BLITAR KAWENTAR- Bagan babak 32 besar Piala Dunia 2026 memunculkan banyak perbincangan setelah seluruh peserta fase gugur dipastikan. Sejumlah duel akbar langsung tersaji sejak awal knockout, sementara beberapa tim unggulan harus saling sikut demi mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Salah satu sorotan terbesar dalam bagan babak 32 besar Piala Dunia 2026 adalah pertemuan Jepang kontra Brasil. Wakil Asia itu dinilai mendapat lawan paling berat meski tampil impresif sepanjang fase grup. Di sisi lain, Argentina justru disebut memiliki jalur yang lebih ringan menuju partai final.
Pengamat sepak bola Akmal Marhali menilai peta persaingan kali ini tidak merata. Bagan sebelah kiri dihuni banyak raksasa Eropa, sedangkan sisi kanan lebih didominasi negara-negara Amerika Latin sehingga peluang Argentina melaju hingga final terbuka cukup lebar.
Jepang Hadapi Ujian Terberat Lawan Brasil
Menurut Akmal, Jepang menjadi tim yang paling kurang beruntung di fase gugur. Setelah menghadapi lawan berat pada babak penyisihan, Samurai Biru kini harus berjumpa Brasil yang merupakan juara dunia lima kali.
Meski demikian, Jepang dinilai tetap memiliki peluang menciptakan kejutan. Sebelum Piala Dunia dimulai, Jepang pernah mengalahkan Brasil dengan skor 3-2 dalam laga uji coba saat Selecao sudah ditangani Carlo Ancelotti.
Rekor tersebut menjadi modal berharga bagi Jepang untuk mencoba menghentikan langkah Vinicius Junior dan kolega.
Apabila Jepang mampu menyingkirkan Brasil, peta persaingan di bagan kanan dipastikan berubah total.
Argentina Dianggap Punya Jalan Lebih Ringan
Di sisi lain, Argentina disebut menjadi tim yang paling diuntungkan dari pembagian bagan.
Pada babak 32 besar, Lionel Messi dan kawan-kawan dijadwalkan menghadapi Tanjung Verde. Jika lolos, Argentina berpotensi bertemu pemenang laga Australia melawan Mesir sebelum melaju ke perempat final.
Selanjutnya, Albiceleste diperkirakan hanya akan menghadapi pemenang antara Swiss, Aljazair, Kolombia, atau Republik Demokratik Kongo.
Dengan komposisi tersebut, Argentina dinilai memiliki peluang besar mencapai semifinal bahkan final tanpa harus menghadapi banyak tim unggulan sejak awal.
Duel Sengit Warnai Bagan Kiri
Berbeda dengan Argentina, tim-tim Eropa justru harus melalui jalur yang jauh lebih berat.
Jerman diprediksi menghadapi Paraguay sebelum kemungkinan bertemu Prancis pada babak 16 besar.
Di sektor lain, Portugal akan berhadapan dengan Kroasia dalam duel dua pemain senior, Cristiano Ronaldo dan Luka Modric.
Pemenang pertandingan tersebut diperkirakan akan menghadapi Spanyol yang lebih difavoritkan saat menghadapi Austria.
Tak hanya itu, Belanda juga harus menghadapi Maroko yang kembali disebut sebagai salah satu tim kuda hitam setelah tampil impresif pada edisi sebelumnya.
Sementara Kanada sebagai tuan rumah diperkirakan akan menjalani laga seimbang saat menghadapi Afrika Selatan.
Maroko Berpotensi Ulangi Kejutan
Akmal juga menilai Maroko masih layak diperhitungkan sebagai ancaman bagi tim-tim besar.
Dengan permainan menyerang dan organisasi tim yang solid, Maroko diyakini memiliki peluang menghentikan langkah Belanda di babak 32 besar.
Jika skenario tersebut terjadi, jalur menuju semifinal di sisi kiri akan berubah drastis karena salah satu kandidat juara harus tersingkir lebih cepat.
Final Ideal Messi vs Ronaldo Masih Terbuka
Selain membahas jalur pertandingan, Akmal turut memprediksi dua kemungkinan final ideal Piala Dunia 2026.
Skenario pertama adalah terulangnya final Piala Dunia 2022 antara Argentina melawan Prancis.
Namun skenario yang paling dinantikan pencinta sepak bola dunia adalah duel Lionel Messi kontra Cristiano Ronaldo pada partai puncak.
Meski jalur Portugal jauh lebih berat karena harus melewati Kroasia, Spanyol hingga kemungkinan menghadapi Belgia atau Prancis, peluang tersebut masih terbuka apabila Selecao mampu tampil konsisten.
Menurut Akmal, apabila Messi dan Ronaldo benar-benar bertemu di final, laga tersebut akan menjadi penutup sempurna bagi dua legenda sepak bola dunia.
Cristiano Ronaldo baru saja mencatat sejarah sebagai pemain yang selalu mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia secara beruntun. Sementara Lionel Messi terus memperpanjang rekor penampilan impresifnya di panggung terbesar sepak bola dunia.
Meski berbagai prediksi mulai bermunculan, seluruh skenario tersebut tetap akan ditentukan oleh hasil pertandingan di lapangan. Babak 32 besar dipastikan menjadi awal pertarungan sesungguhnya bagi para kandidat juara Piala Dunia 2026.
Editor : Cholifatun Nisak