BLITAR KAWENTAR – Narasi mengenai dokumen rahasia Bung Karno yang diklaim ditemukan pada 2025 terus berkembang di media sosial.
Setelah disebut berisi amanat bagi Presiden Republik Indonesia, cerita tersebut berlanjut dengan klaim bahwa Presiden Prabowo Subianto membentuk tim khusus untuk mengungkap isi dokumen dan menelusuri sejumlah titik strategis di Indonesia.
Dalam video yang viral, diceritakan Presiden menerima laporan mengenai surat peninggalan Presiden pertama RI tersebut.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Jajal Motor Moto2 Saat Persiapan GP Jerman, Benarkah Jadi Sinyal Naik Kelas?
Surat itu disebut memuat berbagai pesan mengenai kedaulatan bangsa, pengelolaan sumber daya alam, hingga peta lokasi yang diyakini menyimpan dokumen penting peninggalan Bung Karno.
Meski dikemas layaknya laporan investigasi, hingga kini tidak ada bukti resmi yang menunjukkan keberadaan dokumen maupun pembentukan tim khusus sebagaimana diceritakan dalam video tersebut.
Cerita tersebut lebih menyerupai karya fiksi yang memadukan tokoh nyata dengan alur dramatik.
Narasi menyebut Presiden Prabowo membentuk satu tim beranggotakan tujuh orang yang dinamai "Satuan Tujuh Penjaga Naskah".
Anggotanya disebut berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari jenderal aktif, sejarawan senior, ahli aksara Nusantara, mantan Kepala BIN, ulama, ekonom nasionalis, hingga perwira pasukan khusus.
Mereka diberi tugas menafsirkan isi dokumen peninggalan Bung Karno sekaligus menelusuri lokasi-lokasi yang ditandai dalam peta rahasia tersebut.
Cerita menggambarkan tugas tim berlangsung secara tertutup dengan pengamanan ketat karena dokumen tersebut diyakini memiliki dampak besar terhadap masa depan Indonesia.
Lokasi pertama yang dikisahkan berada di Kalimantan Timur, tidak jauh dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut narasi, tim menemukan ruang bawah tanah yang berisi dokumen lama mengenai pengelolaan sumber daya alam.
Baca Juga: Hasil Moto3 Italia 2026: Brian Uriarte Juara, Veda Ega Pratama Finis 8 dan Bertahan di Lima Besar
Dokumen tersebut disebut memuat kesepakatan bahwa kekayaan alam Indonesia seharusnya dikelola koperasi rakyat, bukan perusahaan asing.
Video kemudian mengklaim Presiden memerintahkan penghentian sementara sejumlah proyek eksplorasi setelah membaca isi dokumen tersebut.
Namun, hingga saat ini tidak pernah ada pengumuman resmi mengenai penemuan dokumen seperti yang dimaksud maupun penghentian proyek dengan alasan tersebut.
Baca Juga: Jadwal Moto3 Jerman 2026 Lengkap: Race 12 Juli, Veda Ega Pratama Bidik Tambahan Poin
Cerita kemudian berlanjut ke wilayah selatan Pulau Jawa.
Tim ekspedisi dikisahkan menemukan struktur bawah laut yang disebut menyerupai reruntuhan kuno.
Di sebuah pulau kecil yang tidak tercantum dalam peta modern, mereka disebut menemukan tugu batu bertuliskan aksara Jawa kuno.
Baca Juga: SPMB Kota Blitar Usai, Sembilan Sekolah Negeri Masih Sepi Peminat, Dispendik Ungkap Penyebabnya
Narasi menyebut lokasi tersebut merupakan simbol amanat Bung Karno mengenai kedaulatan Nusantara yang harus dijaga oleh generasi mendatang.
Bagian ini menjadi salah satu unsur yang memperkuat nuansa petualangan dan misteri dalam cerita, meskipun tidak disertai bukti atau dokumentasi resmi.
Perjalanan berikutnya membawa tim menuju sebuah rumah tua di Sumatera Barat yang disebut pernah menjadi tempat singgah Bung Karno.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Podium 2 Moto3 Jerman, Klaim Pujian Valentino Rossi Ternyata Hoaks
Di bawah lantai rumah itu, mereka dikisahkan menemukan kotak kayu berisi mikrofilm, pidato yang belum pernah dipublikasikan, serta rancangan undang-undang mengenai pemulihan aset negara.
Isi dokumen disebut mengatur pengembalian aset strategis Indonesia yang diduga berpindah tangan sejak masa kolonial hingga era modern.
Cerita juga memasukkan konflik politik berupa tekanan dari sejumlah pihak yang disebut tidak ingin dokumen tersebut dipublikasikan.
Baca Juga: Desa Bojong di Bandung Barat Makin Terang, BRI Peduli Hadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Meski narasi disusun secara detail dan menggunakan tokoh-tokoh nyata, seluruh rangkaian cerita tersebut belum dapat diverifikasi kebenarannya.
Tidak ada pernyataan dari pemerintah, Arsip Nasional Republik Indonesia, maupun lembaga sejarah yang membenarkan adanya tim rahasia, penemuan arsip Bung Karno, ataupun operasi pencarian dokumen di berbagai wilayah Indonesia.
Masyarakat diimbau tetap berhati-hati terhadap konten yang menggabungkan fakta sejarah dengan unsur fiksi sehingga tampak meyakinkan.
Memastikan informasi berasal dari sumber resmi menjadi langkah penting agar tidak mudah terpengaruh narasi yang belum terbukti.
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari