Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Piala Dunia 2014 Jadi Titik Balik Sepak Bola Dunia, Brasil Dipermalukan Jerman dan Messi Gagal Angkat Trofi

M. Helmi Nurhisam • Rabu, 1 Juli 2026 | 12:35 WIB
Piala Dunia 2014 menghadirkan tragedi Brasil 7-1, Messi gagal juara, dan Jerman mengubah wajah sepak bola modern lewat permainan kolektif.(Pinterest)
Piala Dunia 2014 menghadirkan tragedi Brasil 7-1, Messi gagal juara, dan Jerman mengubah wajah sepak bola modern lewat permainan kolektif.(Pinterest)

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COMPiala Dunia 2014 bukan sekadar ajang mencari juara dunia, tetapi juga menjadi momen yang mengubah peta kekuatan sepak bola internasional. Turnamen yang digelar di Brasil itu menghadirkan berbagai kejutan, mulai dari gugurnya para raksasa sejak fase grup hingga lahirnya Jerman sebagai simbol sepak bola modern.

Sejak awal penyelenggaraan, Piala Dunia 2014 dipenuhi ekspektasi besar. Brasil berharap mengakhiri penantian panjang dengan meraih gelar keenam di depan pendukung sendiri. Di sisi lain, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Neymar datang sebagai tiga megabintang yang diprediksi akan menentukan arah perebutan gelar juara.

Namun, perjalanan turnamen justru menghadirkan cerita yang sama sekali berbeda. Piala Dunia 2014 menjadi panggung berakhirnya dominasi lama sekaligus awal lahirnya generasi baru yang mengubah wajah sepak bola dunia.

Baca Juga: Top Skor Piala Dunia 2026 Memanas! Mbappe Ungguli Messi, Haaland Cuma Terpaut Satu Gol

Banyak Favorit Tumbang Lebih Cepat

Fase grup langsung menyajikan kejutan besar. Spanyol yang datang sebagai juara bertahan dipermalukan Belanda dengan skor 5-1 melalui penampilan luar biasa Robin van Persie dan Arjen Robben. Kekalahan itu berlanjut saat La Furia Roja takluk 0-2 dari Chile sehingga harus angkat koper lebih awal.

Portugal juga gagal memenuhi ekspektasi. Cristiano Ronaldo tidak mampu membawa negaranya lolos ke babak gugur setelah kalah bersaing dengan Jerman dan Amerika Serikat. Nasib serupa dialami Italia serta Inggris yang sama-sama tersingkir dari grup neraka usai dikalahkan Costa Rica.

Sebaliknya, negara-negara yang tidak diunggulkan justru tampil mengejutkan. Costa Rica sukses menjadi juara grup, sedangkan Kolombia tampil impresif bersama James Rodríguez yang menjadi top skor turnamen dengan enam gol.

Neymar Bersinar Sebelum Cedera Menghancurkan Harapan Brasil

Brasil tampil cukup meyakinkan pada fase grup dengan Neymar sebagai motor serangan. Penyerang muda itu mencetak empat gol dan membawa Selecao lolos sebagai juara grup.

Namun cobaan datang saat perempat final melawan Kolombia. Brasil memang menang 2-1, tetapi Neymar mengalami cedera tulang belakang setelah mendapat benturan keras dari Juan Zúñiga. Cedera tersebut membuat sang bintang harus mengakhiri turnamen lebih cepat.

Kehilangan Neymar menjadi pukulan telak bagi Brasil yang sudah kehilangan Thiago Silva akibat akumulasi kartu menjelang semifinal.

Tragedi 7-1 yang Mengguncang Dunia

Semifinal mempertemukan Brasil dengan Jerman dalam laga yang kemudian dikenang sebagai salah satu pertandingan paling mengejutkan sepanjang sejarah sepak bola.

Jerman tampil tanpa ampun. Thomas Müller membuka keunggulan sebelum Miroslav Klose, Toni Kroos, Sami Khedira, dan André Schürrle bergantian membobol gawang Brasil. Dalam kurun enam menit, Brasil kebobolan empat gol yang membuat stadion Mineirão berubah sunyi.

Pertandingan berakhir dengan skor telak 7-1 untuk kemenangan Jerman. Hasil tersebut menjadi kekalahan paling memalukan yang pernah dialami Brasil di kandang sendiri sekaligus mengakhiri mimpi meraih gelar dunia keenam.

Baca Juga: Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru: Mbappe dan Messi Sama Kuat, Haaland Siap Kudeta di 16 Besar

Messi Nyaris Mengakhiri Penantian Argentina

Di jalur lain, Argentina tampil konsisten meski sering menang dengan skor tipis. Lionel Messi menjadi sosok paling menentukan sepanjang turnamen sebelum akhirnya Albiceleste melaju ke final usai menyingkirkan Belanda lewat adu penalti.

Pada partai puncak, Argentina kehilangan Ángel Di María yang masih dibekap cedera. Meski begitu, Messi sempat mendapatkan peluang emas yang gagal dikonversi menjadi gol.

Saat laga memasuki babak tambahan waktu, Mario Götze menjadi pembeda. Pemain muda Jerman itu mencetak gol indah pada menit ke-113 yang memastikan kemenangan Der Panzer 1-0 sekaligus membawa mereka menjadi juara dunia untuk keempat kalinya.

Keberhasilan tersebut sekaligus menjadikan Jerman sebagai negara Eropa pertama yang mampu menjuarai Piala Dunia di kawasan Amerika Selatan.

Piala Dunia 2014 akhirnya dikenang bukan hanya karena lahirnya juara baru, melainkan juga sebagai momen berakhirnya era tiki-taka Spanyol dan mulai dominannya sepak bola modern yang mengandalkan kolektivitas, pressing, serta organisasi permainan. Turnamen ini menjadi bukti bahwa kerja sama tim mampu mengalahkan ketergantungan pada satu pemain bintang.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Piala Dunia 2014 #Jerman Juara Dunia #Brasil vs Jerman #neymar #lionel messi