Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

John Herdman Bawa Revolusi Timnas Indonesia, Ini 3 Gebrakan Besar yang Bisa Ubah Nasib Garuda Usai Era Patrick Kluivert

Maylanni Diana Fitri • Senin, 13 Juli 2026 | 20:52 WIB
John Herdman Timnas Indonesia siap membawa perubahan besar. Formasi tiga bek, serangan cepat, dan seleksi pemain ketat jadi misi baru Garuda.(pinterest)
John Herdman Timnas Indonesia siap membawa perubahan besar. Formasi tiga bek, serangan cepat, dan seleksi pemain ketat jadi misi baru Garuda.(pinterest)

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - John Herdman Timnas Indonesia diprediksi akan membawa perubahan besar setelah dipercaya menjadi calon pelatih anyar skuad Garuda. Pelatih asal Inggris tersebut datang dengan reputasi mentereng usai membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022. Kini, Herdman menghadapi tantangan besar untuk membangun kembali kekuatan Timnas Indonesia setelah era Patrick Kluivert yang belum memberikan hasil maksimal.

Kehadiran John Herdman Timnas Indonesia menjadi angin segar bagi publik sepak bola Tanah Air. Banyak pihak menilai karakter permainan Herdman lebih sesuai dengan komposisi pemain Garuda saat ini. Pelatih berusia 50 tahun itu dikenal sebagai sosok pragmatis yang lebih mengutamakan efektivitas permainan dibanding sekadar tampil dominan dengan penguasaan bola.

Salah satu tugas utama Herdman adalah memperbaiki sistem permainan Timnas Indonesia yang sebelumnya dianggap belum berjalan maksimal. Pada masa Patrick Kluivert, skuad Garuda mencoba menerapkan filosofi menyerang dengan pendekatan total football. Namun, strategi tersebut justru dinilai membuat permainan Indonesia kurang stabil ketika menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi.

Total football membutuhkan pemain dengan kemampuan komplet, stamina tinggi, serta kemampuan bermain di berbagai posisi. Sementara itu, karakter pemain Indonesia dinilai lebih cocok dengan sistem yang memiliki struktur jelas dan mengutamakan keseimbangan antara menyerang dan bertahan.

Berbeda dengan pendekatan tersebut, Herdman dikenal sebagai pelatih yang fleksibel. Saat menangani Kanada, ia mampu mengubah tim yang sebelumnya kurang diperhitungkan menjadi salah satu kekuatan baru di kawasan Amerika Utara. Kanada bahkan berhasil lolos ke Piala Dunia 2022 setelah menunggu selama 36 tahun.

Baca Juga: Cara Pengaduan Kasus Pertanahan ke ATR/BPN, Simak Syarat, Alur Penyelesaian, hingga Tahapan Penanganannya

Salah satu ciri khas Herdman adalah penggunaan formasi tiga bek. Skema seperti 3-4-2-1 atau 3-5-2 menjadi sistem yang cukup sering digunakan dalam kariernya. Pola tersebut diyakini cocok dengan Timnas Indonesia yang memiliki banyak pemain berkualitas di posisi bek tengah.

Dengan stok pemain seperti Justin Hubner, Rizky Ridho, Jay Idzes, hingga Kevin Diks, sistem tiga bek bisa menjadi pilihan realistis bagi Herdman. Formasi tersebut juga pernah menjadi andalan Shin Tae-yong saat membangun fondasi permainan Garuda.

Selain mengandalkan tiga bek, Herdman juga dikenal menyukai permainan cepat melalui transisi serangan. Ia tidak selalu memaksakan timnya mendominasi penguasaan bola, tetapi lebih memilih bagaimana bola bisa segera masuk ke area berbahaya lawan.

Dalam skema tersebut, peran pemain sayap akan menjadi sangat penting. Nama seperti Calvin Verdonk dan Sandy Walsh berpotensi menjadi pemain kunci karena memiliki kemampuan bertahan sekaligus membantu serangan.

Herdman juga kemungkinan besar akan mengandalkan dua gelandang tengah sebagai pusat permainan. Pola ini mirip dengan pendekatan Shin Tae-yong yang sering menggunakan double pivot untuk menjaga keseimbangan tim.

Pemain seperti Thom Haye dan Joey Pelupessy bisa menjadi sosok penting dalam sistem tersebut. Keduanya memiliki kemampuan membaca permainan, distribusi bola, serta pengalaman yang dibutuhkan untuk mengatur tempo pertandingan.

Namun, tantangan Herdman bukan hanya soal taktik. Ia juga harus berani mengambil keputusan dalam memilih pemain. Pelatih baru Timnas Indonesia harus mampu menentukan skuad berdasarkan performa dan kebutuhan strategi, bukan karena tekanan dari pihak luar.

Selama ini, pelatih Timnas Indonesia sering menghadapi tuntutan untuk memberikan kesempatan besar kepada pemain lokal. Namun, di level internasional, keputusan pemilihan pemain harus tetap berdasarkan kualitas dan kesiapan menghadapi pertandingan besar.

Jika resmi menangani Garuda, Herdman diprediksi akan membuat persaingan internal semakin ketat. Pemain yang tampil konsisten akan mendapatkan tempat, sementara mereka yang tidak memenuhi standar harus siap tersingkir.

Untuk komposisi ideal, Herdman bisa saja memasang Emil Audero sebagai penjaga gawang utama. Di lini belakang, trio Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Justin Hubner menjadi kombinasi yang cukup menjanjikan.

Sementara itu, Calvin Verdonk dan Kevin Diks bisa menjadi pilihan di sektor sayap. Thom Haye serta Joey Pelupessy berpotensi mengisi lini tengah, dengan Ole Romeny menjadi ujung tombak serangan.

Di sektor kreativitas, pemain seperti Ragnar Oratmangoen, Eliano Reijnders, hingga Adrian Wibowo dapat menjadi opsi untuk membantu lini depan.

Kini publik menantikan apakah John Herdman Timnas Indonesia benar-benar mampu menghadirkan perubahan besar. Dengan pengalaman internasional, karakter tegas, serta filosofi permainan yang lebih realistis, Herdman diharapkan bisa membawa Garuda kembali bersaing di level Asia Tenggara hingga dunia.

 

Editor : Maylanni Diana Fitri
Timnas Indonesia shin tae-yong John Herdman PSSI patrick kluivert