BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Taktik John Herdman di Timnas Indonesia mulai menjadi sorotan setelah PSSI resmi menunjuk pelatih asal Inggris tersebut untuk memimpin era baru skuad Garuda. Kehadiran Herdman membawa harapan besar karena rekam jejaknya dinilai mampu menghadirkan perubahan positif, terutama dalam membangun fondasi tim menuju target besar Piala Dunia 2030.
John Herdman dikenal sebagai pelatih yang memiliki karakter kuat, terutama dalam membangun mental pemain. Namun selain kemampuan motivasi, taktik John Herdman di Timnas Indonesia juga menarik perhatian karena ia memiliki gaya permainan yang cukup jelas. Salah satu ciri khasnya adalah penggunaan formasi dengan tiga bek tengah yang kemungkinan besar akan kembali diterapkan bersama Timnas Indonesia.
Dalam perjalanan kariernya, Herdman memang sering menggunakan skema seperti 3-4-3, 3-4-2-1, hingga 3-5-2. Saat menangani Timnas Kanada, ia lebih sering mengandalkan formasi 5-3-2, sedangkan ketika bersama Toronto FC, Herdman beberapa kali memakai sistem tiga bek dengan pendekatan yang lebih menyerang.
Penggunaan tiga bek sebenarnya bukan hal baru bagi Timnas Indonesia. Pada era pelatih Shin Tae-yong, skema tiga bek juga menjadi salah satu pola utama yang digunakan. Karena itu, Herdman diprediksi tidak akan mengalami banyak kesulitan dalam menerapkan sistem tersebut mengingat sejumlah pemain Garuda sudah terbiasa dengan pola permainan serupa.
Salah satu kekuatan utama dalam filosofi Herdman adalah pemanfaatan area sayap. Pelatih berusia 50 tahun itu sangat mengandalkan peran wingback untuk membantu serangan. Pemain di sisi lapangan tidak hanya bertugas bertahan, tetapi juga menjadi sumber kreativitas ketika tim membangun peluang.
Dalam proses membangun serangan, Herdman memiliki pendekatan yang cukup fleksibel. Tim asuhannya bisa memainkan kombinasi umpan pendek dari lini belakang, tetapi juga tidak ragu menggunakan bola panjang untuk melewati tekanan lawan.
Baca Juga: Begini Alur Pengaduan Sengketa Tanah di ATR/BPN, Dari Pemeriksaan Berkas hingga Mediasi
Pola tersebut terlihat saat Herdman menangani Kanada. Ketika lawan menerapkan pressing tinggi, timnya kerap menggunakan umpan langsung menuju striker untuk kemudian dialihkan ke sisi sayap. Strategi ini bertujuan memindahkan arah serangan dan menciptakan ruang di area pertahanan lawan.
Selain mengandalkan permainan sayap, Herdman juga dikenal gemar menciptakan situasi overload atau kelebihan jumlah pemain di satu sisi lapangan. Pola ini dilakukan dengan cara menarik beberapa pemain lawan ke satu area sebelum membuka ruang di sektor lain.
Skema tersebut cukup mirip dengan permainan Timnas Indonesia pada era Shin Tae-yong. Ketika itu, Garuda juga sering memanfaatkan kombinasi antara wingback, gelandang, dan bek samping untuk menciptakan keunggulan jumlah saat menyerang.
Dari sisi pertahanan, taktik John Herdman di Timnas Indonesia juga diprediksi akan menghadirkan karakter agresif. Herdman bukan tipe pelatih yang hanya menunggu lawan menyerang. Ia dikenal menerapkan pressing tinggi dengan menekan pemain lawan sejak area depan.
Saat bertahan, tim asuhan Herdman dapat berubah bentuk sesuai situasi pertandingan. Dalam beberapa momen, timnya menggunakan formasi 5-3-2 untuk menjaga keseimbangan. Namun ketika melakukan pressing, struktur tersebut bisa berubah menjadi 4-4-2 agar tekanan kepada lawan lebih efektif.
Sistem pertahanan tersebut membutuhkan pemain yang memiliki stamina tinggi dan disiplin menjalankan instruksi. Beruntung, Timnas Indonesia saat ini memiliki banyak pemain dengan karakter pekerja keras yang cocok dengan filosofi tersebut.
Di lini tengah, Herdman juga membutuhkan gelandang yang mampu menjadi penyaring serangan sekaligus membantu transisi. Peran gelandang bertahan akan sangat penting karena menjadi penghubung antara pertahanan dan serangan.
Meski memiliki filosofi yang menarik, tantangan terbesar Herdman adalah bagaimana mengadaptasi sistemnya dengan karakter pemain Indonesia. Pelatih baru membutuhkan waktu untuk memastikan seluruh pemain memahami detail permainan yang diinginkan.
Dengan pengalaman membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 dan berbagai pencapaian sebelumnya, John Herdman datang membawa ekspektasi tinggi. Kini publik sepak bola Indonesia menantikan apakah filosofi tiga bek, pressing agresif, dan permainan sayap yang menjadi cirinya mampu membawa Timnas Indonesia tampil lebih kompetitif.
Editor : Maylanni Diana Fitri