BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Feda Ega Pratama masih menjadi sorotan usai gagal finis pada Moto3 Assen 2026 di Sirkuit TT Assen, Belanda. Pembalap muda Indonesia itu sebenarnya sempat tampil impresif dengan memimpin jalannya balapan sebelum akhirnya mengalami kecelakaan yang mengakhiri perjuangannya lebih cepat.
Insiden tersebut membuat Feda Ega Pratama kehilangan kesempatan menambah poin penting dalam klasemen Moto3 2026. Akibat gagal finis, pembalap Honda Team Asia itu kini berada di posisi ketujuh klasemen sementara dengan koleksi 82 poin, jumlah yang sama dengan rival terdekatnya asal Malaysia, Hakim Danish.
Meski hasil di Assen mengecewakan, penampilan Feda sepanjang balapan justru menuai banyak pujian. Rider asal Gunungkidul itu mampu menunjukkan kecepatan yang membuatnya bersaing di kelompok terdepan bersama para kandidat juara dunia.
Bangkit dari Akhir Pekan yang Sulit
Perjalanan Feda di Assen tidak berjalan mulus sejak awal.
Baca Juga: Semangat KWT Bina Tani Mysari Pala di Bogor Sukses Kembangkan Usaha lewat Program AURA BRI Peduli
Pada sesi latihan bebas, ia mengalami kecelakaan yang menyebabkan motornya mengalami kerusakan. Situasi tersebut membuat tim harus bekerja ekstra keras menyiapkan motor sebelum sesi kualifikasi.
Feda pun memulai perjuangannya dari Kualifikasi 1 (Q1). Berkat penampilan konsisten, ia berhasil lolos ke Q2 dan akhirnya mengamankan posisi start ketujuh.
Hasil tersebut menjadi modal penting menghadapi balapan utama meski persiapan sempat terganggu akibat insiden pada sesi latihan.
Sempat Memimpin Jalannya Balapan
Saat balapan dimulai, Feda sempat turun ke posisi sembilan pada lap awal. Namun, ia perlahan menemukan ritme terbaiknya.
Baca Juga: PT Taspen Buka Suara soal Rapel Gaji Pensiunan Juli 2026, Benarkah Sudah Ada Kepastian Pencairan?
Serangkaian manuver berhasil membawanya naik ke posisi lima, kemudian tiga besar. Tak lama berselang, Feda sukses menyalip para rivalnya hingga mengambil alih pimpinan balapan.
Penampilan agresif pembalap berusia 17 tahun itu memperlihatkan bahwa dirinya mampu bersaing dengan pembalap-pembalap terbaik Moto3 musim ini.
Momentum tersebut sempat membuka peluang besar bagi Indonesia untuk kembali meraih podium di ajang Kejuaraan Dunia Moto3.
Insiden yang Mengubah Segalanya
Memasuki pertengahan balapan, persaingan semakin ketat. Rombongan depan saling bergantian melakukan overtake sehingga posisi terus berubah.
Dalam situasi tersebut, Feda akhirnya kehilangan kendali motornya di area tikungan dan mengalami high side crash yang membuatnya terjatuh.
Ia sempat berusaha melanjutkan balapan, tetapi kondisi motor yang mengalami kerusakan memaksanya masuk ke pit lane dan dinyatakan gagal finis.
Rekaman kamera dari balapan kemudian memunculkan berbagai spekulasi di media sosial mengenai penyebab insiden tersebut. Namun hingga kini belum ada keputusan resmi yang menyatakan adanya pelanggaran dari pembalap lain terkait kecelakaan yang dialami Feda.
Tunjukkan Mental Seorang Pembalap Profesional
Usai balapan, Feda Ega Pratama memberikan respons yang menunjukkan kedewasaannya sebagai pembalap profesional.
Ia mengakui sempat terjadi kontak dengan pembalap lain saat persaingan berlangsung ketat. Namun, Feda tidak ingin menyalahkan pihak lain dan memilih melakukan evaluasi terhadap penampilannya sendiri.
Sikap tersebut mendapat apresiasi dari banyak penggemar karena menunjukkan mental kuat meski kehilangan peluang meraih poin penting.
Fokus Bangkit di Moto3 Jerman
Kegagalan di Assen memang membuat posisi Feda di klasemen sementara tertahan di angka 82 poin. Sementara itu, Maximo Quiles masih nyaman memimpin klasemen Moto3 2026 dengan 211 poin.
Meski demikian, peluang Feda memperbaiki posisi masih terbuka lebar karena musim 2026 masih menyisakan sejumlah seri.
Moto3 Jerman di Sirkuit Sachsenring menjadi kesempatan berikutnya bagi pembalap Honda Team Asia tersebut untuk bangkit. Dengan kecepatan yang telah diperlihatkan di Assen, Feda hanya membutuhkan konsistensi dan manajemen balapan yang lebih matang agar kembali bersaing di barisan depan.
Publik Indonesia pun berharap pembalap muda tersebut mampu melupakan hasil buruk di Belanda dan menjadikan pengalaman itu sebagai bekal untuk meraih hasil lebih baik pada seri Moto3 Jerman 2026.
Editor : Maylanni Diana Fitri