BLITAR KAWENTAR- Formasi 32 besar Piala Dunia 2026 resmi terbentuk dan langsung memicu berbagai analisis serta prediksi dari pengamat hingga sistem kecerdasan buatan (AI). Menariknya, 32 besar Piala Dunia 2026 kali ini tidak hanya menghadirkan tim-tim unggulan Eropa dan Amerika Latin, tetapi juga kejutan dari negara debutan dan kekuatan baru dari Asia serta Afrika.
Pengamat sepak bola Bung Akmal Marsali menilai fase ini menjadi salah satu yang paling kompetitif dalam sejarah turnamen. Ia menyebut banyak tim mapan masih mendominasi, namun sejumlah kejutan besar sudah terjadi bahkan sebelum fase gugur dimulai.
Menurutnya, 32 besar Piala Dunia 2026 juga menjadi panggung lahirnya cerita baru, termasuk tumbangnya beberapa tim besar serta munculnya debutan yang langsung menembus fase knockout.
Kejutan Besar di 32 Besar Piala Dunia 2026
Salah satu sorotan utama adalah kegagalan Uruguay yang berstatus juara dunia dua kali untuk melaju lebih jauh. Selain itu, Turki yang digadang-gadang memiliki generasi emas juga harus tersingkir lebih cepat dari ekspektasi.
Di sisi lain, empat debutan seperti Uzbekistan, Yordania, Curaçao, dan Cape Verde justru mencuri perhatian. Cape Verde bahkan disebut sebagai kisah paling inspiratif karena menjadi negara kecil dengan populasi terbatas namun mampu bersaing di level tertinggi.
“Ini menunjukkan bahwa sepak bola modern tidak lagi hanya soal nama besar,” ujar Bung Akmal dalam diskusi tersebut.
Dominasi Eropa dan Kekuatan Asia di 32 Besar Piala Dunia 2026
Dari sisi distribusi kekuatan, Eropa masih menjadi konfederasi paling dominan. Namun Afrika juga tampil mengejutkan dengan tingkat kelolosan tinggi, sementara Asia hanya menyisakan dua wakil utama, yakni Australia dan Jepang.
Jepang menjadi sorotan khusus setelah tampil impresif di fase grup tanpa kekalahan. Mereka bahkan menahan imbang Belanda dan tampil solid sepanjang turnamen. Namun tantangan besar menanti karena mereka harus menghadapi Brasil di fase 32 besar.
“Jepang ini kuda hitam. Mereka punya visi jangka panjang dan pemain Eropa yang matang,” kata Akmal.
Laga Kunci: Jepang vs Brasil hingga Maroko vs Belanda
Pertandingan paling dinanti dalam 32 besar Piala Dunia 2026 adalah Brasil kontra Jepang. Brasil tetap diunggulkan, tetapi Jepang diyakini mampu memberi perlawanan ketat bahkan berpotensi menciptakan kejutan.
Selain itu, duel Belanda melawan Maroko juga menjadi perhatian. Maroko yang sebelumnya menembus semifinal edisi sebelumnya kembali disebut sebagai tim kuda hitam yang berbahaya.
“Belanda memang kuat di atas kertas, tapi Maroko bisa mengulang kejutan besar,” ujar Akmal.
Sementara itu, Jerman diprediksi lebih mudah saat menghadapi Paraguay, sedangkan Kanada vs Afrika Selatan disebut sebagai laga seimbang yang sulit diprediksi.
Analisis Peluang Juara di 32 Besar Piala Dunia 2026
Dari berbagai model prediksi global, Spanyol masih menjadi favorit utama juara, disusul Prancis, Inggris, dan Argentina. Namun sistem AI juga menyoroti ketidakpastian tinggi dalam fase knockout yang penuh variabel.
Simulasi dari berbagai lembaga bahkan menyebut peluang Spanyol mencapai sekitar 20 persen untuk menjadi juara, sementara Prancis dan Argentina menguntit di belakangnya.
Namun Bung Akmal menegaskan bahwa sepak bola tidak bisa hanya mengandalkan data. Faktor momentum, mentalitas, hingga kejutan di satu pertandingan bisa mengubah segalanya.
“Turnamen ini bisa berubah hanya dalam satu momen,” tegasnya.
Dengan berbagai kejutan yang sudah terjadi, 32 besar Piala Dunia 2026 dipastikan menjadi panggung awal menuju drama besar yang bisa saja mengubah prediksi siapa pun.
Editor : Cholifatun Nisak