Blitar Kawentar – Mutasi Polri Juni 2026 kembali menjadi perhatian publik setelah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo merotasi puluhan perwira tinggi. Dalam kebijakan terbaru tersebut, sebanyak 29 Brigadir Jenderal (Brigjen) Polri masuk dalam daftar mutasi, rotasi, dan promosi jabatan yang ditetapkan pada 25 Juni 2026.
Mutasi tersebut merupakan bagian dari total 1.121 personel Polri yang mendapat penyegaran organisasi. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335/VI/KEP./2026 yang memuat sebanyak 74 perwira tinggi (Pati) Polri.
Melalui Mutasi Polri Juni 2026, sejumlah jabatan strategis mengalami pergantian, mulai dari Kapolda, pejabat utama Mabes Polri, hingga sejumlah perwira tinggi yang memasuki masa pensiun. Pergeseran ini menjadi bagian dari regenerasi dan penyegaran organisasi di lingkungan Korps Bhayangkara.
Pergantian Kapolda dan Pejabat Strategis
Salah satu mutasi yang paling menyita perhatian adalah penunjukan Brigjen Pol Rudi Setiawan sebagai Kapolda Aceh. Alumni Akpol 1996 tersebut sebelumnya menjabat Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri.
Posisi yang ditinggalkan Rudi Setiawan kemudian diisi Brigjen Pol Didi Hayamansyah, yang sebelumnya bertugas sebagai Dosen Kepolisian Utama Tingkat II Akpol Lemdiklat Polri.
Sementara itu, pergantian juga terjadi di Polda Papua Barat Daya. Brigjen Pol Gatot Hari Wibowo memasuki masa pensiun, sehingga jabatan Kapolda Papua Barat Daya kini diemban oleh Brigjen Pol Yulius Audi Sony Latueru, sebelumnya menjabat Kadiklat Reserse Lemdiklat Polri.
Di jajaran Polda Maluku, Brigjen Pol Imam Tobroni dimutasi menjadi Auditor Kepolisian Utama Tingkat I Itwasum Polri. Posisi Wakapolda Maluku kemudian dipercayakan kepada Brigjen Pol Arif Budiman, alumni Akpol 1997.
Sejumlah Brigjen Masuki Masa Pensiun
Selain promosi jabatan, mutasi kali ini juga diwarnai sejumlah perwira tinggi yang memasuki masa purna tugas.
Di antaranya adalah Brigjen Pol Mas Yudi, Brigjen Pol Irfing Jaya, Brigjen Pol I Wayan Suparta Yatnia, Brigjen Pol Gatot Hari Wibowo, serta Brigjen Pol Andreas Wayan Wisaksono yang kini berstatus perwira tinggi dalam rangka pensiun.
Pergantian ini sekaligus membuka ruang regenerasi bagi perwira tinggi lain yang memperoleh promosi jabatan di berbagai satuan kerja Polri.
Rotasi di Mabes Polri
Mutasi juga menyasar sejumlah jabatan penting di Mabes Polri. Brigjen Pol Hendra Wirawan dipercaya menjabat Karo Binkar SSDM Polri menggantikan Brigjen Pol Langgeng Purnomo yang kini bertugas sebagai Perancang Peraturan Kepolisian Utama Divisi Hukum Polri.
Brigjen Pol Muhammad Awal Khairuddin mendapat amanah sebagai Analis Advokasi Hukum Kepolisian Utama Tingkat I Divisi Hukum Polri.
Di Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen Pol John Charles Edison Nababan dipercaya menjadi Direktur Bintibmas menggantikan Brigjen Pol Muhammad Rudi Safirudin yang kini mengemban jabatan Direktur Binpotmas Korbinmas Baharkam Polri.
Perubahan juga terjadi di lingkungan Itwasum Polri. Brigjen Pol Edi Hermanto dipercaya menjabat Irwil III Itwasum Polri menggantikan Brigjen Pol Heru Koco yang kini menjadi Auditor Kepolisian Utama Tingkat I.
Sementara itu, Brigjen Pol Nur Romani, Brigjen Pol Dedi Tabrani, Brigjen Pol Anang Puji Janto, serta Brigjen Pol Presetio Rahmat Purbowo mendapat penugasan baru sebagai Perwira Tinggi Bareskrim Polri.
Di lingkungan Densus 88 Antiteror Polri, Brigjen Pol Dani Hernando memperoleh penugasan sebagai Perwira Tinggi Densus 88, sedangkan Brigjen Pol Dian Victor Immanuel Blegur dipercaya menjadi Kadiklat Reserse Lemdiklat Polri.
Mutasi juga menyentuh Brigjen Pol Wisnu Budaya, Brigjen Pol Ari Doni Setiawan, Brigjen Pol Harry Heriandi, Brigjen Pol Alpen, hingga Brigjen Pol Agus Triatmaja yang masing-masing memperoleh jabatan baru sesuai kebutuhan organisasi.
Melalui kebijakan Mutasi Polri Juni 2026 ini, Kapolri kembali melakukan penyegaran organisasi sebagai bagian dari pembinaan karier, regenerasi kepemimpinan, serta penguatan kinerja institusi. Pergantian pejabat di berbagai level diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan Polri kepada masyarakat sekaligus menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks.
Editor : M. Helmi Nurhisam