP).

Selain itu, Taspen juga mengelola program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang iurannya berasal dari pemberi kerja.

Dana Kelolaan Tembus Rp400 Triliun

Taspen juga memaparkan perkembangan aset yang dikelola perusahaan. Hingga periode pelaporan terakhir, aset Program THT, JKK, dan JKM mencapai sekitar Rp149,53 triliun.

Sementara dana Program Akumulasi Iuran Pensiun (AIP) yang dikelola Taspen mencapai sekitar Rp250,77 triliun. Dengan demikian, total dana kelolaan perusahaan telah melampaui Rp400 triliun.

Menurut Rony, pertumbuhan aset masing-masing program berbeda karena dipengaruhi besarnya pembayaran klaim yang harus disalurkan kepada peserta.

Di sisi lain, hasil survei yang dilakukan pihak independen menunjukkan tingkat kepuasan peserta terhadap layanan Taspen terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Perusahaan menilai capaian tersebut menjadi indikator bahwa transformasi layanan, baik digital maupun tatap muka, mulai memberikan hasil positif.

Ke depan, Taspen menegaskan akan terus memperkuat pelayanan dan pengelolaan investasi agar mampu memberikan manfaat yang lebih optimal bagi jutaan ASN aktif maupun para pensiunan di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Keahlian Awak Perahu Tambangan di Sungai Brantas Bakal Ditingkatkan, Dishub Blitar Siapkan Pelatihan Keselamatan Pelayaran Gratis

Editor : Cholifatun Nisak
#tabungan hari tua #dana pensiun asn #pensiunan pns #PT Taspen #komisi xi dpr