BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Feda Ega Pratama menjalani persiapan serius menjelang seri ke-11 Moto3 Jerman 2026. Pembalap muda Indonesia yang membela Honda Team Asia itu terlihat menjalani latihan menggunakan motor Honda CBR600 di Sirkuit Alcarras, Spanyol, beberapa hari sebelum bertolak ke Sachsenring.
Video latihan tersebut diunggah Honda Team Asia dan menampilkan Feda Ega Pratama, Mario Aji, serta Taiyo Furusato sedang menggeber motor sport bermesin 600 cc. Munculnya motor berkapasitas lebih besar itu sempat memunculkan spekulasi di media sosial bahwa Feda sedang dipersiapkan naik ke Moto2.
Namun anggapan tersebut dinilai tidak tepat. Penggunaan Honda CBR600 bukan berkaitan dengan promosi ke kelas yang lebih tinggi, melainkan bagian dari program latihan rutin yang telah lama diterapkan pembalap Grand Prix.
Bukan Tanda Naik ke Moto2
Banyak penggemar mempertanyakan alasan Feda Ega berlatih menggunakan motor 600 cc, padahal di Moto3 ia mengendarai motor prototipe bermesin 250 cc.
Faktanya, pembalap Moto3 memang tidak diperbolehkan menggunakan motor prototipe Grand Prix untuk latihan di luar agenda resmi kejuaraan. Regulasi dari penyelenggara MotoGP mengharuskan mereka memakai motor produksi massal yang dijual bebas.
Karena itu, Honda Team Asia memilih Honda CBR600 sebagai motor latihan. Selain mudah diperoleh, karakter motor supersport tersebut dinilai efektif untuk menjaga kemampuan fisik maupun teknik para pembalap.
Motor Lebih Berat untuk Melatih Fisik
Salah satu tujuan utama latihan menggunakan CBR600 adalah meningkatkan kekuatan otot dan daya tahan tubuh.
Motor Moto3 memiliki bobot sekitar 84 kilogram, sedangkan Honda CBR600 mencapai kisaran 160 hingga 180 kilogram. Perbedaan tersebut membuat pembalap harus mengeluarkan tenaga lebih besar ketika melakukan pengereman, perubahan arah, maupun saat bermanuver di tikungan.
Dengan terbiasa mengendalikan motor yang lebih berat, pembalap akan merasa lebih ringan saat kembali menggunakan motor Moto3 ketika memasuki akhir pekan balapan.
Melatih Kontrol Gas dan Pengereman
Selain aspek fisik, latihan menggunakan motor 600 cc juga bertujuan mempertajam kontrol bukaan gas dan pengereman.
Motor dengan tenaga lebih besar menuntut pembalap memiliki sensitivitas tinggi agar ban belakang tidak kehilangan traksi saat keluar tikungan.
Kemampuan tersebut sangat penting ketika kembali mengendarai motor Moto3 yang mengandalkan kecepatan masuk dan keluar tikungan secara presisi.
Menjaga Insting Kecepatan
Meski kapasitas mesinnya berbeda jauh, motor supersport 600 cc memiliki kecepatan maksimum yang relatif mendekati motor Moto3, yakni berada di kisaran 240 hingga 255 km/jam.
Latihan dengan kecepatan tinggi membuat mata dan otak pembalap tetap terbiasa memproses objek dalam hitungan sepersekian detik. Hal itu membantu menjaga refleks dan mental pace selama jeda antarseri.
Program latihan seperti ini bukan hal baru bagi Feda Ega. Sebelumnya ia juga menggunakan Honda CBR600 saat menjalani latihan pramusim di Sirkuit Aspar pada Januari 2026.
Hakim Danish Jalani Program Serupa
Tak hanya Feda Ega, rival terdekatnya di klasemen rookie, Hakim Danish, juga menjalani pola latihan yang hampir sama.
Pembalap asal Malaysia tersebut berlatih menggunakan motor 600 cc di lintasan Karting Vendrell, Tarragona, Spanyol. Trek gokart dipilih karena memiliki banyak tikungan sempit yang efektif untuk melatih racing line, akurasi, dan kelancaran saat menikung.
Perbedaan keduanya hanya terletak pada lokasi latihan. Jika Feda memilih Sirkuit Alcarras yang lebih bergelombang, Hakim Danish memanfaatkan lintasan gokart untuk meningkatkan teknik berkendara.
Peluang Besar di Moto3 Jerman
Moto3 Jerman 2026 menjadi balapan penting bagi Feda Ega Pratama. Saat ini ia berada di posisi ketujuh klasemen dunia dengan koleksi 82 poin, jumlah yang sama dengan Hakim Danish di posisi keenam.
Sementara dalam klasemen Rookie of the Year, Brian Uriarte masih memimpin dengan 102 poin, disusul Hakim Danish dan Feda Ega yang sama-sama mengoleksi 82 poin.
Hasil positif di Sachsenring akan membuka peluang bagi Feda untuk memperbaiki posisi di klasemen utama sekaligus naik ke peringkat kedua klasemen rookie. Bekal latihan intensif menggunakan Honda CBR600 diharapkan menjadi modal penting agar pembalap Indonesia tersebut mampu tampil lebih kompetitif pada seri Moto3 Jerman 2026.
Editor : Maylanni Diana Fitri