BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - John Herdman Timnas Indonesia menjadi salah satu topik paling hangat dalam dunia sepak bola Tanah Air. Pelatih asal Inggris tersebut diproyeksikan membawa perubahan besar setelah perjalanan kurang memuaskan bersama Patrick Kluivert. Dengan pengalaman membawa Kanada ke Piala Dunia 2022, Herdman dipercaya mampu membangun kembali kekuatan skuad Garuda.
Kedatangan John Herdman Timnas Indonesia diyakini akan mengubah wajah permainan Garuda. Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang mencoba menerapkan gaya total football, Herdman dikenal sebagai pelatih yang lebih realistis dan mengutamakan efektivitas permainan.
Selama menangani Kanada, Herdman mampu membuktikan bahwa strategi yang tepat dapat mengangkat tim yang sebelumnya tidak terlalu diperhitungkan. Kanada yang sudah lama absen dari Piala Dunia akhirnya kembali tampil di turnamen terbesar dunia pada 2022 setelah menunggu selama 36 tahun.
Prestasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Herdman dianggap sebagai sosok yang tepat untuk menangani Timnas Indonesia. Ia bukan hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga dikenal piawai membangun mental dan karakter para pemain.
Salah satu perubahan terbesar yang kemungkinan dilakukan Herdman adalah mengembalikan sistem tiga bek. Formasi 3-4-2-1 atau 3-5-2 merupakan skema yang cukup sering digunakan oleh pelatih berusia 50 tahun tersebut dalam perjalanan kariernya.
Sistem tiga bek dinilai cukup cocok dengan karakter pemain Timnas Indonesia saat ini. Garuda memiliki banyak pemain bertahan berkualitas yang bisa menjalankan peran tersebut, seperti Jay Idzes, Justin Hubner, Rizky Ridho, hingga Kevin Diks.
Baca Juga: Face Painting Blitar Kian Digemari, Berawal dari Tren Viral Kini Jadi Ladang Rezeki Ibu Dua Anak
Selain itu, pola tiga bek juga bukan sesuatu yang asing bagi sebagian besar pemain Indonesia. Pada era Shin Tae-yong, formasi tersebut sering digunakan dan menjadi salah satu fondasi permainan Garuda dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam sistem Herdman, posisi wingback memiliki peran yang sangat penting. Pemain di sisi lapangan tidak hanya bertanggung jawab menjaga pertahanan, tetapi juga menjadi motor utama ketika tim melakukan serangan.
Nama seperti Calvin Verdonk dan Sandy Walsh bisa menjadi pemain yang mendapatkan keuntungan dari filosofi tersebut. Keduanya memiliki kemampuan bertahan, stamina tinggi, serta kualitas menyerang yang dibutuhkan dalam skema permainan modern.
Selain mengandalkan sektor sayap, Herdman juga dikenal menyukai permainan transisi cepat. Ia tidak memaksakan timnya terlalu lama menguasai bola, melainkan berusaha membawa bola secepat mungkin menuju area pertahanan lawan.
Karakter permainan tersebut dianggap sesuai dengan kekuatan Timnas Indonesia yang memiliki pemain cepat di lini depan. Serangan balik bisa menjadi salah satu senjata utama Garuda ketika menghadapi tim-tim kuat Asia.
Di lini tengah, Herdman kemungkinan besar membutuhkan dua gelandang dengan kemampuan komplet. Mereka harus mampu membantu pertahanan sekaligus menjadi penghubung ketika tim membangun serangan.
Thom Haye dan Joey Pelupessy menjadi dua nama yang berpotensi memiliki peran penting. Keduanya memiliki kemampuan distribusi bola dan pengalaman bermain di level tinggi yang dibutuhkan dalam sistem Herdman.
Namun, tantangan besar Herdman bukan hanya soal strategi. Ia juga harus berani membuat keputusan tegas terkait pemilihan pemain. Pelatih baru Garuda dituntut memilih pemain berdasarkan kebutuhan taktik, bukan karena popularitas atau tekanan eksternal.
Selama ini, pemilihan pemain Timnas Indonesia selalu menjadi sorotan. Herdman harus mampu menjaga keseimbangan antara pemain lokal dan pemain keturunan agar skuad yang dibentuk benar-benar kompetitif.
Jika melihat komposisi saat ini, Herdman memiliki banyak opsi menarik. Emil Audero bisa menjadi kandidat kuat di posisi penjaga gawang. Sementara lini belakang dapat diisi kombinasi Jay Idzes, Justin Hubner, dan Rizky Ridho.
Untuk sektor tengah, Thom Haye dan Joey Pelupessy bisa menjadi pengatur permainan. Sementara di lini depan, Ole Romeny berpeluang menjadi pilihan utama sebagai mesin gol Garuda.
Pemain kreatif seperti Ragnar Oratmangoen, Eliano Reijnders, hingga Adrian Wibowo juga bisa menjadi opsi untuk memperkuat variasi serangan.
Dengan pengalaman internasional dan gaya kepelatihan yang fleksibel, John Herdman Timnas Indonesia membawa harapan baru bagi sepak bola Indonesia. Kini tugas berat menanti sang pelatih untuk membuktikan apakah dirinya mampu membawa Garuda menuju level yang lebih tinggi.
Editor : Maylanni Diana Fitri