Blitar Kawentar – Mutasi Polri 2026 kembali menjadi perhatian publik setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi dan mutasi besar-besaran terhadap jajaran perwira tinggi. Salah satu keputusan yang paling menyita perhatian adalah pergantian sembilan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) di sejumlah wilayah strategis Indonesia.
Kebijakan Mutasi Polri 2026 tersebut diteken Kapolri pada 7 Mei 2026 sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus upaya memperkuat kinerja institusi kepolisian. Pergantian pimpinan di tingkat Polda dinilai penting untuk menjaga dinamika organisasi, meningkatkan profesionalisme, serta menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.
Sejumlah daerah yang mengalami pergantian Kapolda antara lain Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Bengkulu, Sulawesi Tenggara, hingga Sulawesi Tengah.
Kapolda Jawa Barat Resmi Berganti
Pergantian paling menjadi sorotan terjadi di Polda Jawa Barat. Irjen Pol Rudi Setiawan dimutasi menjadi Perwira Tinggi Bareskrim Polri setelah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Kapolda Jawa Barat.
Posisi yang ditinggalkan kini dipercayakan kepada Irjen Pol Pipit Rismanto. Sebelum menerima amanah baru tersebut, Pipit Rismanto menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Barat.
Rotasi ini sekaligus membuat kursi Kapolda Kalimantan Barat kosong dan kemudian diisi oleh Irjen Pol Albert Teddy Benhard yang mendapat kepercayaan memimpin kepolisian di provinsi tersebut.
Pergantian ini menjadi bagian dari penyegaran kepemimpinan agar pelayanan kepolisian kepada masyarakat semakin optimal.
Sumatera Barat dan Kalimantan Utara Ikut Berganti
Di wilayah Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mendapat penugasan baru sebagai Perwira Tinggi Lemdiklat Polri.
Sebagai penggantinya, Kapolri menunjuk Irjen Pol Cahyoto yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Utara.
Rotasi tersebut juga berdampak pada Polda Kalimantan Utara. Jabatan Kapolda Kaltara kini dipercayakan kepada Brigjen Pol Agus Wijayanto yang sebelumnya bertugas sebagai Karowabprof Divisi Propam Polri.
Dengan pengalaman yang dimiliki masing-masing pejabat, Polri berharap pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal meski terjadi pergantian kepemimpinan.
Kapolda Maluku Utara dan NTB Punya Nahkoda Baru
Mutasi juga menyasar wilayah Indonesia bagian timur.
Irjen Pol Waris Agono dimutasi menjadi Perwira Tinggi Polda Maluku Utara. Jabatan Kapolda Maluku Utara kemudian diberikan kepada Brigjen Pol Arif Budiman yang sebelumnya menjabat sebagai Widyaiswara Sespim Polri.
Sementara itu, Irjen Pol Edi Murbowo yang sebelumnya memimpin Polda Nusa Tenggara Barat juga mendapat penugasan baru sebagai Perwira Tinggi Polda NTB.
Posisi Kapolda NTB kini dipercayakan kepada Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja yang sebelumnya menjabat sebagai Kakorbinmas Baharkam Polri.
Pergantian tersebut diharapkan mampu memperkuat stabilitas keamanan sekaligus meningkatkan pelayanan kepolisian di wilayah masing-masing.
Bengkulu, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah Tak Luput dari Rotasi
Di Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono dipercaya mengemban jabatan baru sebagai Kakorbinmas Baharkam Polri.
Posisi Kapolda Bengkulu kemudian diisi Brigjen Pol Yudi Sulistianto Wahid yang mendapat promosi memimpin kepolisian di provinsi tersebut.
Rotasi juga berlangsung di Sulawesi Tenggara. Irjen Pol Didik Agung Widjanarko dimutasi menjadi Perwira Tinggi Polda Sulawesi Tenggara.
Sebagai penggantinya, Brigjen Pol Himawan Bayu Aji yang sebelumnya menjabat Dirtipidter Bareskrim Polri dipercaya menjadi Kapolda Sulawesi Tenggara.
Sementara di Sulawesi Tengah, Irjen Pol Andy Suryatnyo dimutasi menjadi Perwira Tinggi Polda Sulawesi Tengah. Kursi Kapolda Sulawesi Tengah kini ditempati Brigjen Pol Nasri yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Sulawesi Selatan.
Penyegaran Organisasi untuk Tingkatkan Kinerja
Pergantian sembilan Kapolda sekaligus menunjukkan komitmen Kapolri dalam melakukan penyegaran struktur organisasi Polri. Mutasi jabatan merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier sekaligus upaya meningkatkan efektivitas kepemimpinan di daerah.
Dengan hadirnya para Kapolda baru, Polri berharap mampu menghadapi berbagai tantangan keamanan yang semakin kompleks, memperkuat pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Indonesia.
Rotasi ini juga menjadi bukti bahwa regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri terus berjalan sebagai bagian dari peningkatan profesionalisme institusi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Editor : M. Helmi Nurhisam