Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Feda Ega Pratama Tampil Agresif di Moto3 Assen 2026, Crash Usai Duel Sengit Tikungan 4 Jadi Sorotan

Cholifatun Nisak • Senin, 29 Juni 2026 | 18:10 WIB
Feda Ega Pratama crash di Moto3 Assen 2026 usai duel sengit dan kehilangan grip ban di tikungan 4.
Feda Ega Pratama crash di Moto3 Assen 2026 usai duel sengit dan kehilangan grip ban di tikungan 4.

 

BLITAR KAWENTAR- Feda Ega Pratama Tampil Agresif di Moto3 Assen 2026

Feda Ega Pratama menjadi sorotan utama dalam balapan Moto3 Assen 2026 setelah tampil agresif sejak awal lomba namun harus mengakhiri race lebih cepat akibat kecelakaan di tikungan 4. Dalam ajang Moto3 Assen 2026 yang berlangsung di Sirkuit Assen, Belanda, pembalap muda Indonesia itu menunjukkan performa kompetitif sebelum akhirnya kehilangan grip ban belakang dan mengalami crash.

Sejak lampu start padam, Feda Ega Pratama di Moto3 Assen 2026 langsung menunjukkan gaya balap menyerang meski memulai dari posisi ketujuh. Ia terlibat duel ketat dengan sejumlah pembalap papan atas seperti Maximo Quiles dan David Almansa, bahkan sempat mencatatkan overtake penting di awal balapan. Performa agresif tersebut membuatnya sempat berada dalam grup perebutan podium.

Namun, intensitas tinggi sejak awal menjadi titik balik dalam Moto3 Assen 2026. Memasuki lap ketujuh, Feda mulai mengalami penurunan performa ban belakang. Catatan waktunya merosot signifikan setelah sebelumnya stabil di kisaran 1 menit 41 detik. Situasi ini menjadi awal dari masalah besar yang kemudian berujung pada kecelakaan di sektor cepat tikungan 4 menuju tikungan 5.

Baca Juga: Hakim Danish Dihujat Media Ceko Usai “Bumerang Kesombongan” di Moto3 Brno 2026, Dani Pedrosa Ikut Beri Peringatan Keras!

Duel Sengit dan Awal Kehilangan Momentum

Pada fase awal balapan, Feda Ega Pratama di Moto3 Assen 2026 tampil tanpa rasa takut menghadapi tekanan dari pembalap unggulan. Ia beberapa kali berhasil menyalip nama besar dan menjaga ritme dengan sangat agresif. Bahkan, ia sempat menekan barisan depan dan berada dalam jarak yang cukup dekat dengan posisi podium.

Namun strategi push sejak awal tersebut membawa konsekuensi besar. Ban belakang soft yang digunakan Feda mulai kehilangan daya cengkeram saat suhu lintasan mencapai kondisi kritis. Dalam beberapa lap, motor mulai sulit dikendalikan terutama saat keluar tikungan panjang berkecepatan tinggi.

Analisis Teknis Crash di Tikungan 4

Insiden yang menimpa Feda Ega Pratama di Moto3 Assen 2026 terjadi saat transisi tikungan 4 menuju tikungan 5 yang dikenal sebagai sektor cepat dan menuntut stabilitas ban belakang. Dalam kondisi tersebut, ban soft yang sudah mengalami degradasi tidak mampu menahan beban lateral saat deselerasi.

Sebelumnya, Feda mencatat waktu kompetitif di awal lomba, termasuk lap cepat di kisaran 1 menit 41 detik. Namun setelah kehilangan ritme pada lap ketujuh, waktu putarannya turun drastis hingga lebih dari satu detik. Kondisi ini menunjukkan adanya overheating sekaligus penurunan performa grip ban belakang.

Akibatnya, saat memasuki tikungan 4, motor kehilangan traksi dan membuat Feda terjatuh. Insiden ini memaksanya gagal menyelesaikan balapan atau DNF (Did Not Finish) dalam Moto3 Assen 2026.

Dampak ke Klasemen Moto3 2026

Meski gagal finis, Feda Ega Pratama di Moto3 Assen 2026 tetap mengoleksi 82 poin dan bertahan di papan tengah klasemen sementara Moto3 musim 2026. Namun posisinya kini semakin ketat karena hanya terpaut tipis dari rival terdekat seperti Hakim Danish yang juga mengoleksi poin serupa.

Di sisi lain, Maximo Quiles masih memimpin klasemen dengan dominasi kuat di beberapa seri terakhir. Persaingan di papan tengah hingga lima besar kini semakin ketat, dengan selisih poin yang sangat tipis antar pembalap muda berbakat.

Evaluasi dan Pelajaran untuk Seri Berikutnya

Kegagalan finis di Moto3 Assen 2026 menjadi pelajaran penting bagi Feda Ega Pratama, terutama dalam manajemen ban dan kontrol ritme balap. Meski menunjukkan potensi besar untuk bersaing di posisi depan, strategi agresif sejak awal dinilai menjadi faktor yang mempercepat degradasi ban.

Pengamat menilai, jika Feda mampu mengelola ritme balapan dengan lebih stabil, peluang untuk meraih podium di seri berikutnya masih sangat terbuka. Performa cepat yang ia tunjukkan di awal balapan menjadi bukti bahwa dirinya memiliki potensi besar di ajang Moto3 musim ini.

Dengan pengalaman dari Assen, Feda Ega Pratama di Moto3 Assen 2026 diharapkan bisa tampil lebih matang dalam mengatur strategi balap pada seri-seri selanjutnya.

Baca Juga: 340 ODHIV di Kabupaten Blitar Hilang Kontak, Dinkes Waspadai Risiko Penularan HIV Meningkat

Editor : Cholifatun Nisak
#Klasemen Moto3 2026 #Crash Moto3 #Moto3 Belanda 2026 #Moto3 Assen 2026 #Feda Ega Pratama