Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Karier Nusron Wahid, Dari Wartawan hingga Dipercaya Menjadi Menteri ATR/BPN

Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan • Kamis, 9 Juli 2026 | 14:40 WIB
Foto Ilustrasi By Gemini AI :Perjalanan karier Nusron Wahid dimulai dari dunia jurnalistik, akademik, birokrasi hingga dipercaya menjadi Menteri ATR/BPN
Foto Ilustrasi By Gemini AI :Perjalanan karier Nusron Wahid dimulai dari dunia jurnalistik, akademik, birokrasi hingga dipercaya menjadi Menteri ATR/BPN

 

BLITAR KAWENTAR - Karier Nusron Wahid menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk politikus Partai Golkar tersebut sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Di balik jabatan strategis yang kini diembannya, Nusron memiliki perjalanan karier yang panjang dan beragam, mulai dari dunia jurnalistik, akademik, birokrasi, hingga politik nasional.

Karier Nusron Wahid menunjukkan bagaimana pengalaman di berbagai bidang menjadi bekal penting dalam memimpin kementerian yang memiliki tanggung jawab besar terhadap pengelolaan pertanahan dan tata ruang di Indonesia.

Baca Juga: Apa Itu Legalisasi Aset? ATR/BPN Jelaskan Program Sertifikasi Tanah dalam Reforma Agraria

 Sebelum duduk di kursi menteri, ia telah malang melintang di sejumlah profesi yang membentuk kemampuan kepemimpinan dan pengambilan kebijakan.

Perjalanan tersebut membuat Nusron dikenal sebagai sosok yang memiliki pengalaman lintas sektor. Hal itu pula yang menjadi modal penting ketika dipercaya mengelola berbagai persoalan agraria yang selama ini menjadi perhatian pemerintah.

Mengawali Karier Sebagai Wartawan

Lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 12 Oktober 1973, Nusron Wahid menempuh pendidikan di Universitas Indonesia. Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, ia memilih meniti karier sebagai wartawan di Harian Bisnis Indonesia.

Baca Juga: Apa Itu Redistribusi Tanah? ATR/BPN Jelaskan Tahapan, Jenis, hingga Luas Maksimal yang Diterima Masyarakat

Sebagai jurnalis, Nusron terbiasa melakukan peliputan, wawancara, hingga mengolah informasi menjadi sebuah laporan yang mudah dipahami masyarakat. Pengalaman tersebut membentuk kemampuan komunikasi, analisis, dan pemahaman terhadap isu ekonomi maupun kebijakan publik.

Profesi wartawan juga memberinya kesempatan melihat langsung dinamika pemerintahan, dunia usaha, serta berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Berkiprah di Dunia Akademik dan Penelitian

Selain menjadi wartawan, Nusron juga pernah berkarier sebagai peneliti di Lembaga Pranata Pembangunan pada periode 1995 hingga 1999. Di lembaga tersebut, ia terlibat dalam berbagai kajian yang berkaitan dengan pembangunan nasional.

Tak berhenti di sana, Nusron juga mengabdikan diri sebagai dosen. Pengalaman mengajar membuatnya semakin dekat dengan dunia pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Baca Juga: Apa Itu Tanah Objek Reforma Agraria? ATR/BPN Ungkap Sumber TORA yang Menjadi Dasar Redistribusi Tanah

Latar belakang akademik dan penelitian tersebut membentuk pola pikir yang sistematis dalam melihat persoalan. Kemampuan itu kemudian menjadi bekal ketika ia memasuki dunia birokrasi dan pemerintahan.

Memasuki Dunia Birokrasi

Karier Nusron di pemerintahan dimulai ketika dipercaya menjadi staf ahli di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada periode 2000 hingga 2001.

Setelah itu, ia melanjutkan pengabdiannya di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan pada 2001 hingga 2002. Di lingkungan birokrasi, Nusron memperoleh pengalaman mengenai tata kelola pemerintahan, penyusunan kebijakan, hingga koordinasi antarinstansi.

Baca Juga: Cek Keaslian Sertifikat Tanah Sebelum Transaksi, ATR/BPN Ungkap Ciri-Ciri Sertifikat Palsu yang Wajib Diwaspadai

Pengalaman tersebut memperluas pemahamannya mengenai sistem administrasi negara dan pengelolaan kebijakan publik.

Menjadi Kepala BNP2TKI

Perjalanan karier Nusron semakin berkembang ketika dipercaya memimpin Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) pada periode 2014 hingga 2019.

Sebagai kepala lembaga, ia bertanggung jawab mengoordinasikan berbagai kebijakan terkait penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri. Jabatan tersebut menjadi pengalaman pertamanya memimpin lembaga pemerintah berskala nasional.

Baca Juga: Harga Kacang Tanah Melambung, Produsen Enting-Enting Blitar Bertahan dengan Ubah Racikan dan Naikkan Harga

Selama menjabat, Nusron beberapa kali mendorong peningkatan tata kelola pelayanan bagi pekerja migran sekaligus memperkuat koordinasi dengan berbagai kementerian dan pemerintah daerah.

Dipercaya Menjadi Menteri ATR/BPN

Pengalaman panjang di dunia jurnalistik, akademik, birokrasi, dan pemerintahan menjadi bekal penting saat Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nusron Wahid sebagai Menteri ATR/BPN.

Sebagai menteri, ia memiliki tanggung jawab besar dalam menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan, mempercepat sertifikasi tanah masyarakat, memperkuat reforma agraria, menata tata ruang, hingga memberantas praktik mafia tanah.

Berbagai tantangan tersebut membutuhkan kepemimpinan yang mampu mengoordinasikan banyak pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat.

Dengan rekam jejak yang dimiliki, Nusron diharapkan dapat menghadirkan pelayanan pertanahan yang semakin transparan, cepat, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Karier Nusron Wahid menjadi bukti bahwa pengalaman di berbagai bidang dapat menjadi modal penting dalam memimpin sebuah kementerian strategis. Dari ruang redaksi, dunia akademik, birokrasi, hingga kursi menteri, perjalanan tersebut menggambarkan proses panjang yang ditempuh sebelum mengemban amanah sebagai Menteri ATR/BPN.

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
#Karier Nusron Wahid #Profil Nusron Wahid #Menteri ATR BPN #Kabinet Merah Putih #nusron wahid