BLITAR KAWENTAR - Jejak politik Nusron Wahid menjadi salah satu alasan dirinya dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Sebelum masuk kabinet, politikus Partai Golkar tersebut telah menghabiskan puluhan tahun berkiprah di dunia politik dan parlemen.
Jejak politik Nusron Wahid tidak dibangun secara instan. Ia memulai kiprahnya dari organisasi kemasyarakatan, kemudian aktif di Partai Golkar, hingga lima kali memperoleh mandat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Pengalaman panjang itu membuatnya memahami proses penyusunan kebijakan sekaligus berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kini, pengalaman tersebut menjadi modal penting saat memimpin kementerian yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan agraria dan pertanahan di Indonesia.
Aktif Berorganisasi Sejak Muda
Sebelum dikenal sebagai politikus nasional, Nusron Wahid telah aktif dalam berbagai organisasi. Semasa kuliah di Universitas Indonesia, ia banyak terlibat dalam kegiatan kemahasiswaan yang membentuk kemampuan kepemimpinannya.
Baca Juga: BRI Berhasil Tekan Cost of Fund dan Perkuat Profitabilitas di Bawah Supervisi Danantara
Setelah menyelesaikan pendidikan, Nusron semakin aktif di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Ia dipercaya mengemban sejumlah tugas dalam bidang kajian dan pengembangan sumber daya manusia. Pengalaman di organisasi tersebut membuatnya terbiasa berdialog dengan berbagai kalangan masyarakat.
Selain di NU, Nusron juga dikenal pernah memimpin Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Kiprah di organisasi kepemudaan itu semakin mengasah kemampuannya dalam membangun komunikasi, menyatukan berbagai kepentingan, serta memimpin sebuah organisasi besar.
Bergabung dengan Partai Golkar
Karier politik Nusron mulai berkembang setelah bergabung dengan Partai Golkar. Di partai berlambang pohon beringin tersebut, ia dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis.
Salah satunya sebagai Koordinator Bidang Agama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar pada periode 2004 hingga 2009. Posisi tersebut membuat Nusron semakin dikenal di tingkat nasional dan aktif terlibat dalam berbagai agenda politik partai.
Selama berada di Partai Golkar, Nusron juga kerap dipercaya menjadi juru bicara maupun pengurus yang menangani isu-isu strategis. Perannya tidak hanya sebatas kegiatan internal partai, tetapi juga menyampaikan berbagai pandangan politik kepada publik.
Lima Kali Dipercaya Menjadi Anggota DPR RI
Karier politik Nusron terus berkembang ketika masyarakat memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi anggota DPR RI. Ia mewakili Daerah Pemilihan Jawa Tengah II yang meliputi Kabupaten Kudus, Jepara, dan Demak.
Kepercayaan tersebut terus berlanjut hingga lima periode. Capaian itu menunjukkan konsistensi dukungan masyarakat terhadap kiprah politik Nusron di tingkat nasional.
Selama berada di DPR RI, Nusron terlibat dalam pembahasan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pembangunan nasional, ekonomi, pemerintahan, hingga kesejahteraan masyarakat. Pengalaman legislatif tersebut memperluas pemahamannya mengenai proses penyusunan undang-undang dan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Menjadi Bagian dari Pemerintahan
Selain aktif di parlemen, Nusron juga memiliki pengalaman memimpin lembaga pemerintah. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) pada periode 2014–2019.
Baca Juga: BRI Berhasil Tekan Cost of Fund dan Perkuat Profitabilitas di Bawah Supervisi Danantara
Pengalaman memimpin lembaga tersebut menjadi salah satu bekal penting ketika dipercaya bergabung dalam Kabinet Merah Putih. Presiden Prabowo Subianto kemudian menunjuk Nusron sebagai Menteri ATR/BPN untuk mengawal berbagai program strategis di bidang pertanahan.
Mengemban Amanah di Kementerian ATR/BPN
Sebagai Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid menghadapi berbagai tantangan yang berkaitan dengan penyelesaian konflik agraria, percepatan sertifikasi tanah, digitalisasi layanan pertanahan, hingga pemberantasan mafia tanah.
Pengalaman panjang sebagai aktivis organisasi, politikus, anggota DPR RI, dan pimpinan lembaga pemerintah dinilai menjadi modal berharga dalam menjalankan amanah tersebut.
Jejak politik Nusron Wahid memperlihatkan perjalanan panjang dari seorang aktivis organisasi menuju panggung politik nasional. Berbekal pengalaman lintas sektor, ia kini memegang tanggung jawab besar untuk mewujudkan tata kelola pertanahan yang lebih baik, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat Indonesia.
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan