BLITAR KAWENTAR- Bagan 32 besar Piala Dunia 2026 menjadi perbincangan hangat setelah seluruh peserta yang lolos dari fase grup dipastikan melaju ke babak gugur. Sebanyak 32 tim kini bersaing memperebutkan tiket menuju babak 16 besar, namun jalur yang harus ditempuh masing-masing negara ternyata berbeda. Sejumlah tim unggulan justru harus saling berhadapan sejak awal fase knockout.
Sorotan utama dalam bagan 32 besar Piala Dunia 2026 adalah keuntungan yang dinilai diperoleh Argentina. Sang juara bertahan disebut memiliki jalur yang relatif lebih ringan dibandingkan negara-negara besar lain seperti Prancis, Jerman, Brasil, Portugal, hingga Belanda yang berpotensi saling menyingkirkan sebelum semifinal.
Pengamat sepak bola Roni Pangamanan menilai format baru Piala Dunia yang diikuti 48 peserta membuat persaingan semakin ketat. Banyak laga besar sudah tersaji sejak fase gugur pertama sehingga peluang tim unggulan melangkah jauh menjadi lebih sulit.
Tanjung Verde Jadi Kejutan Terbesar
Menurut Roni Pangamanan, kejutan terbesar pada fase grup datang dari Tanjung Verde. Negara kepulauan dengan jumlah penduduk sekitar setengah juta jiwa itu sukses mencuri perhatian dalam debutnya di Piala Dunia.
Tanjung Verde mampu lolos ke babak gugur tanpa menelan kekalahan meski berada satu grup bersama Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi. Penampilan impresif tersebut membuat mereka dijuluki sebagai tim "Cinderella" turnamen.
Tantangan berikutnya tentu tidak mudah. Tanjung Verde akan menghadapi Argentina yang diperkuat Lionel Messi pada babak 32 besar.
Jika mampu menyingkirkan juara bertahan, Tanjung Verde dipastikan akan mencatat salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
Jalur Kiri Dianggap Sebagai Neraka
Roni menilai bagan sebelah kiri menjadi jalur paling berat karena mempertemukan sejumlah negara elite dunia.
Jerman diprediksi bertemu Prancis apabila sama-sama lolos ke babak berikutnya. Duel tersebut dipastikan membuat salah satu favorit juara harus tersingkir lebih awal.
Situasi serupa juga berpotensi terjadi pada Spanyol dan Portugal. Apabila keduanya mampu melewati lawan masing-masing, bentrokan dua raksasa Eropa itu sulit dihindari pada fase berikutnya.
Belanda juga tidak mendapat lawan mudah karena harus menghadapi Maroko, salah satu tim yang tampil konsisten dalam beberapa turnamen terakhir.
Argentina Dinilai Paling Diuntungkan
Berbeda dengan jalur kiri yang dipenuhi laga besar, Argentina disebut memiliki lintasan yang lebih bersahabat.
Pada babak 32 besar, Lionel Messi dan kawan-kawan akan menghadapi Tanjung Verde. Jika mampu lolos, Argentina berpeluang bertemu Swiss atau Kolombia sebelum kemungkinan menghadapi Inggris, Brasil, atau Jepang di semifinal.
Kondisi tersebut membuat peluang Argentina kembali mencapai partai final dinilai lebih terbuka dibanding kandidat juara lainnya.
Bahkan, final ulang edisi 2022 antara Argentina melawan Prancis berpotensi kembali terjadi apabila kedua tim mampu melewati seluruh rintangan di jalurnya masing-masing.
Brasil dan Belanda Terancam Kejutan
Selain duel klasik antartim besar, perhatian juga tertuju pada laga Brasil menghadapi Jepang.
Roni menilai Jepang memiliki modal kepercayaan diri tinggi setelah pernah mengalahkan Brasil dalam laga uji coba dengan skuad yang tidak jauh berbeda.
Karena itu, peluang Samurai Biru menciptakan kejutan dinilai cukup besar meski Brasil masih diunggulkan berkat pengalaman dan tradisi sebagai pemilik lima gelar juara dunia.
Belanda juga diprediksi menghadapi ujian berat saat bertemu Maroko. Tim asal Afrika tersebut dianggap memiliki kualitas yang mampu menghentikan langkah De Oranje.
Sementara itu, Portugal juga diminta waspada ketika menghadapi Kroasia yang dikenal memiliki pengalaman panjang di turnamen besar.
Tradisi Juara Masih Jadi Modal Utama
Meski banyak potensi kejutan, Roni tetap menilai tim-tim yang memiliki sejarah panjang di Piala Dunia masih menjadi kandidat terkuat untuk mengangkat trofi.
Brasil, Argentina, Prancis, Jerman, Spanyol, dan Inggris dinilai tetap memiliki mental juara yang menjadi pembeda ketika memasuki fase gugur.
Namun, format baru Piala Dunia membuat setiap pertandingan menjadi sangat menentukan. Kesalahan kecil bisa langsung mengakhiri perjalanan tim unggulan.
Dengan bagan yang mempertemukan sejumlah raksasa sepak bola sejak awal babak gugur, Piala Dunia 2026 diprediksi menghadirkan persaingan yang lebih sengit dibanding edisi-edisi sebelumnya. Di sisi lain, kemunculan tim-tim kuda hitam seperti Tanjung Verde, Jepang, dan Maroko membuat peluang terciptanya kejutan semakin terbuka. Publik kini menantikan apakah tradisi juara akan kembali berbicara atau justru lahir cerita baru dari negara-negara yang selama ini belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia.
Editor : Cholifatun Nisak