Blitar Kawentar – Persib Bandung terus menjadi pusat perhatian menjelang dimulainya musim kompetisi 2026/2027. Aktivitas transfer Maung Bandung diprediksi masih akan berlangsung dinamis seiring proses penyusunan skuad oleh pelatih Igor Tolic yang mendapat tugas berat membawa tim bersaing di empat kompetisi sekaligus.
Persib Bandung diyakini tidak akan melakukan perombakan ekstrem seperti musim lalu saat Bojan Hodak melepas belasan pemain. Namun, sejumlah perubahan tetap dilakukan demi menjaga kualitas tim sekaligus menyesuaikan kebutuhan strategi pelatih baru.
Di tengah proses tersebut, muncul dugaan bahwa Persib kembali akan memanfaatkan bursa transfer dengan membidik pemain dari klub-klub yang terdegradasi dari Liga 1. Pola ini bukan hal baru karena sudah beberapa kali diterapkan manajemen dalam beberapa musim terakhir.
Pola Transfer Persib Kembali Jadi Sorotan
Dalam beberapa tahun terakhir, Persib cukup sering mendatangkan pemain dari tim yang gagal bertahan di Liga 1. Strategi tersebut dinilai efektif karena banyak pemain berkualitas yang tetap ingin bermain di kasta tertinggi meski klubnya terdegradasi.
Nama-nama seperti Alfeandra Dewangga, Dimas Drajad, Ryan Kurnia, Putu Gede hingga Edo Febriansah menjadi contoh bagaimana Persib memanfaatkan situasi tersebut untuk memperkuat skuad.
Musim ini terdapat tiga klub yang harus turun kasta, yakni PSBS Biak, Persis Solo, dan Semen Padang. Ketiga tim itu pun disebut berpotensi menjadi sumber rekrutan baru bagi Maung Bandung, terutama untuk sektor pemain lokal.
Igor Tolic Butuh Kedalaman Skuad
Tantangan terbesar Igor Tolic adalah menyiapkan tim yang mampu tampil konsisten sepanjang musim. Persib diproyeksikan menjalani empat ajang berbeda sehingga rotasi pemain menjadi kebutuhan mutlak.
Karena itu, kedalaman skuad menjadi prioritas utama. Pelatih asal Kroasia tersebut diperkirakan lebih memilih memiliki banyak pemain yang siap dimainkan dibanding melakukan perubahan besar terhadap kerangka tim yang sudah terbentuk.
Beberapa pemain memang sudah resmi berpisah dengan Persib, termasuk Rezaldi Hehanussa dan Zalnando. Namun, proses evaluasi skuad diyakini masih terus berjalan sehingga daftar pemain keluar maupun masuk masih bisa bertambah.
Pemain Muda Tetap Mendapat Kesempatan
Selain berburu pemain baru, Persib juga dikabarkan tetap memberi ruang kepada pemain akademi untuk naik ke tim senior. Langkah tersebut menjadi bagian dari regenerasi sekaligus investasi jangka panjang klub.
Skuad Persib diperkirakan mendekati kuota maksimal yang diperbolehkan operator Liga 1. Namun, beberapa slot tetap disiapkan khusus bagi talenta muda agar mendapatkan pengalaman berlatih bersama tim utama.
Dengan demikian, Persib tidak hanya membangun kekuatan untuk musim ini, tetapi juga menyiapkan fondasi bagi masa depan klub.
Hubungan Baik dengan Semen Padang Bisa Jadi Keuntungan
Hubungan harmonis antara Persib dan Semen Padang juga dinilai membuka peluang kerja sama pada bursa transfer kali ini. Dalam beberapa musim terakhir, kedua klub beberapa kali melakukan peminjaman pemain sehingga komunikasi sudah terjalin dengan baik.
Situasi tersebut bisa mempermudah proses negosiasi apabila Persib membutuhkan tambahan pemain dari klub berjuluk Kabau Sirah tersebut. Di sisi lain, pemain muda Persib yang membutuhkan jam terbang juga dapat kembali dipinjamkan.
IPO Persib Masih Dinantikan Bobotoh
Di luar isu transfer pemain, Bobotoh juga masih menunggu kepastian mengenai rencana Initial Public Offering (IPO) Persib Bandung. Wacana tersebut sempat muncul sejak awal 2026, namun hingga kini belum terealisasi.
Sejumlah pihak menduga manajemen masih mempersiapkan investor strategis sebagai pendukung utama sebelum proses IPO benar-benar dilaksanakan. Kehadiran investor dinilai menjadi faktor penting agar langkah Persib menuju perusahaan terbuka berjalan lebih kuat.
Sementara itu, perhatian utama publik tetap tertuju pada aktivitas transfer Maung Bandung. Dengan status sebagai juara bertahan dan jadwal empat kompetisi yang menanti, setiap keputusan Igor Tolic dalam membangun skuad dipastikan akan terus menjadi sorotan hingga bursa transfer resmi ditutup.
Editor : M. Helmi Nurhisam