Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Veda Ega Pratama Jajal Motor Moto2 Saat Persiapan GP Jerman, Benarkah Jadi Sinyal Naik Kelas?

Maylanni Diana Fitri • Selasa, 7 Juli 2026 | 11:47 WIB
Veda Ega Pratama dikabarkan menjajal motor setara Moto2 jelang GP Jerman. Simak fakta latihan, persiapan balapan, dan klarifikasi berbagai spekulasi yang beredar.(pinterest)
Veda Ega Pratama dikabarkan menjajal motor setara Moto2 jelang GP Jerman. Simak fakta latihan, persiapan balapan, dan klarifikasi berbagai spekulasi yang beredar.(pinterest)

BLITAR KAWENTAR, BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COMVeda Ega Pratama kembali menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan dirinya menjalani sesi latihan menggunakan motor berkapasitas lebih besar yang disebut memiliki spesifikasi setara Moto2. Momen tersebut memunculkan berbagai spekulasi di kalangan penggemar balap, termasuk anggapan bahwa pembalap muda Indonesia itu mulai dipersiapkan untuk naik ke kelas yang lebih tinggi.

Dalam video yang beredar di YouTube, Veda Ega Pratama terlihat mengendarai motor berwarna putih tanpa livery di sebuah lintasan tertutup. Narasi video menyebut motor tersebut memiliki kapasitas mesin sekitar 600 cc hingga 765 cc, yang lazim digunakan sebagai motor latihan bagi pembalap Grand Prix.

Meski begitu, sejumlah klaim dalam video, seperti reaksi dramatis manajer Honda Team Asia Hiroshi Aoyama hingga dugaan adanya "rekaman rahasia" dan "mata-mata tim rival", tidak disertai bukti maupun konfirmasi resmi. Karena itu, informasi tersebut sebaiknya dipandang sebagai opini atau spekulasi, bukan fakta yang telah terverifikasi.

Latihan Motor Besar Bukan Hal Baru

Dalam dunia balap Grand Prix, pembalap Moto3 memang kerap menjalani latihan menggunakan motor berkapasitas lebih besar. Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan mengendalikan tenaga mesin, teknik pengereman, hingga adaptasi terhadap karakter motor yang lebih berat.

Baca Juga: Cara Cek Sertifikat Tanah Asli atau Palsu Secara Online, Bisa Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku dan Situs ATR/BPN

Metode latihan seperti ini dipercaya dapat membantu pembalap meningkatkan sensitivitas terhadap throttle, pengereman, dan perpindahan bobot tubuh. Saat kembali mengendarai motor Moto3 yang lebih ringan, pembalap diharapkan memiliki kontrol yang lebih baik.

Karena itu, sesi latihan menggunakan motor setara Moto2 bukan berarti seorang pembalap dipastikan akan promosi ke kelas berikutnya.

Fokus Persiapan Menuju GP Jerman

Video tersebut juga mengaitkan latihan Veda dengan persiapan menghadapi Moto3 GP Jerman di Sirkuit Sachsenring.

Baca Juga: Cera Tec Liqui Moly Benarkah Bikin Mesin Lebih Halus? Ini Cara Kerja, Manfaat, dan Fakta Ilmiahnya

Sachsenring dikenal sebagai salah satu lintasan paling teknis dalam kalender MotoGP. Sirkuit ini memiliki dominasi tikungan kiri yang menuntut kemampuan menjaga corner speed, pengereman presisi, serta pengelolaan ban sepanjang balapan.

Karakter tersebut dinilai cukup sesuai dengan gaya balap Veda yang selama ini dikenal mengandalkan kelincahan saat memasuki tikungan dibandingkan mengandalkan kecepatan puncak di lintasan lurus.

Veda Masih Bersaing di Papan Tengah Klasemen

Menjelang GP Jerman, Veda Ega Pratama masih berjuang memperbaiki posisinya di klasemen Moto3 musim 2026.

Dalam narasi video disebutkan Veda mengoleksi 82 poin dan berada di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan jumlah poin yang sama seperti rival asal Malaysia, Hakim Danish.

Sementara posisi puncak masih ditempati Maximo Quiles yang unggul cukup jauh dalam perolehan poin.

Dengan masih tersisa sejumlah seri hingga akhir musim, peluang Veda untuk terus memperbaiki posisi klasemen masih terbuka apabila mampu tampil konsisten pada setiap balapan.

Belum Ada Pernyataan Resmi Honda Team Asia

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Honda Team Asia maupun pihak Veda Ega Pratama yang menyebut latihan menggunakan motor besar tersebut sebagai bagian dari persiapan promosi ke Moto2.

Begitu pula klaim mengenai reaksi Hiroshi Aoyama, strategi rahasia tim, hingga pengawasan dari tim rival belum memiliki dasar informasi resmi yang dapat diverifikasi.

Yang dapat dipastikan, latihan menggunakan motor berkapasitas lebih besar merupakan metode yang cukup lazim dilakukan dalam pengembangan kemampuan pembalap muda di ajang Grand Prix.

Publik Indonesia tentu berharap Veda Ega Pratama mampu memanfaatkan setiap sesi latihan untuk tampil lebih kompetitif pada GP Jerman. Namun, hasil akhir tetap akan ditentukan oleh performa di lintasan saat balapan resmi berlangsung.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Sachsenring #GP Jerman #Honda Team Asia #veda ega pratama #moto3 2026